MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
RUMAH WASIAT OPA (POV AUTHOR)


__ADS_3

Dea terus memandangi kunci yang di berikan oleh Marvel padanya, ia merasa jika saat ini ia sedang bermimpi.


''Sayang'' panggil Marvel untuk ke sekian kalinya karena Dea tak merespon panggilannya.


''I-iya pak, ada apa?''


''Kamu kenapa sayang? Apa kamu baik-baik saja?''


''Aku baik-baik saja pak''


''Tapi kenapa kamu diam saja sayang?''


''Aku hanya terkejut pak, apa benar ini rumah untuk saya?''


''Tentu saja sayang'' ujar Bu Valencia yang datang dari sebuah ruangan di dalam rumah itu.


''Mama'' ujar Dea berdiri dari duduknya ketika melihat bu Valencia.


''Duduklah sayang'' ujar bu Valencia memeluk Dea.


''Mama sudah sejak kapan disini? Maaf Dea tidak melihat mama tadi''


''Ngak apa-apa sayang, mama memang ingin memberikan kejutan padamu sayang. Gimana dengan rumahnya apa kamu suka?''


''Aku suka mah, ini kuncinya'' ujar Dea memberikan kunci itu pada bu Valencia.


''Kenapa di kasi sama mama kuncinya sayang? Ini rumah kamu sayang''


''Rumah Dea?''


''Iya sayang, ini buat kamu''


''Tapi kenapa Dea bisa di kasi rumah mah?''


''Karena kamu adalah pendamping Marvel sayang, jadi rumah ini adalah milik kamu''


''Tapi mah kami belum menikah''


''Mama tahu sayang, tapi secara adat kamu sudah jadi istri Marvel dan anak mama. Rumah ini dulunya milik opa Geraldi, opa Marvel, opa Geraldi membuat wasiat sebelum beliau meninggal. Isi wasiat itu adalah siapapun wanita yang Marvel pilih jadi pendampingnya dan Marvel melamarnya maka rumah ini akan menjadi miliknya meski nanti mereka tak berjodoh''


''Tapi bagaimana jika Tuhan tak merestui hubungan kami mah''


''Itu semua sudah takdir nak, jika memang nantinya kalian tak berjodoh tak ada yang bisa memungkiri jika kamu pernah menjadi anak mama dan tak akan membuat keputusan mama dan keluarga untuk memberikan rumah ini sama kamu sayang''


''Tapi aku merasa tidak pantas menerima hadiah sebesar ini mah''


''Tidak sayang, kamu sangat pantas sayang, mama akan sangat bahagia jika kamu menerimanya, tapi mama akan sangat sedih jika kamu menolaknya''


''Terimalah sayang'' ujar Marvel ikut duduk di samping Dea.


Kini Dea duduk di antara Marvel dan bu Valencia, Dea merasa sangat bahagia berada di tengah-tengah orang yang mencintainya.


''Baiklah mah saya akan menerimanya, tapi jika nanti saya tidak berjodoh dengan pak Marvel saya akan mengembalikannya karena saya tidak berhak untuk mendapatkannya''

__ADS_1


''Tidak sayang, apapun yang terjadi nanti rumah ini tetap menjadi milikmu. Marvel sudah mengurus semuanya, nak berikan sertifikatnya pada Dea''


Marvel berdiri dari duduknya dan mengambil sebuah map dari dalam tasnya.


''Ini sayang'' ujar Marvel memberikan map itu kepada Dea.


(Sertifikat tanah dan rumah untuk cucu menantu Enrico Geraldi) seperti itulah tulisan di depan map yang di berikan Marvel.


''Ayo di buka sayang'' ujar bu Valencia.


''Iya mah'' Dea mulai membuka map dan terkejut saat melihat namanya tertera sebagai pemilik rumah dan tanah.


''I-ini...ini benaran mah?''


''Iya sayang''


''Terimakasih mah, Dea tak tahu apa yang akan Dea berikan untuk membalas semua ini'' ujar Dea memeluk bu Valencia.


''Jangan menangis sayang, dengan kamu mencintai Marvel saja itu sudah lebih dari cukup sayang'' bu Valencia juga memeluk Dea.


''Aku ngak di ajak pelukan nih'' ujar Marvel melihat dua wanita yang di cintainya saling berpelukan.


''Kamu ngak usah, mama mau meluk anak mama''


''Aku kan anak mama bukan dia'' ujar Marvel memajukan bibirnya berpura-pura marah.


