MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
TIBA DENGAN SELAMAT (POV DEA)


__ADS_3

Ketika kami tiba di rumah paman Zei, kami langsung disambut haru oleh paman. Beliau sampai meneteskan air matanya karena melihat kami semua tiba dengan selamat.


''Dari tadi paman kalian mondar-mandir nunggu kalian sampai, dia sangat khawatir sama kalian semua. Syukurlah kalian sudah sampai, bibi sampai pusing liat paman kalian mondar-mandir jalan di depan bibi'' ujar bi Tina memeluk kami satu persatu.


Paman Zei hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya mendengar ucapan bi Tina.


''Ayo kalian bersih-bersih setelah itu makan malam dulu, paman sudah masak untuk kalian'' ujar bi Tina lagi setelah memeluk kami.


''Memang paman bisa masak?'' Tanya Gema menggoda paman Zei.


''Tentu saja, paman ini dulunya soerang chef lho, tapi chefnya teman-teman kos paman hehehehehe'' ujar paman Zei kemudian tertawa. Kami yang mendengar ucapannya juga ikut tertawa.


Paman Zei menunjukkan kamar yang akan kami tempati, sedangkan bibi masuk ke kamarnya karena mendengar suara tangisan baby Zeina.


''Ini kamar untuk kalian bertiga, kalau Gema dan nak Marvel akan tidur kamar sebelah kalian'' ujar paman memperlihatkan kamar untuk aku, Sukma dan Darmi tempati.


''Paman'' panggil Darmi.


''Iya Darmi,ada yang bisa paman bantu?''


''Dea ngak di kasi kamar buat berdua nih sama pak Marvel?'' Tanya Darmi sembari mengedipkan matanya pada ku.


Segera aku mengambil bantal dan memukulkan bantal itu padanya.


''Apa sih De? Aku kan cuma nyaranin aja, ya ngak paman?''


''Hem, boleh juga tuh, ide bagus. Ayo De, paman tunjukan kamar kamu dan nak Marvel, ngak baik lho suami istri tidur ngak sekamar'' ujar paman ikut-ikutan menggoda ku seperti Darmi dan Sukma.


''Ngak usah di dengar paman, mereka memang agak kurang-kurang, terimakasih untuk kamarnya paman saya akan tidur disini saja'' ujar ku meletakkan kembali bantal di atas tempat tidur.


Paman Zei, Darmi dan Sukma tertawa setelah mereka bertiga menggoda ku. Begitulah paman Zei yang kami kenal, ia tahu menempatkan diri. Jika sedang bersama orang yang sudah dewasa ia akan berperilaku dewasa, tapi jika sedang bersama kami ia akan mengimbangi kami yang terkadang masih berperilaku kekanak-kanakan.


''Ya sudah. kalian bersih-bersih setelah itu makan malam ya, paman mau liat Zeina dulu'' ujar paman berlalu dari kamar.


''Baik paman'' ujar kami bertiga serempak.


Kami semua segera memberishkan diri kemudian menuju ke ruang makan untuk makan malam bersama.


''Ayo kalian makan dulu'' ujar bi Tina melihat kami masuk ke ruang makan.

__ADS_1


''Iya bi terimakasih'' ujar ku duduk di salah satu kursi.


''Log Gem, pak Marvel mana?'' Tanya ku.


''Masih di kamar De, katanya lagi nyari bajunya'' ujar Gema duduk di kursi yang ada di samping Darmi.


''Baju'' Gumam ku kemudian menepuk kening.


''Ada apa De?'' Tanya Sukma.


''Ngak apa-apa Ma, aku ke kamar dulu ya'' Segera aku berlari ke kamar dan membuka tas ku. Aku baru ingat jika pakaian ku dan pak Marvel aku satukan dan simpan di dalam tas ku.


Setelah mendapatkannya, aku segera menuju ke kamar dimana pak Marvel berada, ''kak, ini Dea bawa baju kakak'' ujar ku setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


Pak Marvel hanya mengulurkan tangannya, aku segera memberikan pakaiannya kemudian hendak berlalu dari sana.


''Tunggu dulu, kamu jangan pergi dulu nanti kita sama-sama ke ruang makan'' ujar pak Marvel sebelum menutup rapat pintu.


''Iya kak'' ujar ku merasa bersalah karena lupa memberikan pakaiannya tadi.


''Loh De, kamu ngak ikut makan?'' Tanya paman Zei melihat ku berdiri bersandar di tembok.


''Kalau gitu paman duluan ya kesana''


''Iya paman''


Setelah paman berlalu tak lama pak Marvel keluar dari dalam kamar dengan tersenyum.


