MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
AKANKAH TERULANG KEMBALI (POV AUTHOR)


__ADS_3

Ketika Dea sampai ke parkiran kampus ia terkejut melihat begitu ramai mahasiswa dan dosen yang berkumpul disana. Terlihat ada keributan yang membuat semua orang berkumpul, namun karena Dea bukanlah orang yang suka ikut campur urusan orang lain, ia lebih memilih untuk mencari teman-temannya.


Langkahnya terhenti ketika ia mendengar namanya di teriakkan oleh seseorang, ia berbalik dan melihat jika orang-orang yang tadi berkerumun di salah satu sudut parkiran kini berada di depannya.


''Iya, ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Dea berusaha tenang.


''Oh, jadi ini yang namanya Dea? Bukannnya cantik juga'' ujar seorang mahasiswi, ia memperhatikan Dea dari kepala hingga kaki kemudian mencebikkan bibirnya.


''Iya nama saya Dea, ada yang bisa saya bantu?'' Ujar Dea. Ia bingung melihat orang-orang berjalan menghampirinya.


''Ngak ada, cukup kamu tahu diri saja, ngak usah sok kecakepan kamu ngak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan kami. Jadi jangan pernah lagi kamu dekat-dekat dengan pak Marvel, pak Marvel itu milik bu Alya'' ujar seorang mahasiswi membuat Dea terkejut.


'Jadi ini semua karena aku dan kak Marvel dekat' batin Dea.


''Ingat ya, jika sekali lagi kami lihat kamu mendekati pak Marvel, kami akan memberikanmu pelajaran''


''Maksudnya bagaimana?'' Tanya Dea.


''Tidak usah sok polos kami tahu beberapa hari yang lalu kamu mencoba menggodanya, kami juga pernah melihatmu keluar dari mobil pak Marvel pagi-pagi di parkiran dosen. Apa jangan-jangan kamu menyerahkan dirimu pada pak Marvel agar dapat nilai bagus nanti?'' Ujar seorang dosen muda yang membuat orang-orang di sekitar menertawakan Dea.


''Maaf, tapi...''


''Ngak usah tapi-tapian, ingat Marvel itu milik ku, Alya, aku akan menjadikannya kekasihku jadi jangan pernah kamu berani mendekatinya lagi. Kalau tidak kamu akan tahu akibatnya'' ujar dosen muda benama Alya sambil berjalan melewati Dea dan dengan sengaja menyenggol Dea.


Dea diam tak bergeming di tempatnya, ia kembali terbayang kegiatan pembulian yang ia alami di sekolahnya dulu.


'Apakah kejadian itu akan terulang kembali?' Batin Dea bertanya-tanya.


Dea terus melamun hingga akhirnya ia tersadar setelah merasakan sebuah tepukan di bahunya.


"Sudah pulang dek?" Tanya Febi.


"Sudah kak, kakak juga ada disini?"


"Iya dong kakak pasti akan hadir di hari bahagia adik kakak, ayo kita berangkat sekarang, Josep dan teman-teman kamu sudah ada di mobil" ujar Febi menunjuk ke sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.


Dari dalam mobil terlihat Sukma, Gema, Darmi dan juga Amelia melambaikan tangan pada Dea.


"Ayo sayang" ajak Febi. Febi sangat menyayangi Dea, ia sudah menganggap Dea seperti adiknya sendiri.


"Kak Febi ngak benci sama aku?" Tanya Dea yang membuat langkah Febi terhenti.


"Benci?"


"Iya kak, karena dulu Dea menghilang ketika aku dan pak Marvel akan menikah. Maafkan Dea kak"

__ADS_1


''Kakak ngak akan benci sama kamu karena hal itu Dea, kakak tahu jika pasti itu bukanlah kemauan kamu. Apa kamu masih mencintai Marvel?" Tanya Febi dan di angguki oleh Dea.


"Tapi aku merasa tidak pantas lagi untuk bersanding dengan pak Marvel kak, terlebih dengan status aku yang sekarang. Aku khawatir akan berpengaruh pada kak Marvel"


"Kamu adalah pendamping terbaik untuk Marvel dek, dan adik terbaik untuk kami, juga menantu terbaik buat mama dan papa" ujar Febi tersenyum ke arah Dea.


Febi Masih sangat mengingat betul bagaimana terpuruknya Marvel selama ini setelah ia tak mengetahui dimana keberadaan Dea. Bahkan Marvel sampai beberapa kali masuk rumah sakit karena kelelahan mencari Dea yang saat itu ia tak tahu dimana.


"Sudah jangan berpikiran yang tidak-tidak, sekarang ayo kita siap-siap buat pertunangan kalian" Febi menggandeng tangan Dea masuk ke dalam mobil.


Mobil yang di kemudikan oleh Josep melaju meninggalkan halaman kampus menuju ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota M.


Di dalam mobil Dea lebih banyak Diam ia tidak tahu apa yang harus ia katakan, ia masih terus membayangkan kejadian yang baru saja terjadi.


