
''Mbak Dea, ada apa sih koq tadi lari-lari keluar dari supermarket?'' Tanya Amelia ketika keduanya sudah tiba di depan pintu kosan mereka.
''Ngak apa-apa Amel, ada sesuatu hal yang membuat kita harus keluar dari supermarket itu. Nantilah aku cerita ya''
''Baiklah, ya sudah ayo istirahat besok kita ke kampus''
''Ayo'' ujar Dea.
''Selamat malam Dea''
''Selamat malam juga Amel''
Keduanya masuk ke dalam kamar masing-masing dan bersiap untuk istirahat, Jika Amelia langsung tertidur beda halnya dengan Dea, ia tak langsung tidur ia masih kepikiran dengan kejadian di supermarket tadi.
''Apa benar yang aku lihat tadi pak Marvel? Kenapa pak Marvel ada di kota ini? Kenapa aku harus bertemu lagi dengan pak Marvel Tuhan, padahal aku ingin melupakannya, aku tidak mau mencintai suami orang'' ujar Dea sambil berbaring.
Ketika sedang memilih bahan masakan tadi ia tak sengaja melihat Marvel yang berada tepat di samping kanannya sedang memilih sayuran. Dea sempat ingin menyapa Marvel, namun ia urungkan niatnya sebab ia tak mau lagi membuat dirinya berharap lebih pada Marvel, sebab yang ia tahu jika Marvel sudah menikah bahkan punya anak dan ia juga merasa jika dirinya sudah tidak pantas lagi untuk berdampingan dengan Marvel.
''Lagi pula aku juga tidak akan bisa bersama pak Marvel lagi, kami sudah sangat berbeda jalan dan sudah menjalani hidup masing-masing'' ujar Dea menyimpan kembali fotonya dan Marvel yang masih tersimpan di dompetnya.
Setelah menyiapkan segala sesuatu yang ia akan bawa ke kampus besok ia segera tidur karena tak ingin terlambat di hari pertamanya.
Di supermarket tempat Dea dan Amel tadi ada seorang lelaki yang sedang berdiri di parkiran super market sambil melihat area sekitar.
''Kemana ya perginya, sepertinya aku melihat Dea tadi''
''Ngapain Vel?''
''Sepertinya tadi aku melihat Dea Sam'' ujar Marvel .
''Dea itu siapa?''
''Hem, itu.. ngak usah di pikirkan mungkin aku salah orang, sudah belanjanya?''
''Sudah''
''Kalau begitu ayo kita pulang, besok hari pertama aku mengajar, aku tidak mau terlamabat''
''Ok''
Sam dan Marvel berjalan menuju ke mobil Sam yang terparkir di area parkir supermarket itu.
''Sebenarnya ada apa sih Vel?''
''Kamu ingat ngak Dea, yang pernah datang ke rumah?''
__ADS_1
''Dea yang siswi kamu itu, yang ninggalin kamu beberapa hari sebelum hari pernikahan kalian?'' Tanya Sam dan di angguki oleh Marvel.
''Ngapain sih kamu pikirkan dia lagi, kan dia udah bikin keluarga malu Vel'' ujar Sam kesal sebab ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
''Sepertinya aku tadi melihatnya di supermarket Sam''
''Di tempat kita belanja tadi?''
''Iya''
''Jadi kamu berlari keluar supermarket tadi buat ngejar gadis itu?''
''Iya Sam, tapi sepertinya aku salah orang''
''Pasti kamu salah orang Vel, ngapain coba dia di kota ini, bukannya dia ada di kota U sama suami dan anaknya?''
''Iya juga ya, mungkin aku hanya salah lihat saja'' ujar Marvel, namun jauh di lubuk hatinya ia sangat yakin jika yang ia lihat tadi adalah Dea , satu-satunya wanita yang bertahta hingga saat ini di hatinya.
''Udah ngak usah kamu pikirin gadis itu lagi, lagian dia udah bahagia bersama suami dan anaknya. Hayolah Vel, coba buka hati kamu buat wanita lain, Hany misalnya, dia udah naksir kamu lama loh bahkan sebelum kita kuliah''
''Aku ngak suka sama Hany Sam, aku ngak punya perasaan apa-apa sama dia. Bagiku Hany hanya teman seperti yang lainnya, tak ada yang spesial tentanng dia''
''Halah bilang aja kamu masih mikirin gadis itu, apa sih yang speesial dari dia? Ingat Vel dia itu sudah jadi istri orang, berdosa jika kamu masih mengharapkan istri orang'' Ujar Sam yang hanya di tanggapi senyuman oleh Marvel membuat Sam hanya bisa geleng-geleng kepala.
