MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
PERSIAPAN KE KOTA M


__ADS_3

Setelah memastikan jika barang-barang yang mereka butuhkan untuk memulai usaha kios sembako sudah cukup, mereka memuruskan untuk pulang. Barang-barang belanjaan mereka akan di antarkan oleh mobil boks milik toko grosiran itu.


''Sekarang kalian istirahat dulu, nanti sore baru kita susun barang-barang di kios'' ujar Dea.


Selain barang-barang dagangan, Dea juga membeli beberapa etalase untuk menyusun barang dagangan mereka di kios. Cukup banyak barang yang Dea beli sebab ia memang ingin jika kios yang akan Ana kelolah benar-benar bisa membantu Ana dalam memenuhi kebutuhan hidupnya bersama kedua adiknya.


Sekitar pukul 3 sore, mereka berempat sibuk di kios menyusun dan menata barang dagangan mereka, karena mereka terlalu fokus mereka tak menyadari jika ternyata hari sudah beranjak malam.


Dea meminta Ana untuk membeli saja makan malam untuk mereka sebab mereka tak sempat memasak.Ana segera menuju ke salah satu kedai makanan siap saji yang terletak sekitar 200 meter dari rumah. Ia membeli empat bungkus makanan yang akan mereka santap sebagai makan malam.


Pukul 9:45 malam, kegiatan mereka di kios telah selesai dan esok mereka sudah bisa mulai membuka kiosnya. Setelah memastikan jika kios sudah terkunci dengan baik, mereka semua beranjak untuk tidur.


Dua hari sudah kios sembako Dea mulai di buka dan ada begitu banyak pembeli yang datang sebab harga yang di tawarkan oleh Dea cukup murah dari kios-kios sembako yang lain.


"Dek, besok kakak sudah harus berangkat ke kota M, kakak harap kalian jaga diri baik-baik ya. Hansen dan Yosen tolong jaga kak Ana dengan baik dan rajin belajar agar apa yang kalian cita-citakan bisa tercapai"


"Siap kak Dea, kami akan jaga kak Ana dengan baik dan juga akan belajar dengan giat"


"Bagus, ya sudah sekarang istirahat ini sudah malam, besok kalian harus sekolah kan?"


"Iya kak"


Hansen dam Yosen beranjak untuk tidur, kini mereka tak lagi tinggal di kontrakan melainkan tinggal di rumah Dea. Dea dan Ana masih membahas beberapa hal sebelum mereka berdua memutuskan untuk tidur juga.


Di tempat lain, Marvel juga sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kota M.Ia memiliki tugas yang harus ia selesaikan disana, dengan semangat ia mempersiapkan segala kebutuhannya.


"Nak, kamu kenapa semangat sekali? Biasanya jika ada tugas yang harus kamu lakukan di luar kota kamu sangat malas-malasan" Tanya bu Valencia karena merasa aneh dengan sikap Marvel.


"Entahlah bu, aku hanya berharap semuanya baik-baik saja"

__ADS_1


"Gimana hubungan kamu dengan Hany?" Tanya bu Valencia membuat gerakan tangan Marvel yang sedang menata baju-bajunya masuk ke koper terhenti lalu menatap sang ibu.


"Aku tak memiliki hubungan apapun dengan Hany bu, aku hanya menganggapnya sebagai teman saja tidak lebih" Ujar Marvel melanjutkan aktivitasnya.


"Tapi sampai kapan kamu akan menutup hati mu nak? Kamu juga tidak bisa mengharapakan Dea lagi sebab ia sudah bahagia bersama suami dan anaknya"


Marvel tak bergeming mendengar ucapan sang ibu, 'jika ia sudah bahagia akupun akan bahagia bu, tapi entah mengapa perasaanku mengatakan jika ia sedang tidak baik-baik saja' batin Marvel.


"Nak, nak kamu kenapa?" Tanya bu Valencia melihat putranya sedang melamun.


