MELODY CINTA DEA DAN MARVEL

MELODY CINTA DEA DAN MARVEL
KAMI BELUM MENIKAH (POV AUTHOR)


__ADS_3

Marvel dikagetkan dengan tepukan di pundaknya saat akan masuk ke ruangan dimana Dea dirawat.


''Nic'' ujarnya melihat Nico yang ternyata adalah orang yang menepuk pundaknya.


''Jadi disini orang yang kamu maksud'' goda Nico menaik turunkan alisnya.


''Iya, ayo masuk''


''Sayang'' ujar Marvel membuka pintu ruangan dan ingin langsung memeluk Dea, namun ia terkejut saat melihat di dalam sana ada beberapa teman-teman kelas Dea.


Dea sendiri merasa agak malu karena ucapan Marvel, pipinya sudah merona. Teman-teman Dea tersenyum jahil pada Dea, 'akan dijadikan bahan gosip lagi aku' batin Dea.


''Selamat sore pak'' ujar teman-teman Dea.


''Sore juga anak-anak'' ujar Marvel salah tingkah.


''Cieeee..... Dea'' ujar salah satu di antara teman kelas Dea.


Dea yang di goda oleh teman-temannya semakin merasa malu, ia bahkan menyembunyikan wajahnya di balik selimut dan hal itu membuat teman-temannya tertawa.


''Kita duduk disana yuk'' ajak Darmi pada teman-temannya.


''Gimana keadaan kamu De?''Tanya Marvel.


''Saya sudah lebih baik pak, terimakasih''


''Syukurlah kalau begitu''


''Bapak ngak istirahat koq balik lagi?''


''Aku mau nemanin kamu disini, aku juga udah ijin sama bibi tadi''


''Bapak ketemu bibi tadi? Gimana keadaan nenek?''


''Nenek baik-baik saja sayang, cuma kelelahan saja. Nenek juga di rawat disini nanti kamarnya yang di samping kamar kamu''


''Bapak dengan siapa?'' Tanya Dea melihat seorang pria di samping Marvel.


''Oh iya lupa, kenalkan ini teman kuliah aku sayang namanya Nico, dia dokter disini''


''Saya Dea dokter, salam kenal''


''Saya Nico'' ujar Nico menyambut uluran tangan Dea.


''Saya balik dulu ya Vel, ada pasien baru masuk. Semoga cepat sembuh Dea'' ujar Nico kemudian tersenyum pada teman-teman Dea dan berlalu dari sana.


''Bapak ngapain tadi panggil aku begitu, jadi malu aku sama teman-teman'' ujar Dea dengan suara yang sangat kecil.


''Ya ngak apa-apa sayang. Kamu udah makan?''


''Belum mungkin bentar lagi makanan datang. Kenapa bapak ngak istirahat saja di rumah, besok bapak harus ke sekolah kan''


''Aku kan sudah bilang kalau aku akan jagain kamu malam ini, lagian ini semua terjadi karena aku. Tangan kamu masih dingin sekali sayang, tapi kepala sama badan kamu panas'' ujar Marvel menggenggam tangan Dea.


''Saya ngak apa-apa pak'' ujar Dea.


Seorang perawat masuk ke ruangan Dea dengan membawa makan malam untuk Dea juga beberapa butir obat yang harus Dea konsumsi setelah makan.

__ADS_1


''Aku suapin ya sayang'' ujar Marvel mulai menyendok bubur kemudian meniupnya.


''Ngak usah pak terimakasih'' ujar Dea melihat ke arah teman-temannya. Ia merasa malu di perlakukan seperti itu di depan teman-temannya.


''Ngak apa-apa sayang, mereka semua sudah tahu, aku bilang kalau aku tunangan kamu'' ujar Marvel saat melihat arah tatapan Dea.


''Udah ngak usah malu-malu De, kita ngak liat koq'' ujar Sukma dengan senyum jahilnya bersama dengan beberapa teman mereka.


Pipi Dea semakin merona, apa lagi ketika tatapan matanya bertemu dengan tatapan Marvel.


''Ayo sayang, aaaaa.....'' Dea membuka mulutnya kemudian memakan bubur yang ada di sendok.


Dea melihat teman-temannya sedang menggodanya, ia pura-pura tak melihat mereka. Setelah separuh bubur habis, Dea sudah tidak mau makan lagi bukan karena sudah kenyang namun ia tak ingin di goda terus oleh teman-temannya.


Setelah meminum obat ia kemudian berbaring kembali karena ia merasa agak pusing.


''Aku mau liat nenek dulu ya sayang, kamu ngak apa-apa aku tinggal kan?''


''Iya pak, ada teman-teman koq'' ujar Dea.


Marvel mengusap kepala Dea kemudian mengatakan sesuatu yang mampu membuat Dea membulatkan ke dua matanya.


''Titip Dea sebentar ya'' ujar Marvel sebelum benar-benar meninggalkan ruangan.


''Baik pak'' ujar Gema.


Setelah Marvel keluar dari ruangan, teman-teman Dea bergegas menuju ke tempat dimana Dea berbaring.