''Maaf ya sayang, aku sudah buat kamu nunggu lama''


''Ngak apa-apa kak, lagian ngak lama juga koq. Dea yang harusnya minta maaf karena lupa memberikan baju kakak'' ujar ku mersa bersalah melihat pak Marvel yang terlihat kedinginan. Maklumlah kota tempat tinggal paman sedang di guyur hujan deras dan hari juga sudah malam.


''Ngak apa-apa sayang, ayo kita kesana mereka pasti sudah nunggu kita''


Aku mengangguk dan kami berjalan beriringan menuju ke ruang makan, sesampainya disana semuanya memang belum makan.


''Loh koq belum makan?''


''Kita nungguin kalian De'' ujar Sukma.

__ADS_1


''Ohw, hehehe maaf ya sudah membuat kalian menunggu'' ujar ku kemudian duduk di kursi yang berada di samping Sukma.


Pak Marvel sendiri mengambil tempat duduk di samping Gema, kami mulai makan setelah berdoa.


Ternyata paman juga belum makan malam karena khawatir terjadi sesuatu dengan kami di perjalanan.


''Setelah makan kalian istirahat ya'' ujar bi Tina berlalu masuk ke kamar.


''Iya bi''


Kami menikmati makan malam sambil sesekali bercanda, tepatnya mereka menggoda ku dan pak Marvel mengenai rencana pernikahan kami yang rencananya akan di laksanakan beberapa bulan lagi setelah aku lulus.


Aku, Sukma dan Darmi membereskan bekas makan malam kami kemudian mencucinya sebelum kami pergi tidur. Sukma dam Darmi lebih dulu masuk ke kamar sedangkan aku memilih untuk duduk di ruang tengah bersama paman dan bibi.


''Bibi kenapa belum istirahat ini sudah jam 10'' ujar ku pada bibi yang masih duduk sambil memakan kue bolu.


''Tadi bibi sudah tidur, tapi karena lapar jadi bibi bangun nak'' ujar bi Tina setelah menyuap kembali sepotong bolu.


Badan bi Tina agak berisi setelah ia melahirkan, sepertinya nafsu makan bibi semakin bertambah mungkin karena sedang menyusui.


Paman dengan setia menemani bibi sesekali ia melihat keadaan sang anak di dalam kamar.


Aku dan bi Tina berbincang-bincang sebentar sebelum memutuskan untuk tidur. Meski hanya sebentar namun aku bisa mengobati rasa rindu untuk duduk berdua dan memgobrol bersama dengan bibi.


Saat aku masuk ke kamar Darmi dan Sukma sudah tertidur lelap, sepertinya mereka sangat lelah karena perjalanan yang cukup jauh.


Karena belum bisa tertidur nyenyak akhirnya ku putuskan untuk membaca buku novel yang di berikan oleh Sukma. Ada beberapa buku novel yang di berikan sukma pada ku, ada yang mengisahkan tentang perjuangan hidup, romansa dan horor, tapi aku lebih suka yang bergenre perjuangan hidup.


Dengan membaca novel yang mengisahkan tentang pelajaran hidup membuat aku memiliki semangat hidup meski banyak masalah yang datang. Dari novel itu aku juga belajar untuk lebih menghargai apa yang aku miliki sebab di luar sana masih banyak orang yang kekurangan.


Ada salah satu novel yang sangat aku sukai berjudul 'CINTAI AKU MAMA', membaca kisah sang pemeran utama wanita, membuat aku merasa jika yang apa yang dialami oleh pemeran utama wanita dalam kisah tersebut adalah diri ku sendiri. Terkadang aku sampai meneteskan air mata jika aku membaca part yang membuat aku sedih.


Setelah membaca beberapa bab, aku memutuskan untuk tidur karena hari sudah mulai beranjak menuju tengah malam. Saat hendak menutup mata ponsel ku tiba-tiba saja berdering. Terdengar suara notifikasi pertanda ada sebuah pesan yang masuk, segera ku buka dan ternyata pak Marvel yang mengirim ucapan selamat malam pada ku.


Ya, ponsel ku. Semenjak bibi ikut paman tinggal di kota ini dan Gema juga pindah ke asrama paman dan bibi membelikan aku sebuah ponsel jadi sewaktu-waktu mereka bisa menghubungi ku atau aku yang menghubungi mereka jika ada sesuatu yang penting.


Selain itu agar aku dan bibi bisa berkomunikasi meski kami sudah tinggal di tempat yang berjauhan.


Setiap hari paman dan bibi selalu menghubungi ku baik itu lewat panggilan telpon atau hanya sekedar mengirim pesan. Aku sangat mensyukuri semuanya itu karena aku merasa jika mereka memperlakukan aku seperti anak sendiri.

__ADS_1


Aku membalas pesan pak Marvel kemudian tertidur karena esok hari kami harus bangun pagi-pagi sekali karena kami akan ke pasar membeli bahan masakan untuk acara syukuran kelahiran baby Zeina.


__ADS_2