"Dea" panggil Darmi membuat Dea terkejut.


"Kamu kenapa?" Tanya Darmi dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Dea.


"Kalau ada masalah ceritalah ada kami sayang" Ujar Sukma.


"Ngak ada apa-apa koq, aku hanya.."


"Aku tahu, pasti kamu sedang gugup kan? Ngak usah gugup Dea anggap aja Tuhan sudah menjawab semua doamu" ujar Gema yang berusaha membuat suasana kembali ceria, meski ia tahu jika pasti ada sesuatu hal yang mengganggu pikiran sahabatnya itu.


Semua orang di mobil tertawa mendengar ucapan Gema, membuat Dea ikut tersenyum.


Sekiyar 30 menit berkendara, akhirnya mereka semua tiba di sebuah gedung yang sangat besar dan megah.


"Kalian masuklah lebih dahulu, aku akan parkirkan mobilnya" ujar Josep.


"Baik mas" jawab Febi.


Dea, Darmi, Sukma, Gema dan Febi berjalan masuk ke dalam pusat perbelanjaan, mereka menuju ke sebuah lift yang dijaga oleh beberapa pria berpkaian hitam.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah seorang pria berbadan tegap.


"Siang pak, kami ingin ke toko G" ujar Febi.


"Boleh kami lihat kartu aksesnya?"


"Dea, kartu pemberian Marvel tadi mana?" Tanya Febi membuat Dea segera mengeluarkan kartu itu dari dalam sakunya.


"Ini kak"


"Silahkan di lihat pak" ujar Febi memberikan kartu akses itu kepada pria berpakaian serba hitam itu.

__ADS_1


Kedua pria itu terkejut melihat kartu yang di tunjukkan oleh Febi, keduanya menunduk dan mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam lift.


"Silahkan nyonya, maaf membuat anda menunggu" ujar salah seorang di antara mereka.


Tepat saat mereka berlima akan masuk ke dalam lift, Josep menghampiri mereka.


"Selamat siang tuan, maaf sudah membuat keluarga anda menunggu lama"


"Tidak masalah, kalian sudah bekerja dengan sangat baik, terimakasih Jack dan Alex. Kami akan ke atas dulu, sekalian saya ingin memberikan ini, titipan dari mama untuk kalian" Josep memberikan dua buah kartu undangan pada Alex dan Jack.


Alex dan Jack adalah bodyguard kesayangan keluarga Marvel, mereka sangat telaten dalam melakasanakan tugas mereka. Keduanya sudah dia anggap keluarga oleh bu Valencia sekeluarga.


"Baik pak, terimakasih"


Mereka berenam masuk ke dalam lift dan menuju ke tempat dimana Marvel dan bu Valencia sudah menunggu mereka.


"Siapa gadis tadi? Kenapa ia punya kartu milik tuan Marvel?" Tanya Alex.


"Entahlah Lex, ngomong-ngomong ini sepertinya kartu undangan" ujar Jack membolak balikkan undangan di tangannya.


"Ini undangan pertunangan tuan Marvel dengan seseorang bernama Dealova melody" ujar Alex.


"Apa gadis yang tadi itu calonnya tuan Marvel?"


"Entahlah, mungkin saja ia. Semoga siapapun yang akan bertunangan dengan tuan Marvel semoga bisa mencintai tuan Marvel dengan tulus."


"Amin. Lex, kamu ingat ngak nama yang pernah tercantum di kartu undangan yang pernah di cetak beberapa tahun lalu?"


"Ingat Jack, astaga ini namanya sama kan?"


"Iya, untuk apa tuan Marvel menikahi gadis yang sudah meninggalkannya dulu? Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Entahlah, tapi mungkin saja gadis itu memang jodohnya tuan Marvel. Lihat saja mereka terpisah dan kini kembali bertemu dan akan bertunangan, Tuhan memang menakdirkan mereka berjodoh"


"Semoga saja kali ini tuan Marvel akan bahagia"


"Amin"


Alex dan Jack mendoakan semua yang terbaik untuk Dea dan Marvel, mereka sangat menyayangi Marvel sebab mereka sudah mengabdi pada keluarga itu sejak Marvel masih sekolah dahulu dan Marvel juga memperlakukan mereka dengan sangat baik.


Dea dan yang lainnya tiba di lantai 12 pusat perbelanjaan itu, disambut dengan senyuman dari Marvel dan bu Valencia.


Bu Valencia berjalan menghampiri Dea, sedangkan Marvel terpaku di tempatnya melihat Dea yang begitu menggemaskan saat tertawa.


"Ngak usah diliatin terus, ntar kamu kebablasan" ujar Josep menggoda Marvel.

__ADS_1


"Ngak koq, aku ngak liatin Dea"


"Aku kan ngak ngomong soal Dea" ujar Josep kemudian berjalan dan duduk di sofa bersama sang istri, di ikuti oleh Darmi, Sukma dan Gema.


__ADS_2