MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
SEPIRING BERDUA (POV AUTHOR)


__ADS_3

''Yang benar neng?'' Tanya bu Mira.


''Iya bu, kayak ada orang yang terus ngawasin Dea''


''Tempo hari juga anak ibu ngomong gitu neng, tapi ibu kira itu hanya perasaan ank ibu saja. Ibu jadi khawatir neng, kalau gitu jangan lewat disitu lagi neng bahaya''


''Iya bu'' ujar Dea.


''Siang'' ujar Dea memasuki rumah


''Siang nak, kamu sudah pulang?''


''Iya nek, nenek tidak tidur siang?''


''Sudah nak, kamu makan siang dulu gih, tadi bibi mu bawa lauk''


''Bi Tina udah pulang nek?''


''Belum, tadi dia cuma nganter lauk buat kita''


''Oh gitu, Dea ganti baju dulu ya nek''


Dea memasuki kamarnya dan meletakkan buku tugas yang ia bawa dari sekolah di atas meja belajarnya. Ia terkejut melihat ada sebuah kotak kecil di atas meja belajarnya, karena seingatnya ia tak pernah memiliki kotak seperti itu dan tak pernah melihat kotak itu di rumah ini sebelumnya.


''Apa ini milik pak Marvel ya?'' gumam Dea.


Ia meletakkan kembali kotak yang sudah ia pegang tadi ke atas meja kemudian mengambil baju ganti dari dalam lemari. Setelah berganti pakaian ia menuju ke kamar mandi untuk mencuci pakaian sekolahnya dan baju seragam Marvel yang Marvel pakai kemarin.


''Sekalian aja aku cuci baju pak Marvel'' ujarnya membawa baju mereka ke kamar mandi.


Dengan tersenyum ia mulai mencuci pakaiannya dan Marvel, 'meski nanti kita tak berjodoh setidaknya saya pernah merasakan menjadi istri bapak meski belum sepenuhnya' batin Dea.


Setelah mencuci dan menjemur pakaiannya dan Marvel, Dea segera makan siang karena perutnya sudah berbunyi sejak tadi. Ia makan dengan lahap dan tak menyadari jika sedari tadi Marvel terus memperhatikannya.


Saat Dea sedang menjemur baju mereka berdua tadi, Marvel sudah pulang namun ia tak langsung menemui Dea.


Marvel terus memperhatikan Dea yang makan dengan lahapnya, raut wajah bahagia ketika menyuap makanan ke dalam mulutnya membuat Marvel tersenyum.


''Nak Marvel tidak makan?'' Tanya nek Diah yang melihat Marvel hanya berdiri saja memandangi Dea yang sedang makan.


''Eh, bapak sudah datang. Ayo duduk pak kita makan, Dea ambilkan piring dulu ya. Bapak cuci tangan nanti Dea siapkan makannya'' ujar Dea berdiri dari duduknya menuju ke dapur mengambil piring dan sendok untuk Marvel.


''Ayo makan sama Dea nak, nenek sudah makan tadi. Nenek ke kios dulu ya, jangan sungkan-sungkan ini juga rumah kamu'' ujar nek Diah sebelum meninggalkan Dea dan Marvel di ruang makan.


''Ayo makan pak'' ujar Dea meletakkan piring yang sudah ia isi dengan nasi putih.


''I-iya, aku cuci tangan dulu sayang'' ujar Marvel.


''Iya pak''


Dea menunggu Marvel yang sedang mencuci tangannya ada rasa bahagia melihat Marvel berjalan ke arahnya.


''Ayo makan'' ujar Marvel duduk di samping Dea dan langsung menyuap makanan yang ada di piring Dea.


''Loh itu kan makanan Dea pak'' protes Dea melihat Marvel langsung memakan makanan miliknya.


''Emangnya salah gitu kalau aku makan makanan milik istri ku sendiri''

__ADS_1


''Tapi, itu bekas aku pak''


''Ngak apa-apa, ayo makan. Aaa....'' ujar Marvel sambil menyuapkan sesendok nasi pada Dea.


Dengan senang hati Dea menerimanya, ''terimakasih pak'' ujarnya.


''Sama-sama sayang''


''Ayo makan lagi, kita makan makanan kamu saja ya''


''Boleh pak, tapi tinggal sedikit pak''


''Nanti kita tambah lagi'' ujar Marvel melirik ke arah nasi yang ada piring yang di ambilkan oleh Dea untuknya.


''He'em'' ujar Dea terus mengunyah makanannya.


