Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 151 - #Peter (Lamaran Ala Mafia Senior 2)


__ADS_3

"Nikahi saja dia, Peter," ujar Simon dengan santainya yang membuat Peter meringis.


"Apa aku memang harus menikahinya?" tanya Peter yang membuat Simon kesal.


Saat ini keduanya sedang ada di mansion, mereka menyempatkan diri latihan dan sekarang mereka sedang istirahat. Sejak tadi, Peter terus berceloteh ria tentang Ashley. Oleh karena itu Simon memintanya menikahi wanita itu.


"Tentu saja, kamu sudah berkencan dengannya, kamu juga sudah telfonan sepanjang waktu dengannya. Dan sekarang Ashley akan datang ke London demi dirimu, dia akan meninggalkan negaranya demi kamu. Lalu apa lagi yang akan kalian lakukan setelah ini jika bukan menikah?"


Peter terdiam, ia memang sangat suka saat berbicara dengan Ashley sepanjang waktu. Dia tidak pernah merasa bosan sedikit pun, ia juga sangat bahagia karena wanita itu besok akan sampai ke London.


Namun, Peter belum terpikirkan tentang pernikahan. Apalagi dia takut nanti pernikahannya seperti pernikahan orang tuanya, tak bahagia.


"Tapi bagaimana kalau kami tidak bahagia?" tanya Peter sembari mengelap keringat di pelipisnya.


"Dalam pernikahan itu memang tidak selalu bahagia, Peter, tapi juga tidak akan selalu menderita. Aku sangat bahagia bersama istriku, kau juga pasti melihat Ethan dan Louisa sangat bahagia, kan?"


Peter mengangguk, ia melihat pernikahan Ethan dan pernikahan Simon memang terlihat bahagia.


"Yang kau butuhkan dalam pernikahan adalah cinta, kejujuran dan komitmen. Kalau kita mencintai pasangan kita, kita tidak akan pernah bisa menyakitinya walau hanya seujung kuku." Simon melanjutkan, berharap temannya yang sudah tua itu segera menikah sebelum dia expired.


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mengajak Ashley menikah?" tanya Peter lagi.


Simon terdiam, ia sendiri tidak pernah mengajak Filly menikah tapi wanita itu lah yang mengajaknya menikah. Jadi, ia tidak tahu apa yang harus Peter lakukan.


"Aku tidak tahu," jawab Simon sambil cengengesan yang membuat Peter berdecak.


"Aku rasa kamu bisa bertanya pada Ethan."


"Ah, itu benar!" seru Peter dengan semangat. Dia pun segera berlari dari sana untuk menemui Ethan, bahkan Peter tak mandi atau berganti baju lebih dulu.


"Ethan?" panggil Peter yang tak melihat pria itu di mana-mana.


"Apa kalian melihat di mana Tuan Mayer?" tanyanya pada pelayan di sana.


"Tuan Mayer bersama istrinya dan Nyonya Filly sedang di halaman samping, Tuan," jawab pelayan itu.

__ADS_1


Peter segera ke halaman samping rumah, ternyata Ethan, Louisa dan Filly ada di sana. Mereka sedang merawat tanaman bunga Louisa. Dan tentu juga bunga mawar Simon yang diberikan oleh Filly.


"Ada apa, Uncle Peter?" tanya Louisa yang melihat pria itu datang tampak tergesa-gesa karena napasnya terengah.


"Aku hanya ingin bertanya pada Ethan," kata Peter sembari mengatur napasnya. "Aku ingin bertanya bagaimana caranya mengajak Ashley menikah?"


"HAH?" pekik Ashley dan Louisa bersamaan, sementara Ethan hanya melongo.


"Maksudnya?" tanya Ethan.


"Maksudku ... dulu bagaimana caramu mengajak Louisa menikah? Aku juga ingin mengajak Ashley menikah saat dia datang besok," tukas Peter.


Seketika Ethan hanya bisa garuk-garuk kepala karena ia tak pernah mengajak istrinya itu menikah sebagaimana semestinya. Sementara Louisa kini tertawa dan berkata, "Dia tidak pernah mengajakku menikah, Uncle Peter. Dia langsung menikahi ku."