"Ngak apa-apa bu, ibu istirahat saja ini sudah malam"


"Baiklah nak" ujar bu Valencia beranjak dari kursi dan keluar dari kamar Marvel yang kini masih penuh dengan fotonya bersama Dea.


Setelahh selesai merapikan kopernya ia juga berbaring di atas ranjang sambil menatap fotonya bersama Dea yang ia jadikan walpaper di ponselnya.


"Kamu dimana sayang? Apaa kamu baik-baik saja? Entah mengapa perasaan ku mengatakan jika kamu sedang bersedih" ujar Marvel kemudian memeluk ponselnya.


"Iya bu" ujar Marvel yang mendengar panggilan bu Valencia dari luar kamar.


Marvel bangun dan segera mandi kemudian pergi sarapan lalu bersiap untuk berangkat ke bandara.


"Ayo sayang, nanti kamu bisa ketinggalan pesawat nak" ujar bu Valencia yang sudah duduk di dalam mobil bersama Josep.


Sebelum berangkat ke bandara Marvel berdoa dan tak lupa ia mengambil fotonya bersama Dea dan ia masukkan ke dalam dompetnya.


"Ayo sayang kita mulai hidup baru bersama di kota yang baru, aku akan selalu membawamu kemanapun aku pergi sebelum ada yang bisa menggantikanmu di hati ku. Tapi ku rasa aku tak akan pernah menemukan penggantimu sayang" ujar Marvel mencium fotonya bersama Dea kemudian menyusul sang ibu masuk kedalamobil.


"Bu, tolong jangan biarkan siapapun selain ibu dan kak Josep yang masuk ke kamar ku dan jangan sampai ada barang-barang di kamar yang berpindah tempat. Aku tidak ingin jika foto-foto dan barang kenangan bersama Dea di kamar itu hilang"

__ADS_1


''Baik nak, tapi jangan terlalu berharap nak, ingat dia sudah bahagia bersama suami dan anaknya nak. Jika bisa kamu juga harus bisa mencari kehidupan yang baru nak'' ujar bu Valencia menggengam tangan Marvel.


''Iya bu, akan aku coba'' ujar Marvel membuat bu Valencia tersenyum.


'Andai saja ibu tahu jija tak ada yang bisa menggantikan posisi Dea di hati ku bu' batin Marvel.


Setelah berkendara sekitar 45 menit akhirnya mereka tiba di bandara, mereka berpisah ketika Marvel akan naik ke pesawat.


''Jaga diri kamu nak, mama tidak bisa menjaga kamu karena kita berjauhan''


''Iya mah, mama juga jaga diri. Kak Josep aku titip mama dan semuanya''


''Iya dek, kamu hati-hati ya disana. Jaga diri dan jangan ikut bergaul dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab''


''Iya kak, aku masuk dulu ya''


Bu Valencia dan Josep bergegas pulang saat pesawat yang Marvel naiki sudah lepas landas.


Satu jam 45 menit Marvel berada di atas pesawat sampai akhirnya pesawat mendarat di bandara kota M dengan selamat.


''Akhirnya sampai juga, semoga di tempat ini aku bisa memulai kehidupan yang lebih baik. Aku akan berusaha untuk melupakanmu Dea meski itu tak mungkin. Tapi seperti yang ibu katakan aku tak boleh egois dengan tetap mengharapkanmu padahal kamu sudah bahagia dengan orang lain. Tapi selama aku belum menemukan penggantimu yang mampu membuatku merasa nyaman, aku tak akan melupakanmu'' ujar Marvel kembali memandangi fotonya bersama Dea.


''Hy kak, gimana perjalanannya?'' Ujar seorang laki-lakienghampiri Marvel.


''Hy Ben, syukurlah tidak ada hambatan. Kamu sudah lama nunggu?''


''Belum ini juga baru sampai tadi jemput istri dulu''


''Gitu, terus mana istri kamu?''

__ADS_1


''Ada di mobil kak, ayo kita kesana''


''Ayo Ben''


__ADS_2