MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
NAMA CALON NENG DEA SIAPA? (POV AUTOR


__ADS_3

Waktu terus berlalu sekitar pukul 04:45 sore, Marvel beserta rombongan keluarga besarnya tiba di kediaman Dea.


Semua menyambut hangat kedatangan keluarga besar Marvel, ayah Dea dengan senyum merekah menyamabut kedatangan calon mantu dan calon besannya.


Di halaman rumah nenek Dea, terpasang beberapa tenda sebagai tempat untuk keluarga yang tak mendapatkan tempat di dalam rumah, dikarenakan rumah nenek Dea bukanlah sebuah rumah yang besar.


Semua orang yang hadir sibuk mencari sosok yang akan menjadi calon suami Dea, mereka tak menemukan siapapun yang seumuran dengan Dea. Mereka berpikir jika yang akan melamar Dea seusia dengan Dea, mereka tak tahu jika Marvel yang akan melamar Dea.


''Mana ya calon suami Dea?'' Tanya bu Weni, sedari tadi ia penasaran dan tak sabar menunggu untuk melihat calon suami Dea.


''Ngak tahu bu, ngak ada yang seumur neng Dea'' ujar bu Devi melihat rombongan yang datang, tak terlihat laki-laki yang seumur dengan Dea.


''Coba lihat disana bu, ada laki-laki yang baru turun dari mobil. Bukankah warna dan corak baju yang ia pakai sama dengan gaun yang neng Dea pakai tadi?'' Tanya bu Weni.


''Iya benar, apa jangan-jangan itu calon suami Dea bu? Tapi sepertinya kita ngak asing dengan wajahnya? Dia terlihat sudah dewasa, apa benar itu calon suami Dea?'' ujar bu Tiwi.


''Mungkin bu, karena cuma dia yang pake baju seperti neng Dea'' ujar bu Mira.


''Ganteng betul calon suami Dea ya bu, gagah, tinggi pula'' ujar bu Weni memuji pesona Marvel.


''Nama calon neng Dea siapa ya?''


''Kalau ngak salah namanya Marvel bu, saya liat di dekorasi tadi'' ujar bu Asmi.


Ibu-ibu terus membicarakan tentang calon suami Dea, mereka begitu penasan akan sosok yang meminang Dea.


Acara lamaran itu dihadiri oleh tetua-tetua adat, juga tetangga sekitar rumah Dea dan Marvel beserta keluarga besar tentunya.


Tradisi masih sangat di pertahankan di kota tempat tinggal Dea, hingga meski hanya lamaran banyak prosesi yang harus mereka lalui. Setelah melewati banyak prosesi, juga mendapat wejangan dari orangtua maupun tetua-tetua yang ada, akhirnya keduanya dinyatakan sebagai pasangan.


Secara adat mereka sudah menjadi suami dan istri, namun secara agama dan negara belum. Marvel kembali menyematkan sebuah cincin di jari manis Dea, begitupun sebaliknya Dea menyematkan cincin di jari manis Marvel.

__ADS_1


Rona kebahagiaan terpancar jelas dari wajh keduanya, juga dari orang-orang yang menghadiri acara lamaran itu. Ayah David ayah Dea meneteskan air mata haru, ia bahagia karena ia bisa menyaksikan salah satu momen bahagia dalam hidup putrinya.


Setelah prosesi selesai pasangan baru itu dibawa menuju ke halaman depan rumah, mereka di perkenalkan kepada semua yang hadir agar tak terjadi salah paham jika melihat Dea dan Marvel bersama-sama.


''Bu Mira, bukankah itu guru yang selalu nganter Dea?'' Tanya bu Weni.


''Iya bu, wah anak ibu keduluan Dea tuh'' ujar bu Mira sedikit meledek bu Weni yang sangat ingin anaknya berjodoh dengan guru Dea itu.


''Ternyata mereka punya hubungan lain pantas saja selalu bersama Dea. Apa jangan-jangan Dea sudah...'' ujar bu Weni memperagakan orang yang sedang hamil.


''Jangan begitu bu, tak baik kalau tidak benar nanti jatuhnya jadi fitnah bu'' ujar bu Mira. Ia tak yakin Dea akan sampai sejauh itu, ia percaya sama Dea.


''Siapa tahu bu, ngak mungkin kan Dea mau aja di lamar sama gurunya itu kalau ngak ada apa-apa bu. Lagi pula usia mereka terpaut jauh, Dea masih sekolah sedangkan calon suaminya sudah jadi gurunya'' ujar bu Weni. Ia merasa kesal karena rencananya untuk menjodohkan anaknya dengan Marvel gagal total.


