
Mereka tiba di rumah lebih lambat dari waktu yang seharusnya, mereka tiba di rumah Dea sekitar pujul 4 sore padahal mereka harusnya sudah tiba sekitar pukul 1 atau 2 siang.
Setelah mengantarkan Dea, Marvel lanjut mengantarkan teman-teman Dea, kemudian Marvel kembali ke rumah Dea. Rencananya malam ini, ia akan bermalam saja di sana mengingat kondisi Dea yang tak sebaik biasanya.
Saat tiba di rumah, Dea terlihat telah selesai memasak makan malam, Marvel kemudian segera mandi dan berganti pakaian.
''Kak, ayo makan'' ujar Dea dari balik pintu kamar yang tertutup. Ia berpikir jika Marvel ada di dalam kamar, ia tak mengetahui jika Mnarvel sedang mandi.
Beberapa kali ia mengetuk pintu namun tak ada yang membuka, alhasil Dea masuk ke kamar. Ia terkejut saat mendapati kamar itu ternyata kosong tak ada seorangpun di dalam sana.
''Kemana kak Marvel?'' Gumamnya berjalan keluar dari kamar dan menutup pintu.
''Ada apa sayang'' ujar Marvel yang baru saja selesai mandi.
''Aaaaa...'' teriak Dea. Ia terkejut melihat Marvel keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.
''Eh, maaf sayang'' ujar Marvel masuk ke kamar dan segera memakai pakaiannya.
''Kalau sudah berganti pakaian segera ke ruang makan ya kak, kita makan malam dulu'' ujar Dea.
''Iya sayang" ujar Marvel sembari memakai pakaiannya.
Setelah berpakaian Marvel segera menuju ke ruang makan, mereka berdua menikmati makan malam dengan gembira. Dea membuat menu tumis kangkung dan tempe goreng.
Marvel sangat menikmati menu yang di sajikan oleh Dea, meski sederhana namun rasanya sangat lezat. Marvel bahkan menambah beberapa kali nasi ke dalam piringnya.
Dea tersenyum senang karena Marvel menikmati apa yang sudah ia sajikan. Setelah makan malam dan membereskan peralatan makan mereka Dea segera pergi ke ruang tengah dan menggelar tikar di depan tv.
Rencananya malam ini mereka berdua akan tidur di ruang tengah, suasana rumah begitu sepi tanpa kehadiran bi Tina dan mendiang nek Diah.
''Andai saja nenek masih ada ya kak, pasti rumah ngak sepi seperti ini'' ujar Dea yang menyandarkan kepalanya di bahu Marvel. Kini mereka berdua sedang duduk di ruang tengah sambil menonton sebuah acara comedy yang di tayangkan oleh salah satu stasiun tv swasta. Tayangan itu merupakan tayangan kesukaan mendiang nek Diah, ia selalu duduk di depan tv saat acara itu di mulai.
''Jangan bicara seperti itu sayang, nenek sudah bahagia disana, justru nenek akan merasa sedih jika kamu juga sedih disini'' ujar Marvel berusaha membuat Dea tak bersedih lagi.
Dea mengangguk kemudian kembali menikmati acara di tv, mereka berdua terkikik geli saat melihat jika ada adegan yang menurut mereka berdua sangat lucu.
''Sayang apa kamu belum ngantuk?'' Tanya Marvel namun ia tak mendapatkan jawaban apapun atas pertanyaannya.
__ADS_1
''Sayang'' ujarnya lagi namun masih tak ada jawaban.
Ia perlahan menoleh ke arah Dea yang duduk di sampingnya, ia tersenyum kala melihat wajah teduh Dea yang ternyata sudah tertidur.
''Kamu ya, bisa-bisanya tidur dengan kepala yang di dongakkan begitu'' ujar Marvel mulai membaringkan Dea di atas kasur yang sudah Dea gelar tadi.
Denga hati-hati Marvel membaringkan sang kekasih agar tak terganggu dan bangun, sebab jika sudah tertidur dan bangun lagi Dea akan susah tertidur kembali.
Setelah membaringkan Dea dan menyelimutinya, Marvel mematikan tv kemudian juga ikut berbaring di samping Dea.
''Selamat malam sayang'' ujar Marvel mencium pipi Dea sekilas kemudian tidur sambil memeluk Dea.
Mereka berdua tidur nyenyak hingga pagi menjelang, Dea terbangun ketika ia merasa ingin buang air.
''Loh kak Marvel kemana ya? Apa dia sudah pulang?'' ujar Dea yang terkejut melihat tak ada Marvel di sampingnya.
