
Bu Wayna memberikan segelas susu hangat untuk Dea, ia tahu jika menantunya itu sangat lelah. Tapi ada pertanyaan yang timbul dalam hatinya entah mengapa ia terkejut melihat cara berjalan Dea.
'Kenapa cara Dea berjalan seperti orang yang baru pertama kali melakukan hubungan? Apa ini memang pertama kalinya atau karena lama tak berhubungan?' batin bu Wayna bertanya-tanya.
Sesungguhnya ia sangat ingin tahu namun ia mengurungkan niatnya sebab ia tak mau mencampuri hal itu yang merupakan prifasi untuk menantunya. Ia tak ingin membuat anak dan menantunya merasa segan kepadanya.
Sinar matahari yang menerpa wajah Rey membuatnya terbangun dari tidurnya, ia sangat terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di kasur lantai tempat Dea tidur dan ia lebih terkejut lagi ketika melihat dirinya yang polos tanpa sehelai benang.
''Apa yang sudah terjadi? Kenapa aku bisa tidur disini dan kemana pakaian ku?'' Ujarnya bangun dan melangkah masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi ia mulai memikirkan apa yang sudah terjadi padanya, ketika ia mulai bisa mengingat semuanya ia segera mandi karena ia ingin memastikan sesuatu.
Setelah mandi tanpa memakai handuk ia segera berlari ke arah kasur lantai dimana ia tadi tertidur.
Ia terkejut saat mendapati kasur itu penuh dengan noda darah, ''sebenarnya apa yang sudah terjadi, kenapa kasur ini penuh noda darah. Apa aku benar-benar melakukannya semalam dan apa Dea masih perawan?'' Ujarnya, namun beberapa detik kemudian ia menyangkal apa yang baru saja ia katakan.
''Ini pasti hanya tipu muslihat Dea saja, wanita sepertinya pasti sudah tahu dengan hal-hal semacam ini, tak mungkin ini pertama kalinya untuk dia. Pasti ini hanya darah palsu, atau mungkin dia sedang datang bulan. Sofi saja tak seperti ini saat aku menyentuhnya, tapi dimana wanita itu sekarang?'' Ujar Rey mencari keberadaan Dea.
Setelah berganti pakaian ia segera keluar dari kamarnya dan mencari Dea, ia ingin memarahi Dea atas apa yang sudah terjadi.
''Pagi mah'' ujar Rey melihat sang ibu sedang duduk di kursi makan.
''Pagi sayang kamu sudah bangun?''
''Iya mah, Dea mana mah?''
''Dea ada di dapur Rey, lagi buat nasi goreng. Mama rindu sama nasi goreng buatan Dea'' ujar bu Wayna meneguk teh hangat yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Rey segera mencari Dea, ketika ia masuk ke dapur, ia melihat sang istri sedang berdiri di depan kompor sambil mengaduk nasi goreng.
Wangi nasi goreng buatan Dea membuat Rey menjadi lapar sehingga perutnya berbunyi dan membuat Dea serta dua orang pelayan yang bersamanya menoleh ke arah Rey.
''Tuan'' ujar kedua pelayan itu.
Dea segera menyelesaikan masakannya karena ia tahu jika sang suami ingin berbicara dengannya.
Segera Dea menghidangkan nasi goreng buatannya untuk ia santap bersama suami dan mertuanya.
''Rasanya enak sayang'' ujar bu Wayna pada menantunya yang duduk di sebelahnya.
Setelah sarapan Rey meminta Dea ikut ke kamar, bu Wayna yang mendengarnya tersenyum sedangkan Dea merasa ketakutan.
Setelah sampai di kamar Rey segera mengunci pintu kamar sedangkan Dea membawa kasur lantai dan selimut yang ia pakai semalam masuk ke kamar mandi.
Sembari berbaring Rey terus memikirkan tentang kejadian semalam, pikirannya terasa kacau. Ia membuka aplikasi berlogo biru pada ponselnya dan menggeser layar ponselnya dari atas ke bawah. Bahkan panggilan telpon dari Sofi ia abaikan begitu saja.
''Dea'' panggil Rey ketika melihat Dea keluar dari kamar mandi.
''I-iya tuan'' ujar Dea menunduk tak berani menatap wajah sang suami.
''Apa semalam kita...'' Rey tak melanjutkan ucapannya sebab kini ia merasa malu karena sudah melanggar isi dari surat perjanjian itu.
