Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 48 - Sebuah Pengorbanan


__ADS_3

Peter memang mendapatkan pesan dari Ethan untuk tidak perlu menjemput pria itu. Namun, beberapa menit kemudian ia justru mendapatkan kode bahwa sang Don mafia sedang dalam bahaya.


Tanpa pikir panjang Peter langsung menyiapkan rencana penyelematan untuk Ethan bersama Simon dan Theo. Mereka datang tepat waktu sebab mereka menggunakan helikopter.


Sementara itu, Ethan berdiri dengan gagah tepat di depan mobil Roberto. Pemimpin The Eagle itu melepaskan senjatanya, bukan tanda menyerah melainkan mengibarkan sebuah tantangan.


Satu lawan satu dengan tangan kosong.


Hal itu biasa terjadi jika jumlah lawan lebih banyak atau lebih sedikit, seseorang yang merasa pria sejati akan lebih memilih memiliki Satu lawan satu dengan tangan kosong dari pada keroyokan.


"Jika kau laki-laki, aku menantangmu!" seru Ethan dengan lantang.


Tuan Bertrand yang mendengar tantangan Ethan itu hanya bisa menganga lebar, pria itu terluka parah. Bahkan punggungnya juga terkena tembakan tetapi kenapa dia masih menantang orang yang masih sehat untuk bertarung?


"Apa otaknya sudah geser?" geram Tuan Bertrand.


Sementara itu, Tuan Roberto justru tampak ragu untuk melawan Ethan sehingga dia memerintahkan anak buahnya untuk menembak tepat di kepala Ethan.


"Habisi dia!" geramnya.


"Kenapa harus dibunuh begitu saja?" tanya Joel sambil tersenyum miring. "Aku rasa akan lebih baik jika kau melawannya, Tuan Roberto, kau akan mendapatkan pengakuan di dunia bawah tanah jika kau berhasil mengalahkan pimpinan The Eagle," pungkas nya.


"Bukankah banyak yang mengatakan bahwa dia tidak terkalahkan?" tanya Jose.


"Dia sedang terluka," sahut Joel. "Aku yakin setengah kekuatannya sudah hilang." Dia berkata seolah meyakinkan.


Mendengar desakan Joel, Tuan Roberto berpikir kembali dan akhirnya ia mengangguk setuju. Dan jika ia berhasil membunuh Ethan, maka semua organisasi Mafia akan segan padanya.


Ia pun keluar dari mobil, dan Ethan terlihat sangat marah melihat wajah sang pengkhianat.


"Aku dengar kau ingin menyingkirkan aku untuk merebut kerajaanku," cibir Ethan yang membuat Tuan Roberto terkejut dan bertanya-tanya bagaimana Ethan bisa tahu.


Tuan Roberto menoleh dan menyuruh semua anak buahnya keluar dari mobil tak terkecuali Jose dan Joel.


"Ada pengkhianat di antara kita," bisik Tuan Roberto pada Joel.


"Oh, kalau begitu kau harus menghabisi pengkhiat itu," sahut Joel tenang.


"Apa yang kau tunggu, Robert?" tanya Ethan. "Untuk menggantikan posisiku, kau harus lebih kuat dari ku. Jadi ayo kita buktikan kekuatan kita sekarang!" seru Ethan.

__ADS_1


Sorot mata Ethan sangat tajam, dan pria itu masih terlihat kuat meskipun sudah berdarah di sekujur tubuhnya.


"Apa kau takut padanya?" tanya Joel yang melihat tuannya itu hanya berdiam diri.


"Tidak," jawab ketua organisasi Octopus itu. Ia melepaskan jasnya dan maju mendekati Ethan.


Kini, kedua ketua organisasi itu berhadapan secara langsung.


Kemarin, mereka masih rekan bisnis dan kawan. Hari ini, mereka adalah lawan dan salah satu dari mereka harus mati.


Bukankah hidup sungguh tak tertebak?


Sementara dari atas helikopter, Peter mengernyit bingung melihat Tuan Bertrand yang berdiri tak jauh dari Ethan.


"Kenapa pria itu ada di sana?" gumam Peter.


"Haruskah kita membunuhnya?" tanya Theo yang kini sudah mengarahkan senjata laras panjangnya ke arah Tuan Bertrand.


"Tidak, dia bukan musuh," jawab Peter. "Arahkan senjatamu pada Roberto, bidik kepalanya tapi jangan menembak selama pertarungan masih berjalan adil."


Theo langsung patuh. Sementara Peter kini membidik senjatanya pada snipper dari helikopter musuh, memastikan mereka takkan curang dengan diam-diam menembak.


Jose yang melihat hal itu mulai panik, sebab jika Ethan tak bisa dikalahkan maka mereka semua akan mati. Sedangkan Jose sangat ingin membunuh Peter sebelum ia mati untuk membalas kematian adiknya.


"Apa hanya segitu saja kekuatanmu?" cibir Ethan saat ia berhasil menendang perut Roberto. "Dan orang lemah sepertimu ingin menggantikan posisiku?"