Setelah mereka sampai di rumah keduanya segera mengeluarkan barang belanjaan mereka dari dalam bagasi mobil dan memebawanya masuk ke dalam rumah.
Di kota M, Marvel tinggal bersama temannya semasa kuliqh yang juga bekerja di kota itu sebagai guru matematika di salah satu sekolah swasta.
''Sam aku mau langsung tidur ya, rasanya aku sangat lelah''
''Iya, kamu istirahat saja sana. Ingat langsung tidur jangan tangisi istri orang mulu'' ujar Sam. Ia tahu jika Marvel setiap malam menangisi nasib kisah cintanya bersama Dea yang tak sesuai harapan mereka berdua.
''Iya bos'' ujar Marvel kemudian masuk ke dalam kamarnya. Ia membersihkan badan dan mengganti pakaiannya kemudian bersiap untuk tidur.
Sama halnya dengan Dea ia tak langsung tidur, melainkan mengingat kejadian di supermaket tadi.
''Maafkan akau Tuhan aku belum bisa berhenti mencintai Dea, aku tahu aku salah karena sudah mencintai istri orang. Jika memang kami tak di takdirkan bersatu bantulah aku untuk melupakannya'' Doa Marvel sebelum ia tidur.
Pagi yang cerah menyambut semua mahluk yang akan memulai kegiatannya di hari yang cerah itu.
Dea dam Amelia sudah bersiap untuk berangkat ke kampus, setelah mereka menikamati sarapan nasi goreng yang di buat oleh Amelia.
''Kamu sudah siap Dea?''
''Sudah Amel, ayo kita berangkat. Nanti tolong bantu aku cari kelasku ya''
__ADS_1
''Ok''
Keduanya hanya berjalan kaki menuju ke kampus sebab jarak dari kosan mereka ke kampus hanya berjarak sekitar 700 meter saja.
''Dea, kita masuk lewat pintu samping saja ya, biasanya ramai kalau lewat pintu depan''
''Iya yang mana saja, oh iya gimana guru eh.. maksud ku dosen kita apa galak-galak?''
''Ngak koq, dosen kita baik-baik, katanya sih akan ada dosen baru tapi mungkin baru masuk mengajar sebulan lagi''
''Oh gitu, semoga saja aku bisa mengerti dengan baik pelajaran yang di berikan''
''Amin, oh ya kamu koq ngak kelihatan waktu ospek?'' Tanya Amel sebab ia tak pernah melihat Dea saat ada kegiatan mahasiswa dan mahasiswi baru di kampus.
''Oh iya, aku ngak ikut kegiatan itu''
''Ngak ikut? Kamu masuk jalur apa?'' Tanya Amelia penasaran.
''Em, itu.. aku jalur beasiswa'' ujar Dea dengan suara pelan.
''Jadi kamu yang pernah juara lomba bahasa inggris tingkat propinsi beberapa tahun lalu?''
''Em, iya. Tapi tidak usah di bahas aku tidak sepintar itu koq, aku juga masih barus belajar banyak hal''
''Tapi kamu hebat loh, jadi minder aku temanan sama orang pintar kayak kamu''
''Hush, jangan ngomong gitu. Kamu bahkan lebih hebat dari aku, aku baru mau kuliah kamu sudah semester 3''
''Tapi kan tetap aja aku ngak pernah ikut lomba apapun, ngak kayak kamu yang sudah ikut banyak lomba''
''Aku ngak sehebat itu koq, oh iya kelas aku mana?''
''Kita liat saja di mading pasti ada tuh disana nama kamu dan kelas kamu di ruang mana?''
''Ok''
Keduanya berjalan menuju ke salah satu sudut kampus dimana di dindingnya di penuhi oleh kertas yang berisi informasi.
''Ternyata kamu di kelas yang ada di dekat tangga, ayo aku antar sekalian aku juga mau ke kelas ku. Kelas ku ada di lantai 2 sebelah kiri tangga, kakau ada apa-apa kamu bisa cari aku ke atas.''
''Ok''
Setelah Dea mauak ke kelasnya, Amelia juga segera naik ke lantai dua dan masuk ke ruang kelasnya karena ia ada kelas pagi.
Sementara di dalam ruang kelasnya, Dea hanya duduk sambil membaca buku dan berkenalan dengan teman-teman sekelasnya.
__ADS_1