MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
SIAPA CALON ISTRI PAK MARVEL? (POV AUTHOR)


__ADS_3

Hari yang Dea lalui di kampus hari ini terasa begitu melelahkan sebab ada dosen baru yang masuk ke kelas mereka dan memberikan mereka tugas yang sangat banyak dan harus mereka kerjakan dan kumpulkan saat itu juga.


Revan teman sekelas Dea yang merupakam salah satu mahasiswa yang tergolong pandai saja mengeluh akan dosen baru mereka, padahal selama ini ia tak pernah mengeluh bahkan jika dosen yang terkenal galak masuk ke kelas mereka.


"Aku kesel banget sama bu Gresia, masa baru masuk ke kelas bentar udah ngasih tugas mana harus di kumpul hari ini juga" ujar Tini teman sekelas Dea dan di angguki oleh yang lainnya.


Dea sendiri lebih memilih diam sebab banyak hal yang ia pikirkan saat ini, terlebih dua hari lagi ia akan berganti status menjadi istri seorang Marvel Geraldi yang begitu di puja-puja banyak orang.


Dea berpikir apa yang akan terjadi padanya jika sekiranya ia menikah dengan Marvel, sungguh Dea belum siap untuk kembali membina rumah tangga. Ia masih ingin meraih cita-citanya, namun di sisi lain ia memang butuh seorang di sisinya agar status yang kini ia sandang bisa berganti sehingga membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatnya.


Selama beberapa bulan ini, Dea mendengar banyak berita miring tentang dirinya terlebih dari orang-orang yang mengetahui jika ia seorang janda.


"Dea, Dea.." panggil Tini sambil menggoyang badan Dea yang sedari tadi melamun.


"I-iya ada apa?" Tanya Dea.


"Dari tadi kamu ngak dengar kita ngomong? Sebenarnya kamu lagi mikirin apa sih?"


"Ngak mikirin apa-apa koq Tin, aku hanya merasa sedikit kurang sehat"


"Kamu sakit De?'' Tanya Sandy, teman sekelas Dea yang memiliki perasaan suka pada Dea.


"Ngak koq, hanya sedikit lelah saja"


"Mau aku antar pulang?"


"Ngak usah Sandy, terimakasih aku nanti pulangnya sama Amel" tolak Dea halus.


"Baiklah" ujar Sandy dengan nada sedikit kecewa.


"Guys ada berita terbaru nih" ujar salah seorang mahasiswi dari kelas lain berlari menghampiri Dea dam teman-temannya.


"Ada apa Clay"


"Kalian udah dengar berita rencana pernikahan pak Marvel?"


"Hah??? Serius pak Marvel mau nikah?"

__ADS_1


"Iya, semalam katanya udah ngelamar loh"


"Kamu dengar beritanya dari mana Clay, jangan nyebarin berita bohong"


"Siapa yang bohon May, tadi aku dengar sendiri loh dekan yang ngomong. Katanya calon istrinya mahasiswi di kampus kita" ujar Clay membuat orang-oramg yang mendengarnya heboh terutama kaum hawa.


"Serius nih?"


"Ya iyalah, masa ya iya dong. Kalian penasaran ngak siapa calonnya?"


"Pastinya, siapa ya kira-kira yang jadi calon istri pak Marvel? Sungguh beruntung wanita yang mendapatkan pria sempurna seperti pak Marvel, udah baik, pintar, tampan lagi" ujar Betty.


"Aku sih ngak tahu pastinya, yang jelas dia juga mahasiswi di kampus kita. Kamu kenapa Dea putus cinta? Dari tadi ngelamun mulu?"


"E-eh ng-ngak apa-apa koq"


"Pasti kamu patah hati kan dengar pak Marvel mau nikah, secara kamu kemarin terus cari-cari muka sama pak Marvel tahunya pak Marvel udah ada calonnya, kasian"


"Ngak koq, oh iya aku balik duluan ya" ujar Dea hendak berdiri namun di hadang oleh beberapa mahasiswi yang datang menghampiri mereka.