''I-iya, iya tuan'' ujar Dea gugup. Ia masih trauma dengan apa yang terjadi.
Rey mengacak rambutnya kasar kemudian berdiri menghadap ke luar jendela kamarnya, ''segera kemasi barang-barang kita, hari ini kita pulang ke rumah''.
__ADS_1
''Iya tuan'' ujar Dea langsung menuju lemari dan membereskan pakaian mereka.
''Anggap saja apa yang terjadi semalam tak pernah terjadi, aku tahu ibu sudah nemasukkan obat perangsang ke dalam susu yang ia berikan pada ku. Jadi itu semua terjadi bukan atas kehendak ku jadi lebih baik kamu lupakan semua yang terjadi tadi malam. Dan satu hal lagi jangan pasang muka sedihmu itu, juga perbaiki cara jalanmu aku tahu jika kau sengaja melakukan itu agar aku percaya jika aku orang pertama yang mengambil kesucianmu. Maaf saja aku tak sebodoh itu dan soal darah itu pasti kamu membeli selaput darah, aku tahu hal semacam itu sudah biasa di lakukan oleh gadis murahan sepertimu. Aku akan pergi menemui mama dan minta ijin untuk pulang, setelah semuanya siap segera turun, nanti aku akan meminta pak Tarjo mengambil barang-barang kita'' ujar Rey sebelum meninggalkan Dea di kamar dengan perasaan yang sangat hancur. Dea merasa kini tak ada lagi harapan untuknya, bahkan harga dirinya serasa sudah tak ada lagi.
Bu Wayna awalnya tak mengijinkan Dea adan Rey untuk pulang namun karena Rey memaksa dan mengatakan jika dia punya banyak pekerjaan akhirnya bu Wayna mengalah dan membiarkan putra serta menantunya untuk pulang.
*
Di lain tempat di rumah Marvel kini sedang diadakan syukuran karena ternyata Regina sedang mengandung. Tidak ssperti di tempat lain jika harus menunggu empat atau tujuh bulan baru mengadakan syukuran, di kota tempat tinggalnya kapanpun kita mengetahui kehamilan maka boleh langsung mengadakan syukuran.
Usia kandungan Regina baru menginjak usia 6 minggu, namun Marvel sangat antusias pada kehamilan sang istri. Meski ia tak mencintai Regina namun ia menyayangi bayi yang ada di kandungan Regina, ia tahu bayi itu tak berdosa.
Ya, Marvel tak mencintai Regina sebab jauh di dalam hati kecilnya cintanya tetap untuk Dea seorang. Sebulan sudah efek guna-guna yang di berikan pada Marvel hilang sudah, ia sudah mengingat tentang Dea dan segala kenangan mereka. Marvel bahkan sempat ingin bercerai dengan Regina andai saja Regina tak dinyatakan hamil oleh dokter.
Ternyata air yang di berikan pada Marvel dan ayahnya beberapa bulan yang lalu sudah di beri mantar sehingga mereka berdua bisa sangat mendukung oernikahan Regina dan Marvel juga melupakan segala sesuatu yang berhubungan Dengan Dea.
Setelah mengetahui perbuatan Regina, Marvel mulai menjauh dari Regina, meski begitu ia memperhatikan semua keperluannya dan bayi yang sedang ia kandung.
''Mas'' panggil Regina. Mas adalah panggilan Regina untuk Marvel.
''Iya, ada apa? Kamu perlu sesuatu?'' Tanya Marvel.
''Tidak apa-apa aku hanya ingin melihat wajah mas saja'' ujar Regina. Ia tak pernah bosan melihat wajah tampan Marvel yang membuatnya tergila-gila sehingga mau menjadi wanita bayaran untuk menikah dengan Marvel.
Awalnya ia hanya ingin balas dendam pada Dea karena sudah membuat sepupunya masuk penjara, namun ia tak bisa menolak ketampanan wajah Marvel sehingga ia meminta orang pintar untuk mengguna-guna Marvel.
Marvel sendiri kesal dengan tingkah Regina yang kadang seperti anak-anak, namun sang ibu mengatakan wajarlah hal itu terjadi karena Regina sedang mengandung dan Marvel harus menjaga agar perasaan Regina tak kacau karena bisa berpengaruh pada janin yang sedang ia kandung.
__ADS_1
Meski bu Valencia dan kakak-kakak Marvel membenci Regina, tapi mau tak mau mereka harus menerima Regina terlebih sudah ada calon cucu dan ponakan mereka di dalam kandungan Regina.