MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
MERENCANAKAN KEJUTAN (POV AUTHOR)


__ADS_3

Semua prosesi lamaran telah selesai dan kini semua orang sudah kembali ke rumah masing-masing terkecuali orangtua Marvel dan juga bi Tina beserta keluarga kecilnya.


Kini mereka semua sedang duduk di ruang keluarga, mereka terlibat pembicaraan yang serius namun Marvel dan Dea tak di libatkan dalam hal ini. Keduanya di minta untuk istirahat telebih dahulu karena mereka akan merencanakan sebuah kejutan untuk keduanya.


''Ngapain kakak masuk ke kamar ini?'' Tanya Dea melihat Marvel mengikutinya masuk ke dalam kamar.


''Astaga sayang kamu lupa ya kalau sekarang kamu sudah menjadi milikku lagi'' ujar Marvel membuat langkah Dea yang tadi cuek kini menatap ke arah Marvel.


Degup jantung Dea kini tak beraturan sebab kini tatapannya terkunci oleh tatapan Marvel yang mampu membuat Dea diam membisu.


Marvel berjalan semakin mendekat ke arah Dea membaut Dea merasa sangat deg-degan.


"Bapak mau ngapain? Jangan dekat-dekat atau aku panggil mama" ujar Dea gugup sebab Marvel masih terus menatapnya.


"Silahkan saja, aku ngak takut lagipula kita kan sudah jadi pasangan sekarang dan aku mau ngapain kamu boleh-boleh saja" ujar Marvel berusaha untuk terus menggoda Dea yang kini sudah terpojok di dinding.


Tepat ketika ia sudah berdiri tepat di hadapan Dea, bu Valencia datang dan langsung menarik kuping sebelah kanan Marvel membuatnya mengeluh kesakitan.


"Aduh, aduh sakit" Ujar Marvel membuat Dea tersenyum.


"Mau kamu apain anak mama?" Tanya bu Valencia pada Marvel yang kini masih mengaduh kesakitan sebab tangan sang ibu masih berada di kupingnya.


"Mamah, aku ngak ngapa-ngapain koq. Iya kan sayang?" Ujar Marvel berharap Dea akan menolongnya.


"Tadi kak Marvel jahilin Dea mah" ujar Dea dengan wajah yang berpura-pura sendu membuat bu Valencia memelintir telinga Marvel semakin keras.


"Kamu ini mama suruh istirahat bukannya gangguin Dea"


"Iya inikan Marvel mau istirahat mah"


"Trus ngapain kamu disini?"


"Aku mau tidur mah, inikan kamar ku, maksud ku kamar kami, aku dan Dea"


"Siapa yang kasi kamu ijin buat tidur disini, mulai malam ini kamar ini milik Dea dan kamu tidur di kamar belakang"


"Ya ngak bisa gitu dong mah, inikan kamar aku"


"Jadi kamu mau kalau Dea yang tidur di kamar belakang"


"Ngak mah''

__ADS_1


''Ya sudah kalau gitu kamu mengalah aja, ini ngak lama koq hanya sampai kalian resmi menikah. Mama tidak mau jika kalian tidur sekamar sebelum kalian menikah, mama tahu otak kalian para laki-laki dan mama tidak mau jika putri mama kamu apa-apain"


"Ish mama, ngak koq, paling juga Marvel cuma meluk doang"


"Ngak, sekarang kamu ikut mama, kamu tidur di kamar belakang. Sayang kamu istirahat ya besok kan kamu mau ke kampus"


"Iya mah"


Setelah bu Valencia keluar dari kamar bersama Marvel, Dea segera mengunci pintu kemudian berbaring di atas kasur milik Marvel. Ia dapat mencium wangi parfum Marvel yang tertinggal di bantal dan selimut yang kini Dea gunakan.


"Ternyata parfum kakak masih sama seperi dulu" gumam Dea menutup matanya dan tak lama ia terlelap.


Ternyata Marvel di bawa ke ruang keluarga dimana semua orang masih berkumpul, Josep dan Imelda tertawa melihat Marvel yang masih terus mengaduh kesakitan sebab bu Valencia masih terus mencubit kuping Marvel.


''Sudag mah, sakit nih telinga Marvel''


''Bayi besar kita kenapa lagi tuh Jos?'' Tanya Imelda.


''Kamu kenapa Vel?''


''Nih, adik kamu Jos, masa ia masuk ke kamar Dea ganggu Dea yang mau istirahat. Udah tahu Dea besok ada kelas eh dia malah godain Dea sampai Dea mojok di dinding" ujar bu Valencia mendumel.


Semua orang yang masih berada disitu sontak tertawa membuat Marvel merasa salah tingkah, niat ingin menggoda Dea, kini ia yang akan menjadi bahan godaan kakak-kakaknya.