"Kau selalu meremahkanku," geram Roberto. "Selalu memaksaku patuh pada semua aturanmu dalam bisnis padahal kau bukan bosku," kata Roberto sembari berusaha berdiri tegak.


Diam-diam, Roberto mengeluarkan sebuah pisau yang selalu ia simpan di balik lengan bajunya.


Sementara di sisi lain, Jose pun diam-diam membidik Ethan. Dan saat Ethan hendak kembali menyerang Roberto, pria paruh baya itu langsung menusuk perut Ethan dan bersamaan dengan itu Jose melepaskan tembakan nya beberapa kali yang tepat mengenai dada kanan Ethan, membuat semua orang terkejut.


Melihat pengkhianatan itu, Peter langsung menembak helikopter musuh begitu juga sebaliknya.


Simon langsung menembaki anak buah Robertro membuat mereka semua langsung berlindung di sisi mobil. Dan saat ada kesempatan, mereka juga membalasnya dengan tembakan.


Theo mencoba menembak Roberto tetapi pria itu masih bergelud dengan Ethan yang tak mau menyerah begitu saja. Theo tak bisa asal menembak, sebab jika salah sasaran maka ia akan melukai sang Don mafia.


Tuan Bertrand yang melihat kekacauan itu hanya bisa tercengang, hingga ia melihat Jose yang hendak kembali menembak Ethan. Dengan cepat ia berlari, mengambil senjata yang Ethan buang dan dengan membabi buat ia menembak ke arah anak buah Roberto tanpa tahu siapa sasarannya.

__ADS_1


Jose terluka tepat di perutnya, membuat ia semakin marah dan membalas tembakan Tuan Bertrand yang langsung mengenai dada dan perut pria itu.


Ethan sempat termangu melihat Tuan Bertrand, sebab ia berpikir pria itu sudah pergi.


Peter yang beradu tembak dengan musuh kini juga terkena tembakan di pundaknya hingga senjatanya terlepas. Simon mengambil alih dan menyerang helikopter musuh dengan membabi buta tetapi ia cukup kesulitan sehingga Theo harus membantu.


Di bawah, Ethan mencoba menyelamatkan Tuan Bertrand tetapi kini Jose justru kembali memberondong pria yang sudah tak berdaya itu dengan tembakan.


"Hentikan!" teriak Ethan marah tetapi Jose justru tertawa senang.


"Kenapa kamu kembali, bodoh?" teriak Ethan tetapi Tuan Bertrand sudah terlihat sekarat bahkan ia memusnahkan darah dari mulutnya.


"Aku memintamu pergi!" lirih Ethan. Yang ada dalam benaknya saat ini hanya Louisa, bagaimana ia memberi tahu Louisa?


"Aku ... aku mencoba menebus dosa," lirih Tuan Bertrand di sisa kekuatannya. "Lou ... Louisa!"


"Hey!" Ethan kembali beteriak saat Ayah dari Louisa itu sudah tak lagi bernapas. Tiba-tiba Ethan merasa lemah, ia merasa tak berdaya.


"Kau akan mati hari ini!" kekeh Roberto yang merasa kemenangannya sudah ada di tangannya. Apalagi ia melihat anak buah Ethan sibuk sendiri sementara di bawah sini Ethan sudah tak berdaya.


Tuan Roberto menodongkan pisaunya ke leher Ethan yang kini hanya bersimpuh di sisi mayat Tuan Bertrand.


"Haruskah aku membunuhmu atau menawanmu?" ejek Tuan Roberto. "Apakah hanya segini saja kekuatan yang selalu kau sombong—" Ucapan pria itu terhenti saat tiba-tiba Joel menodongkan senjatanya tepat di depan mata Tuan Bertrand.


"Joel?" gumam Tuan Bertrand tak percaya. "Jadi kau pengkhianatnya?" Sorot mata pria itu menampilkan kekecewaan saat yang paling dipercaya justru berkhianat.


"Ah, tentu saja bukan," kekeh Joel. "Aku memang di kirim untuk mengawasimu."


Tuan Roberto termangu, sulit percaya bahwa tangan kanannya yang selama ini ia percaya ternyata adalah pengkhianat. Joel sudah bersamanya sejak 10 tahun terkahir, lalu bagaimana bisa?


Sementara Ethan, kini pria itu tersenyum sinis. Dengan susah payah, dan dengan menahan segala rasa sakit di tubuhnya, Ethan mencoba berdiri.


"Apa kau tahu salah satu cara menjadi orang terkuat dan berkuasa?" kekeh Ethan sembari mengambil pisau dari tangan Roberto yang masih tampak shock mengetahui Joel adalah pengkhianat. "Bukan hanya bekerja keras tapi juga harus bekerja cerdas."


Dalam satu gerakan, Ethan menyayat leher Roberto hang membuat pria itu langsung sekarat. Sementara Jose hanya bisa menganga.


Tahu dirinya dalam bahaya, Jose langsung berlari dan melompat ke dalam sungai untuk menyelamatkan diri. Bersamaan dengan itu, Theo dan Simon berhasil menjatuhkan lawan.


Dan kini mereka bergegas menyelamatkan Ethan.

__ADS_1



__ADS_2