MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
RINDU MASAKAN NENEK (POV AUTHOR)


__ADS_3

Semalaman Dea tertidur dalam pelukan Marvel membuat ia merasa sangat nyaman bahkan ia enggan untuk membuka matanya andai ia tak mersakan sebuah kecupan di pipinya.


Ketika Dea membuka mata ia melihat Marvel yang menatap wajahnya dengan sangat intens membuat kedua pipinya bersemu merah.


''Pagi sayang'' Marvel membelai pipi Dea tanpa melepas tatapan dari wajah Dea.


''Pa-pagi kak''


''Masih mau tidur lagi atau sudah mau bangun sayang?''


''Ini sudah jam berapa kak?''


''Baru jam 9 sayang''


''Jam 9? Astaga akau lupa kak, hari ini aku ada kelas dari pak Nick''


''Kakak sudah mintakan ijin sayang, hari ini kita bisa tidur seharian, bahkan sampai satu minggu ke depan kita libur''


''Hah????''


Cup


Marvel mengecup bibir Dea sekilas kemudian memeluk kembali Dea dengan erat seakan takut jika Dea akan menjauh darinya.


''Kak, aku ngak bisa nafas''


''Eh, maaf sayang'' Marvel melonggarkan pelukannya membuat Dea merasa lega. Entah apa yang terjadi pada jantungnya jika Marvel memeluknya maka detak jantungnya akan berdetak lebih cepat.


''Kak''


''Apa sayang?''


''Kalau kakak mau tidur lagi, kakak tidur saja aku mau bangun mau buat sarapan''


''Hehehe, sayang apa kamu lupa kita ada di mana?''


Kening Dea menyerngit mendengar ucapan Marvel membuat Marvel gemas, ''sayang kita lagi di hotel sayang, kamu lupa ya?''


''Astaga aku lupa kak'' Dea menepuk keningnya.


''Sayang''


''I-iya kak''


''Hari ini kita mau ngapain?''


''A-aku, aku ngak tahu kak''


''Gimana kakau kita keluar jalan-jalan? Kamu mau kemana?''


''Aku tidak tahu kak, rasaaanya aku ingin tidur saja''


''Ya sudah kalau gitu hari ini kita di kamar saja, tapi sekarang sarapan dulu yuk sayang''


''Makan apa kak?''


''Makan mie ayam mang Ardi'' ujar Marvel membuat mata Dea membulat.


''Jangan bercanda kak, nantu aku pengen gimana?''


''Pengen apa sayang?''


''Mie ayam kak, kakak mikir apa?''

__ADS_1


''Ngak mikir apa-apa koq, ayo kita sarapan'' Marvel menggendong Dea menuju ke sofa untuk sarapan.


Marvel membuka makanan yang ada di atas meja membuat Dea sangat bahagia, ia sangat mengenal aroma masakan yang kini terhidang di depannya bahkan ia sampai meneteskan air matanya.


''Koq nangis sayang?''


''Kakak dapat makanan ini dari mana?''


''Ini bi Tina yang masak sayang, katanya dari kemarin kamu pengen makan ini''


''Iya kak, aku sangat rindu masakan nenek''


''Ya sudah kalau gitu sekarang ayo makan'' Marvel mengusap air mata yang mengalir di pipi Dea.


''Aaaaaaaa'' Marvel mulai menyuapai Dea agar Dea berhenti menangis.


''Maaf kak air mata ini ngak mau berhenti keluar'' Dea mengusap air matanya yang terus mengalir saat mengunyah makanan yang di suapkan Marvel. Rasanya persis seperti yang selalu di masak oleh mendiang sang nenek.


''Jangan sedih ya sayang, nenek pasti sedih kalau melihat cucu cantiknya menangis'' Marvel membawa Dea ke dalam pelukannya membuat Dea merasa nyaman hingga perlahan ia bisa mengontrol air matanya.


''Ayo makan lagi, aaaaaa...''


''Kakak juga makan''


''Iya sayang''


Keduanya mulai makan dalam keheningan hingga beberapa menit, '' sayang''


''Iya kak''


''Kamu tahu ngak, jika apa yang kita lakukan ini adalah impian aku sejak dulu, sejak pertama kali aku melihatmu di sekolah, aku sudah berniat untuk membuat sebuah keluarga bersamamu. Meski kita sempat berpisah tapi kini aku bahagia kita sudah di satukan lagi bahkan kini hanya Tuhan yang akan mampu memisahkan kita'' air mata Marvel menetes saat mengatakannya. Ia benar-benar merasa bahagia karena apa yang selama ini hanya menjadi angannya saja dapat ia nikmati saat ini.