Segera ia bangun dan keluar dari kamar, ia segera mencari Marvel ke seluruh rumah namun ia tak menemukannya dimanapun.
''Nyari apa sayang?'' Tanya Marvel yang muncul dari arah kebun belakang rumah. Di tangannya ia membawa sekeranjang kecil sayuran.
Tangannya penuh dengan tanah, wajahnya juga sebagian sudah penuh dengan tanah. Dea terkejut melihat penampilan Marvel, ia merasa raut wajah Marvel saat ini sangat lucu.
Dea tertawa begitu renyah hingga tak menyadari jika Marvel sedang menatapnya dengan gemas. Andai saja ia tak sedang memegang keranjang berisi sayuran maka otomatis ia akan langsung memeluk Dea.
''Kakak habis ngapain di kebun sampai belepotan begitu'' ujar Dea masih berusaha menahan tawanya yang akan meledak lagi.
''Senang ya kamu ngetawain aku'' ujar Marvel memanyunkan bibirnya pura-pura cemberut.
''Maaf kak, habis kakak keliatan lucu sekali'' ujar Dea mengusap tanah yang ada di pipi Marvel.
Marvel tersenyum menatap Dea, ia merasa sangat bahagia ketika mendapat perlakuan manis dari Dea.
''Ayo masuk kita buat sarapan, kali ini aku yang masak lebih baik sekarang kamu mandi terus siap-siap ke sekolah'' ujar Marvel berjalan masuk ke dalam rumah.
''Tapi kak...''
''Ngak ada tapi-tapi, sekarang kamu mandi terus siap-siap sarapan. Atau kamu mau aku peluk'' ujar Marvel merentangkan tangannya membuat Dea langsung berlari masuk ke kamar mandi dan membuat Marvel terkekeh di tempatnya.
__ADS_1
Marvel mulai menyiangi sayuran yang ia petik tadi di kebun, setelah mencucinya Marvel mulai memasak menu sarapan mereka, Marvel juga membuat tumis kangkung dan sawi, ia juga menggoreng tiga potong daging ayam.
Dengan lihai Marvel memasak sayur dan menggoreng ayam, tepat setelah Dea selesai mandi dan berpakaian masakan Marvel juga sudah matang.
''Ayo sarapan dulu sayang'' ujar Marvel melihat Dea yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya.
''Sudah masak semua kak?''
''Sudah dong, ayo sini duduk. Cicipi menu sarapan spesial untuk istri tercinta'' ujar Marvel mendudukkan Dea.
Dengan telaten Marvel menyendokkan nasi beserta lauknya ke dalam piring yang ada di hadapan Dea.
''Ayo sekarang makan, buka mukutnya aaa....'' ujar Marvel menyuapi Dea.
Dea hanya terbengong melihat apa yang di lakukan oleh Marvel, Entah mengapa dia merasa ada yang aneh dengan Marvel.
''Kenapa kamu natap aku kayak gitu?'' Tanya Marvel melihat Dea yang menatapnya tanpa berkedip.
''Eh, ngak apa-apa kak. Terimakasih sudah buatin Dea sarapan, maaf Dea ngak bantuin tadi''
''Ngak apa-apa sayang, dengan kamu makan masakan ku saja aku sudah senang''
''Ya udah bapak makan juga, habis itu siap-siap kita berangkat ke sekolah. Baju kakak sudah aku siapkan di kamar'' ujar Dea dengan senyuman ke arah Marvel yang sedang menatapnya.
Dea masih saja tersipu malu jika tatapan matanya bertemu dengan Marvel, pipinya akan langsung bersemu merah dan membuat Marvel merasa sangat gemas padanya.
''Semoga semuanya berjalan lancar ya sayang''
''Amin kak'' ujar Dea mengaminkan ucapan Marvel yang sebenarnya ia tak tahu arti dari ucapan Marvel itu.
Setelah mereka berdua sarapan, Marvel juga segera mandi kemudian keduanya bergegas untuk berangkat ke sekolah karena jam dinding sudah menunjukkan pukul 06:45.
Saat tiba di sekolah beberapa siswa terlihat berbisik-bisik melihat Dea turun dari atas motor Marvel. Banyak di antara mereka yang mencibir Dea, banyak juga yang iri dengan keakraban antara Marvel dan Dea.
''Pak, saya ke kelas dulu'' ujar Dea setelah turun dari motor. Ia tak menyadari jika sedari taddi banyak murid yang memperhatikannya.
''Iya jangan lupa istirahat nanti kamu ambil bekal di ruangan saya''
__ADS_1
''Iya pak'' ujar Dea segeera berlari ke kelasnya.