''Ada apa?'' Tanya Dea melihat teman-temannya tersenyum.


''Apaan sih, ngaklah''


''Jadi benar yang ada di foto di unggahan pak Marvel itu kamu dan pak Marvel?'' Tanya Rosa teman kelasnya.


''I..iya.. iya itu aku dan pak Marvel'' ujar Dea. Tak ada lagi yang harus di tutupi toh pak Marvel sudah memberi tahu semua orang ujar Dea dalam hati.


''Jadi kamu sama pak Marvel udah nikah?'' Tanya Rosa lagi.


''Tidak, kami belum menikah''


''Tapi kenapa pake baju pengantin?''


''Itu karena aku sama pak Marvel jadi pengiring pengantin, sepupu pak Marvel yang nikah''


''Oh gitu, kita mau balik dulu De udah malam, semoga cepat sembuh ya biar bisa sekolah lagi'' ujar Rosa.


Teman-teman kelas Dea membawa buah buahan juga beberapa jenis roti dan biskuit untuk Dea.


Sepulangnya teman-teman Dea, kini hanya ada Dea bersama ketiga sahabatnya di ruangan itu. Dea sudah memiliki firasat jika ia akan di goda oleh ketiga sahabatnya itu.


''Jadi gimana penjelasannya nih De, masih ngak mau ngaku sama kita?''


''Iya.. iya, aku ngaku aku memang pacaran sama pak Marvel'' ujar Dea.


''Terus kenapa ngak ngomong sama kita De?''


''Ya aku malu Mi''

__ADS_1


''Malu kenapa?''


''Ngak tahu juga hehehe'' ujar Dea kemudian terkekeh.


''Nah kan, aku sudah bilang suatu saat kamu pasti akan jatuh cinta sama pak Marvel'' ujar Darmi.


''Aku ngak jatuh cinta Mi, aku merasa nyaman aja kalau sama pak Marvel, aku merasa bahagia jika ada di dekat pak Marvel''


''Kamu itu pintar tapi bodoh juga De, itu sama aja kalau kamu jatuh cinta sama pak Marvel De'' ujar Darmi. Darmi, Sukma dan Gema menertawakan sahabat mereka itu.


''Jadi kalian mau malam pertama di rumah sakit nih?'' Goda Gema.


''Malam pertama apaan sih, udah ah ngak usah bahas pak Marvel terus''


''Emang kenapa? Ini kan kesempatan kita buat godain kamu sebelum yayang kamu balik kesini'' ujar Sukma kemudian tertawa.


''Jadi yang naik mobil sama pak Marvel malam-malam pake gaun itu kamu?'' Tanya Darmi.


''Iya Mi, itu waktu pak Marvel mau nganter aku pulang dari pesta ulang tahun mamanya pak Marvel''


''Oh gitu, tapi koq pak Marvel bilang kamu tunangannya?''


''Aku ngak tahu Mi, waktu itu dia memang melamar aku waktu ulang tahun mamanya. Tapi disana ngak ada keluarga ku cuma ada aku saja dan keluarga besar pak Marvel'' ujar ku mengingat kembali saat dimana pak Marvel kembali menyatakan perasaannya pada ku di pesta ulang tahun ibunya. Ia meminta ku menjadi pendampingnya dan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak jika kami berjodoh.


''Terus kamu terima?''


''Iya''


''Berarti pak Marvel udah ngelamar kamu secara pribadi De, tinggal nunggu waktu aja untuk pak Marvel datang melamar ke keluarga kamu'' ujar Sukma.


''Apa iya, tapi kan aku masih sekolah Mi''


''Kan cuma tunangan De, ngak nikah'' ujar Darmi.


Mereka berempat terus membahas tentang hubungan Dea dan Marvel, mereka tak tahu jika Marvel mendengarkan pembicaraan mereka dari luar.


Ia merasa bahagia mendengar Dea sudah mau mengakui dan menceritakan apa yang terjadi antara Dea dan dirinya.


'Terimakasih sayang aku bahagia kamu mau mengakui aku sebagai kekasihmu' batin Marvel.


Setelah ke empat orang di dalam ruangan itu tak lagi membicarakan hubungannya dengan Dea, Marvel segera masuk dengan 3 bungkus nasi goreng di tangannya.


''Ayo kalian makan dulu baru setelah itu kalian pulang istirahat ya, besok kalian harus sekolah'' ujar Marvel meletakkan bungkusan nasi itu di atas meja.


''Terimakasih pak'' ujar ketiganya.


''Kalian makan sana'' ujar Dea.


''Iya....iya tahu. Yang mau berduaan sama yayang'' ujar Darmi kemudian menyusul Sukma dan Gema makan.


Melihat ketiga sahabatnya makan dengan lahap membuat Dea sangat senang, ia menatap Marvel yang ada di sampingnya dengan bangga.


''Ada apa sayang'' ujar Marvel mengusap kepala Dea.


''Terimakasih pak atas semuanya'' ujar Dea tulus.


''Sama-sama sayang'' Hampir saja Marvel memeluknya jika saja Dea tak menghentikannya.

__ADS_1


__ADS_2