''Maaf kak, aku belum bisa jadi istri sepenuhnya untuk kakak''


''Maaf kak'' Dea merasa bersalah karena belum bisa memberikan semua miliknya kepada Marvel.


''Jangan minta maaf terus sayang dengan bersamamu seperti ini saja sudah membuat aku sangat bahagia''


Setelah menyelesiaakam sarapan keduanya menuju ke balkon hotel menikmati indahnya pemandangan kota sambil bersenda gurau.


Setelah puas menikmati panorana kota, keduanya kembali masuk ke dalam kamar dan duduk di atas ranjang.


''Sayang''


''I-iy-iya kak''


''Sekarang kita mau ngapain?''


''Dea juga ngak tahu kak''


''Kita jalan-jalan di taman hotel yuk''


''Ayo kak''


Keduanya mandi kemudian berganti pakain sebelum menuju ke taman hotel untuk berjalan-jalan. Ketika mereka baru saja sampai di loby hotel mereka melihat beberapa mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN dari kampus mereka sedang mengantarkan turis-turis asing untuk menginap di hotel itu.


''Pak Marvel'' panggil seorang mahasiswa berjalan menghampiri mereka.


''Kak, ada mahasiswi kakak''


''Iya sayang''


''Gimana kalau mereka liat aku kak''

__ADS_1


''Ya ngak apa-apa''


''Tapi kak'' kini suara Dea bergetar bahkan tubuhnya ikut bergetar membuat Marvel segera memeluknya.


''Si tas kamu ada kaca mata dan Masker, kamu pakai saja jika kamu takut di kenali sama mereka''


Marvel sudah memperkirakan hal ini akan terjadi sehingga ia menyiapkan segala sesuatunya sebelum mengajak Dea keluar. Ia tak ingin kembali lalai dan membuat Dea semakin tak bisa sembuh dari setiap trauma yang ia alami di masa lalu.


''Siang anak-anak''


''Siang pak''


''Kalian sedang apa disini?''


''Kami sdang ngaterin turis-turis buat nginap pak, besok baru kami mulai nganter mereka ke objek wisatanya pak''


''Oh begitu, yang semangat ya anak-anak''


''Iya pak, bapak sendiri sedang apa disini?''


''Ish, kamu Kal malah nanya, pak Marvel kan kemarin habis nikah''


''Oh iya pak, maaf Haikal lupa''


''Hehehe, kenalkan ini istrinya saya namanya Melody'' ujar Marvel mengenalkan Dea.


Dea mengulurkan tangannya dan di sambut ramah oleh mereka semua, ucapan selamat mereka ucapkan kepada Marvel dan Dea sebelum mereka kembali ke sekelompok turis asing yang berdiri tak jauh dari mereka.


''Apa mereka ngak kenal aku kak?''


''Sepertinya tidak sayang, kenapa memangnya?''


''Aku hanya takut mereka membuli aku lagi di kampus jika mereka tahu jika aku istri kakak''


''Sekarang kamu tidak usah takut sayang, aku akan selalu jagain kamu karena sekarang kamu milik aku dan tanggung jawab aku''


''Iya kak''


Keduanya asik berjalan-jalan di sekitar taman hotel namun mereka tak menyadari jika sedari tadi ada beberapa mahasisiwi yang membuntuti keduanya bahkan mereka mengambil beberapa potret mesra Marvel dan Dea.


''Aku koq ngerasa ngak asing ya sama istri pak Marvel''


''Maksud kamu Sel?''


''Maksud aku, sepertinya aku pernah melihat istri pak Marvel tapi dimana ya?''


''Mungkin hanya mirip saja Sel, oh iya foto itu mau kamu apain?''


''Mau akau pakai buat....''


''Kamu mau jahilin adik tingkat kamu kagi?''


''Iya, dia kan sok kecakepan berusaha dekatin pak Marvel, mana tahu dia gila habis liat foto-foto mesra pak Marvel sama istrinya''


''Hahahaha, namanya siapa itu..... D..Dea, iya Dea yang itu maksud kamu?''


''Iya yang mana lagi coba?''


''Hahaha ide bagus tuh, lihat deh pak Marvel sudah balik tuh ke hotel. Kita balik juga yuk buat istirahat besok kan kita banyak tugas''


''Iya, yuk''


Ketiga mahasisiwi yang membuntuti Dea dan Marvel tadi juga ikut masuk ke dalam hotel dan menuju ke kamar mereka untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2