"Mau kemana kamu? Mau bunuh diri karena usahamu buat dekatin pak Marvel gagal? Kasian banget sih udah berharap tapi pak marvel malah sudah ada calon"


"Eh eh eh, mau kemana tunggu dulu dong kita belum selesai bicara loh? Karena pak Marvel udah mau nikah jadi lebih baik kamu ngak usah sok kecakepan deketin pak Marvel ntar bisa habis kamu di kuliti sama calon istrinya"


Dea mengangguk, "maaf saya ada kegiatan saya permisi" ujar Dea kemudian mulai melangkah.


Bugh


Dea tersungkur ke lantai sebab salah seorang di antara mereka dengan sengaja menyeggol Dea dengan keras hingga ia terjatuh. Dea berusaha berdiri tanpa berkata-apa, ia malas menanggapi ucapan para mahasiswi itu yang menurutnya tidak akan ada habisnya jika dilayani.


"Kamu dengar kan apa yang kami bilang"


"Iya" ujar Dea berdiri dan berlalu dari sana ia tidak ingin menimbulkan keributan.


"Huuuu....." terdengar suara riuh saat Dea berjalan melewati koridor kampus.


'Apakah aku memang tak pantas untuk kak Marvel? Jika memang aku tidak pantas untuk mendampinginya aku ikhlas Tuhan, aku juga sadar diri siapalah aku ini. Jika di sandingkan dengan kak Marvel kami bagaikan langit dan bumi yang tak akan pernah bisa menyatu' batin Dea ketika ia sudah duduk di bangku taman di samping kampus.

__ADS_1


Cukup lama Dea duduk melamun sampai ia mendengar suara gaduh yang tak jauh dari tempatnya duduk. Terdengar suara orang yang sedang merintih kesakitan dan meminta tolong. Dea tak berani kesana sebab ia melihat jika disana hanya ada kaum lelaki saja.


Dea hanya memperhatikan dari jauh, setelah beberapa orang yang tadi memukuli seorang laki-laki pergi Dea baru beranjak dari tempatnya dan mendekati laki-laki yang sudah babak belur dan hampir tak sadarkan diri.


"Mari tuan saya bantu" ujar Dea membantu orang itu bangun dan mendudukkannya di atas bangku taman yang terdekat.


"Te-terimakaksih"


"Saya cari bantuan dulu" ujar Dea mulai mengotak-atik ponselnya.


"Halo sayang ada apa? Kamu sudah pulang?"


"Halo siang kak, saya masih di kampus. Kakak ada dimana?"


"Aku ada di parkiran sayang, ada apa? Kamu sudah kangen?"


"Kak aku ada di taman belakang kampus yang dekat parkiran dosen, disini ada seseorang yang terluka kak"


Mendengar ucapan Dea Marvel segera mematikan sambungan telponnya kemudian menuju ke tempat yang Dea maksud.


"Kak disini" ujar Dea melihat Marvel.


"Kamu ngak apa-apa sayang, apa yang luka?" Tanya Marvel khawatir.


"Bukan Dea kak, tapi orang ini tadi ada beberapa orang yang mukulin dia" ujar Dea menunjuk laki-laki yang sudah terkulai lemas.


"Astaga" Marvel terkejut melihat wajah lebam dan ada noda darah di punggung orang itu.


"Ayo sayang kita bawa ke mobil, kamu bawa tasnya kita antar ke rumah sakit" ujar Marvel menggendong laki-laki itu di punggungnya di ikuti Dea di belakang.


'Kamu sangat baik kak' batin Dea mengagumi kebaikan hati Marvel yang selalu menolong siapa saja yang butuh pertolongan meski ia tak mengenal orang itu.


"Tolong kamu jaga dia sayang supaya tidak terjatuh" ujar Marvel pada Dea yang kini sudah duduk di bangku tengah sambil menjaga laki-laki yang mereka tolong. Laki-laki itu sudah hampir tak sadarkan diri.


Marvel melajukan mobil dengan kecepatan yang lumayan cepat menuju ke rumah salit terdekat, membuat Dea merasa agak khawatir.


''Kak'' ujar Dea menatap ke arah jalan raya yang lumayan padat.

__ADS_1


''Tenang sayang aku akan hati-hati'' ujar Marvel mengetahui kerisauan hati Dea.


Selitar 15 mrnit berkendara mereka aakhhirnya tiba di sebuah rumah sakit, Marvel segera memanggil petawat agar orang yang mereka bawa bisa segera di tangani.


__ADS_2