"Sudah sama kamu tidur, besok ingat antar Dea ke kampus dan jangan berbuat usil padanya" perintah pak Wisnu.


"Baik yah" ujar Marvel melangkah menuju ke kamar yang akan ia tempati sementara waktu sebelum hari pernikahannya dan Dea di gelar.


Tak terasa malam begitu cepat berlalu, kini pagi sudah menyapa, suara kokokan ayam sudah terdengar. Marvel masih menikmati mimpi indah dalam tidurnya, sedangkan Dea telah selesai bersiap untuk berangkat ke kampus.


"Sayang kamu bangunin Marvel biar dia nganter kamu ke kampus" Ujar bu Valencia setelah Dea menikmati sarapannya.


"Tidak usah mah, aku mau berangkat sendiri saja lagi pula tidak jauh koq"


"Tapi kamu nanti lelah sayang"


"Ngak koq mah, Dea udah terbiasa berjalan lagi pula kak Marvel masih tidur. Biarkan saja mah, mungkin kak Marvel masih lelah sebab sema..."


"Apa sayang?"


"Ngak apa-apa koq mah" ujar Dea. Hampir saja ia keceplosan dan mengatakan jika semalam Marvel masuk ke kamarnya lewat jalan rahasia dan tidur di sana sampai subuh menjelang.

__ADS_1


"Benar?"


"Iya mah, Dea berangkat dulu ya mah"


"Iya sayang kamu hati-hati di jalan"


Setelah Dea berangkat menuju kampus bu Valencia segera menuju ke kamar Marvel dan mengetuk pintunya sangat keras sehingga membuat Marvel yang masih bermimpi terkejut dan langsung duduk.


Marvel mengucek-ngucek matanya sembari melihat sekeliling, ia belum sadar jika sang ibu terus menggedor-gedor pintu kamarnya.


"Ada apa sih Mah, pagi-pagi udah heboh aja" Tanya pak Wisnu menghampiri sang istri yang masih menggedor-gedor pintu kamar Marvel.


"Ini loh pah, anak kamu belum bangun akhirnya Dea berangkat sendiri ke kampus" ujar bu Valencia membuat Marvel langsung bangun dari tidurnya dan bergegas membuka pintu kamarnya.


"Dea sudah bangun mah?"


Puk.....


Bu Valencia menggetok kepala Marvel dengan centong sayur yang ia pegang, Marvel hanya mengusap-usap kepalanya tanpa berani melawan.


"Bukan sudah bangun tapi sudah berangkat ke kampus, kamu ini gimana sih, katanya semalam mau nganter Dea, kamu malah ngak bangun cepat''


''Ya sudah Marvel mandi dulu mah'' ujar Marvel masuk ke dalam kamar yang semalam Dea tempati tidur. Begitu masuk ia langsung mencium wangi sabun mandi yang sering Dea gunakan.


'Sabun kamu masih sama sayang, wanginya selalu bikin tenang' batin Marvel. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi, ia mandi hanya 5 menit saja karena ia merasa tak enak hati pada Dea sebab semalam ia sudah berjanji akan mengantarkannya pagi ini.


''Maafkan akau sayang pasti kamu nungguin aku tadi'' ujar Marvel secepat mungkin memakai bajunya sebab Dea memang sudah menyiapkan baju untuknya sesuai permintaanya tadi malam.


Setelah siap dengan pakaiannya ia segera naik kemobil dan menyalakan mesin mobil kemudian menyusuri jalan menuju kampus.


''Dea mana ya, apa dia sudah sampai di kampus koq sepanjang jalan aku tidak liat dia?'' Gumam Marvel sembari melihat sekitar.


Marvel tak tahu jika Dea singgah ke kosannya untuk bertemu dengan Amelia sebab mereka akan ke kampus bersama-sama.


Kini mobil Marvel sudah terparkir di parkiran khusus dosen yang berada di dekat pintu masuk samping kampus. Ia masih terus duduk di dalam mobil, ia memperhatikan semua orang yang melintas berharap ia akan melihat Dea.


''Kamu kemana sayang? Apa kamu baik-baik saja?'' Gumamnya melihat fotonya bersama Dea di galeri ponselnya.


''Kenapa aku tidak telpon saja kan Dea bawa ponsel'' ujarnya mulai mencari kontak Dea di dalam ponselnya.


Saat hendak melakukan panggilan, Dea masuk melalui pintu samping kampus dan melintas tepat di samping mobil Marvel. Marvel tersenyum melihat Dea milintas dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

__ADS_1


''Maaf sayang semalam aku mengganggu tidurmu'' guamamnya melihat Dea yang mulai masuk ke area kampus.


[Kabari jika sudah pulang, aku akan jemput kamu] isi pesan yang Marvel kirim pada Dea sebelum ia mengemudikan mobilnya kembali ke rumah.


__ADS_2