Awalnya ia ingin meminta bantuan Dea untuk menjodohkan Marvel dengan anaknya namun tak jadi karena ia genggsi.


''Namanya juga jodoh bu'' ujar bu Mira tak ingin berdebat dengan bu Weni.


''Saya curiga saja, masak iya mau dilamar saat masih sekolah, pasti mereka sudah melakukan yang tidak-tidak, pantas saja ia tak mau menjawab ketika aku bilang mau jodohkan si Marvel itu sama Celsy anak ku'' ujar bu Weni dengan nada kesal.


''Bu Weni kenapa dari tadi ngomong begitu terus toh, lagian yang menjalin hubungan kan Dea dan pak Marvel. Kenapa ibu yang sibuk dengan hubungan mereka, lagi pula saya percaya Dea tak akan melewati batas, begitupun dengan pak Marvel, dia orang yang baik''


''Iya bu Weni kenapa? Dari tadi koq ya kayak mojokin Dea terus'' ujar ibu-ibu lain.


Karena merasa sudah tak nyaman, akhirnya bu Weni memilih pamit pada yang lain dan pulang ke rumah. Ia tak mengambil pemberian dari bi Tina karena ia terlanjur membenci Dea dan keluarganya.


''Bisa-bisanya Dea anak yang ngak di inginkan orangtuanya itu mendapat laki-laki seperti pak Marvel. Ilmu apa yang ia gunakan sehingga laki-laki sempurna seperti pak Marvel bisa tertarik pada anak ingusan kayak Dea. Bagusan Celsy kemana-mana dari pada Dea'' Gerutu bu Weni sepanjang jalan ke rumahnya. Beberapa orang yang melihatnya heran dengan tingkah bu weni yang mengomel sambil berjalan.


''Bu Weni kenapa sih bu Mira?'' Tanya bu Devi.


''Dia itu kesal bu, karena niatnya ingin menjodohkan Celsy dengan pak Marvel gagal. Kalian tahu kan laki-laki yang sering dia omongin kalau lagi ngumpul, yang katanya calon suami yang cocok untuk Celsy, ya pak Marvel itu maksudnya. Tapi sayang pak Marvel sudah terlanjur memilih Dea sebagai pendampingnya'' jelas bu Mira yang tahu jelas permasalahannya.

__ADS_1


''Oh gitu bu'' ujar bu Devi.


''Iya mungkin dia iri sama neng Dea'' ujar bu Tiwi.


''Biarlah itu urusan dia, ayo kita ucapakan selamat pada Dea dan pak Marvel'' ajak bu Mira.


Ibu-ibu yang tadi membantu memasak di dapur hendak menghampiri Dea namun tertahan oleh panggilan dari bi Tina.


''Iya Tin, ada apa?'' Tanya bu Tiwi.


''Kalian mau kemana? Ayo makan dulu, semua orang sudah makan juga'' ajak bi Tina.


Ibu-ibu yang hendak menemui Dea tadi, berbalik ke dalam rumah untuk ikut makan bersama.


Setelah makan beberapa tetangga pamit pulang karena hari juga sudah malam, beberapa di antara mereka ada yang membawa bayi dan anak-anak.


''Terimakasih sudah datang'' ujar Dea pada orang-orang yang berpamitan dengannya.


Ibu Valencia memberikan sedikit rejeki pada ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah membantu menyiapkan segala kebutuhan di rumah Dea.


''Ayah harus pulang sekarang sayang, ibu bisa marah jika ayah telat pulang'' ujar ayah Dea.


''Ayah tidak bermalam?'' Tanya Marvel.


''Tidak nak, ayah titip Dea ya. Tolong jaga Dea dengan baik jangan seperti ayah yang tak bisa menjaganya'' ujar ayah dengan wajah sendunya.


''Iya ayah, terimakasih sudah mempercayakan Dea pada saya''


''Iya nak, tolong sayangi Dea dan jangan buat Dea sedih nak'' ayah memeluk Marvel kemudian berganti memeluk putrinya.


''Ayah hati-hati di jalan'' ujar Dea melepaskan pelukan sang ayah. Ia mengusap air mata sang ayah kemudian mengantar ayahnya sampai pada taksi yang ia pesan.

__ADS_1


__ADS_2