''Aku anak mama kan bukan dia?'' Tanya Dea.


''Iya dong sayang'' jawab bu Valencia.


''Mah tolongin Dea''


''Marvel'' ujar bu Valencia.


''Maaf mah, habis dia ngeselin banget''


Setelah melihat-lihat semua ruangan dalam rumah itu, mereka semua pamit pada bu Ratna yang di tugaskan untuk menjaga rumah itu saat ini.


''Kita ke rumah kamu ya sayang bolehkan?'' ujar bu Valencia ketika mereka berada di atas mobil. Dea pulang dengan menaiki mobil bu Valencia dan Marvel naik motornya.


''Tentu saja boleh mah''


''Kalau mama bermalam apa boleh?''


''Tentu saja mah, tapi rumah Dea kecil mah''


''Tidak apa-apa sayang, mama juga dulu tinggal di rumah kecil''


''Kalau begitu ayo kita masuk mah'' ujar Dea turun dari mobil lebih dahulu setelah mobil berhenti di halaman rumahnya.


''Ayo sayang''


''Sore nek'' ujar Dea masuk dan menyapa nenek yang sedang menonton televisi sambil menganyam tikar.

__ADS_1


''Sore nak, sore bu Valencia. Silahkan duduk bu, Dea buatkan minum''


''Iya nek, silahkan duduk mah. Saya buatkan minuman dulu, mama mau minum apa? Mau minum teh atau mau coba minuman hangat buatan nenek?''


''Minuman hangat aja sayang, Marvel bilang itu sangat enak''


''Baik mah, Dea ambilkan dulu''


Dea berlalu menuju ke arah dapur dan terkejut kala melihat Marvel sedang duduk disana.


''Loh bapak juga sudah sampai?''


''Iya sayang, nih aku lagi minum minuman hangat'' Marvel menganggkat gelas yang berisi minuman hangat yang sedang ia minum.


''Jadi bapak lebih dulu sampai?''


''Iya sayang, oh iya aku pinjam baju kamu nih'' ujar Marvel memperlihatkan badannya yang memakai baju kaos milik Dea.


''Eh'' Dea terkejut melihat badan Marvel yang terlihat sangat lucu karena memakai baju Dea yang kekecilan baginya.


''Hahahaha pak, ini baju kecil kenapa bapak pakai? Ayo kemari aku berikan baju yang cocok buat bapak'' Dea menarik tangan Marvel mengikutinya ke kamar, namun sebelum itu Dea mengantarkan minuman hangat buat bu Valencia.


''Minum dulu mah'' ujar Dea meletakkan minuman hangat di meja.


''Terimakasih sayang''


''Aku ambilkan baju untuk pak Marvel dulu mah''


''Emang dia kenapa?'' Tanya bu Valencia.


Dea melirik ke arah Marvel kemudian terkekeh, bu Valencia juga mengikuti arah lirikan mata Dea dan sontak ia terkejut kala melihat Marvel yang terlihat lucu menggunakan baju yang kekecilan. Bu Valencia tertawa melihat anaknya yang terlihat sangat lucu.


''Kamu kenapa sayang?'' Tanya bu Valencia dengan nada mengejek pada putranya.


Marvel segera berbalik badan dan masuk ke kamar Dea.


''Aku ke kamar dulu ya mah, mau mengambil baju buat pak Marvel''


''Iya sayang''


Dea bergegas masuk ke kamarnya mengikuti Marvel dan segera mencari baju yang cocok untuk Marvel.


''Nah ini dia'' ujar Dea setelah menemukan baju yang lumayan besar.


''Bapak pake baju ini aja ya? Tapi ini bukan baju baru pak''


''Ngak apa-apa sayang'' ujar Marvel segera membuka bajunya.


Dea segera berbalik badan saat Marvel mulai membuka bajunya, Marvel tertawa melihat tingkah Dea.


''Baju ku mana sayang?''


''Ini pak'' ujar Dea menghadap ke arah Marvel sembari menyodorkan baju untuk Marvel dengan mata yang tertutup.

__ADS_1


Marvel yang gemas melihat tingkah Dea langsung mencium pipi Dea setelah memakai bajunya.


''Terimakasih sayang'' ujar Marvel setelah mencium pipi Dea dan berlari keluar sebelum Dea marah padanya.


__ADS_2