Mereka menikmati makan siang itu dengan suasana yang romantis, meski makan seadanya tapi suasananya rasanya menjadi sangat berbeda.


''Ternyata enak ya makan sepiring berdua. Jadi pengen tiap hari begini'' ujar Marvel membuat bola mata Dea membulat sempurna.


''Eh''


''Benarkan sayang? Serasa udah jadi suami istri benaran. Pulang kerja ada istri yang menyambut, menyiapkan makanan dan mencuci pakaian'' ujar Marvel menggoda Dea.


''Bapak tahu dari mana saya cuci baju bapak?''


''Tadi saya liat kamu jemur''


''Jadi bapak udah pulang dari tadi?''


''Ngak tuh''


''Yakin? Aku liat loh tadi. Aku juga mau jadi bajunya dong''


''Apa sih pak. Aku mau cuci piring dulu'' ujar Dea meninggalkan Marvel yang terkekeh di tempat duduknya. Ia merasa puas menggoda Dea, pipi bersemu Dea menjadi hiburan tersendiri baginya.


''Kamu masih malu-malu aja De'' gumam Marvel.


Dea mencuci piring bekas makannya dan Marvel, setelahnya ia mencari keberadaan Marvel karena ia sudah tak ada di ruang makan.


Ketika mendekati halaman samping rumah ia mendengar suara nenek dan Marvel berbincang-bincang. Dea tak langsung menemui Marvel melainkan melihat dari balik pintu.


''Ini terlalu mewah untuk nenek dan bibi nak'' ujar nenek yang membuat Dea bingung.


''Tidak nek, ini bahkan tak seberapa nek. Aku berharap nenek mau menerimanya, ini hadiah dari aku untuk nenek dan bibi karena sudah menjaga Dea dengan sangat baik. Jangan katakan ini pada siapapun termasuk Dea nek, ini adalah kasih sayang Marvel untuk nenek dan bibi, hanya nenek dan bibi saja yang boleh tahu''


''Terimakasih nak, sebenarnya ini tidak perlu. Dengan kamu menjadi pendamping hidup Dea saja nenek sudah sangat bahagia nak''


''Aku juga bahagia nek dan merasa beruntung memiliki Dea, aku cari Dea dulu nek sekalian mau pamit pulang''


''Iya nak, hati-hati di jalan nenek tak punya apa-apa untuk oleh-oleh bagi ibu mu nak''


''Tak perlu nek, yang penting nenek sehat terus''


Dea meneteskan air mata mendengar perbincangan keduanya dan saat Marvel akan masuk ke dalam rumah, Dea segera masuk ke kamarnya pura-pura mencari buku.


''Sayang'' panggil Marvel masuk ke kamar Dea.

__ADS_1


''Iya pak''


''Kamu kenapa? Koq mata kamu begitu? Kamu habis nangis?''


''Ng-ngak koq tadi kelilipan pas mau ngambil buku pak''


''Benar?''


''I-iya pak''


''Sini aku lihat'' ujar Marvel mendekati Dea.


Dea merasa gugup berada begitu dekat dengan Marvel membuat ia mundur dan terpojok di dinding kamar.


Marvel terus mendekati Dea sambil menatap dalam matanya, 'kamu sangat cantik' batinnya.


Ia menunduk dan meniup-niup mata Dea yang sudah tak bergerak di dinding kamar.


''Nah sudah baik kan?'' Tanya Marvel.


''Su-su-sudah pak, terimakasih''


''Sama-sama sayang'' ujar Marvel yang masih menatap wajah Dea.


Puk


Marvel tiba-tiba memeluk Dea dan hal itu membuat Dea terkejut.


''Pak''


''Eh, maaf sayang'' ujar Marvel gelagapan.


''Tugas tadi mana sayang?''


''I-itu di meja pak''


''Aku ambil ya, oh iya aku sekalian mau pamit sayang soalnya sudah sore atau aku bermalam lagi ya'' ujar Marvel.


''Terserah bapak saja'' ujar Dea karena ia tahu jika Marvel hanya sedang menggodanya.


''Aku tinggal saja disini selamanya''


''Eh ngak boleh''


''Kenapa?''


''Disini ngak cukup kamarnya''


''Kan ada kamar kamu, eh maksudnya kamar kita''


''Ngak boleh''


''Ya udah, aku pamit ya sayang, kapan-kapan aku kesini lagi''


''Iya pak hati-hati''


Dea mengantar Marvel ke depan rumah dan baru masuk ketika motor Marvel sudah menghilang dari pandangan.

__ADS_1


__ADS_2