
Jam setengah 7 malam Ethan sudah siap mengawal Noda mudanya pergi makan malam, seperti biasa pria itu berpenampilan rapi dengan wangi.
Ia berdiri di samping, menunggu Louisa dengan tenang. Dan saat sang Nona muda datang, dengan sigap Ethan langsung membuka pintu mobil.
"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Louisa dengan kening berkerut.
"Tidak, Nona Rae," jawab Ethan dngan raut wajah yang tampak bingung.
"Benarkah? Kau tidak ingin memujiku malam ini?"
Secara spontan Ethan menatap penampilan gadis kecil itu, sejenak ia terkesima melihat penampilan Louisa yang sangat berbeda malam ini. Dia terlihat lebih dewasa, lebih mempesona dan lebih seksi.
Gaun sutera berwarna merah yang ia kenakan membalut tubuhnya dengan begitu sempurna, apalagi dengan leher V yang cukup rendah dan memamerkan belahan dadanya yang... Kecil. Yeah, Louisa memang memiliki dada yang cukup mungil tapi entah kenapa itu justru seolah menyempurnakan bentuk tubuhnya.
Ah, jangan lupakan make up-nya yang tidak tebal tapi juga tidak tipis. Benar-benar membuatnya semakin tampak cantik apalagi dengan rambut yang di sanggul rapi.
"Dia memang patut dipuji." gumam Ethan dalam hati.
"Bagaiamana penampilanku, Bodyguard?" tanta Louisa sambil berputar di depan Ethan.
"Sempurna, Nona Rae," jawab Ethan tanpa ekspresi.
Louisa berdecak kesal, ia sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk menarik perhatian Ethan. Namun, pria itu hanya memujinya begitu dan tanpa ekspresi sedikitpun?
"Sempurna dalam hal apa? Seksi? Dewasa? Imut? Atau apa?" desak Louisa.
Ethan meringis kecil, baru kali ini ia menghadapi manusia macam Louisa. Menyebalkan dan cerewet, benar-benar seperti setan kecil dari dasar nereka.
__ADS_1
"Semuanya," jawab Ethan karena ia memang tidak tahu harus menjawab apa.
"Ah, okay, kau memang tidak pandai memuji wanita." Louisa menggerutu kesal sembari masuk ke dalam mobil.
Ethan pun hendak masuk dan duduk di depan seperti biasa, tetapi Louisa justru memintanya duduk di belakang. "Temani aku di belakang, Bodyguard," serunya.
Awalnya Ethan hendak membantah. Namun, ia mengurungkan niatnya karena tak ingin mendengar ocehan Louisa. Yeah, sepertinya Ethan memang harus selalu patuh pada apapun yang dikatakan oleh sang tuan Putri agar gadis cilik itu tak membuatnya pusing. "Good boy!" Seru Louisa saat Ethan duduk di sisinya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju salah satu restaurant milik keluarga Louisa. Dan selama dalam perjalanan, gadis itu selalu menempel pada Ethan, meskipun sang Bodyguard tampak tak nyaman dan berusaha menjauh. Namun, Ethan tak bisa apa-apa di mobil dengan jarak tertentu ini.
Bahkan, Ethan hanya diam saja saat Louisa meletakkan satu tangannya di paha pria itu.,
"Ethan?" panggil Louisa, ia memangku dagu dengan tangannya yang lain, tatapannya menatap Ethan dengan intens tanpa malu atau canggung. Sementara Ethan hanya sedikit menoleh. "Aku sungguh jatuh cinta padamu," ucap Louisa dengan begitu tulus, bahkan tatapannya begitu sayu dan menunjukan kejujuran. "Kenapa kamu tidak percaya padaku, hm? Aku suda delapan belas tahun," ujar Louisa.
"Aku tidak percaya cinta, Nona Rae," jawab Ethan.
"Kenapa? Apa kau pernah patah hati? Apa pernah di khianati kekasihmu?" Louisa tampak sangat penasaran dengan kisah asmara Ethan, selain karena pria itu terus saja menolak cintanya, ia juga penasaran siapakah wanita yang berhasil menjadi kekasih Bodyguardnya yang seperti es balok itu.
Louisa menelisik wajah pria itu, seolah menyelidiki kejujuran dari jawabannya. Dan yeah, Louisa merasa pria itu menjawab jujur.
"Lalu kenapa kau tidak percayalah cinta?" tanya Louisa lagi.
"Aku tidak percaya sesuatu yang tidak nyata, Nona Rae."
Pupil mata Louisa melebar mendengar jawaban Ethan. "Cinta itu nyata, Ethan. Makanya kau harus menerima cintaku biar kau bisa merasakannya," dengus Louisa.
"Aku tidak menerima cinta anak kecil, Nona Rae, aku masih normal."
__ADS_1
"Apa?"
...🦋...
Seharusnya malam ini akan menjadi malam yang romantis sesuai yang direncanakan oleh Louisa. Namun, mood gadis itu rusak sehingga gara-gara pernyataan Ethan.
Saat ini Louisa dan Ethan dan sudah berada di ruang VIP restaurant keluarga Rae, mereka dilayani dengan sangat baik. Bahkan, Ethan juga duduk bersama Louisa sesuai permintaan gadis itu.
"Ya Tuhan, bukankah makanan Perancis ini sangat ini?" Louisa menggumam sambil mengaduk-ngaduk makanan di depannya. "Tapi sayang sekali makanan ini terasa pahit di lidahku saat aku mengingat kata-kata kejammu itu, Bodyguard, kau tega sekali."
Louisa menusuk-nusuk daging panggang di depannya dengan kesal, sementara Ethan justru makan dengan tenang seperti biasa.
"Ethan, kapan kau akan melihatkku sebagai wanita dewasa, hm? Saat usianya 20 tahun? 30? 40?"
"Itu terlalu tua, Nona Rae," jawab Ethan dengan begitu cool yang membuat Louisa berdecak.
"Apa aku kurang cantik? Aku rasa aku sangat cantik, aku sempurna, bukan? Aku juga punya segalanya," ujar Louisa. "Lalu kenapa Bodyguard sepertimu harus menolakku? Bukankah kau kejam sekali?"
Louisa pernah menonton film di mana ada adegan seorang gadis merayu seorang pria.
Gadis itu menyentuh kaki sang pria di meja makan.
Ah, Louisa langsung mempraktikan pengetahuannya itu, ia menatap Ethan dengan sensual bahkan senyumnya pun kini tampak berbeda. Bersamaan dengan itu kaki mungil nya kini menyentuh betis Ethan membuat pria itu terkesiap.
"Ethan?" Bahkan nada panggilan itu terdengar begitu manja.
"Kau memang cantik seperti kupu-kupu, Nona Rae, tapi sayang kau tidak punya sayap dan otak."
__ADS_1
"Kau gila?"
...🦋...