Kata-kata Louisa itu membuat Peter jadi bingung.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Peter cemas. "Aku sangat ingin mengajak Ashley menikah, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya."


"Begini ...." Filly maju sembari memetik salah satu bunga Louisa, kemudian ia memberikan bunga itu pada Peter. "Berikan bunga pada gadis itu, jangan lupa siapkan cincin dan katakan begini. Ayo kita menikah malam ini."


...🦋...


Ashley benar-benar merasa beruntung karena Peter hadir dalam hidupnya, bukan hanya anggapan semata bahwa pria itu adalah dewa pelindungnya karena sekarang Peter memang menjadi dewa pelindungnya.


Pergi ke luar negeri juga sudah menjadi impian Ashley sejak dulu, tetapi ia tak bisa melakukan itu. Dan sekarang, ia ada di London. Bahkan, ia sudah mendapatkan panggilan dari rumah sakit untuk mempekerjakannya.


"Wow!" seru Ashley saat ia memasuki mansion Ethan. "Ini sangat besar dan sangat mewah," ujarnya takjub.


"Kau suka tempat ini, Ashley?" tanya Louisa sambil melirik Peter, menggoda pria itu yang sejak tadi senyum-senyum sendiri. Terlihat jelas di matanya bahwa Peter sangat senang dengan kehadiran Ashley.


Simon, Ethan dan Filly juga bisa merasakan kebahagiaan perjaka tua itu atas kedatangan pujaan hatinya.


"Aku suka," jawab Ashley. "Lalu apakah aku akan tinggal di sini?" tanyanya kemudian.


"Jika kau suka kenapa tidak?" kekeh Louisa. "Kau dan uncle Peter akan tinggal di sini, bersamaku dan Ethan. Kecuali ...." Louisa sengaja menggantung kata-katanya, ia melirik Peter sekali lagi. "Kecuali kalau kalian mau menikah dan ingin tinggal terpisah dari kami."

__ADS_1


"Menikah?" pekik Ashley dengan mata yang melotot terkejut. Ia langsung menatap Peter, membuat Peter tampak salah tingkah.


"Iya," jawab Peter kemudian memberanikan diri.


Ia mendekati Ashley, memberikan bunga sekaligus cincin yang masih ada dalam kotaknya, membuat Ashley bingung tapi dia tetap menerimanya. "Ayo menikah malam ini."


Ashley tercengang atas lamaran itu, sementara Ethan dan Simon hanya bisa menghela napas berat karena Peter tidak memasangkan cincin itu. Beda halnya dengan Louisa dan Filly yang harus menahan tawa atas adegan lamaran yang tak biasa ini.


Apalagi melihat bagaimana cara Peter menyodorkan bunga dan cincin nya secara bersamaan, jauh dari kata romantis dan manis yang bisa membuat hati wanita meleleh.


"Kau tidak mau?" tanya Peter karena Ashley hanya diam saja.


"Jadi ... kau melamarku?" Ashley balik bertanya dengan kedua alis yang terangkat.


"Iya," jawab Peter. "Aku ingin menikah denganmu, kau mau, kan?"


Ashley terdiam sejenak sembari menatap kotak cincin di tangan kirinya dan bunga mawar di tangan kanannya, ia menatap kedua benda itu secara bergantian.


Ashley memang sangat menyukai Peter, bahkan mencintainya. Alasan Ashley mau ke London juga karena Peter, dia ingin selalu dekat dengan dewa pelindungnya itu.


Namun, ia tak menyangka akan di lamar saat baru sampai dan itu pun dengan cara yang ... aneh?


Oh bukan, itu unik. Sangat unik, pikir Ashley.


Ashley mengembalikan kotak cincin itu pada Peter, membuat Peter bingung dan bertanya, "Apa aku ditolak?"


"Pasangka cincin nya di jariku, Peter, itu baru namanya melamar," kekeh Ashley yang membuat semua orang tak bisa lagi menahan tawanya.


Sementara Peter hanya bisa tersipu, tetapi ia segera memasangkan cincin yang baru ia beli semalam itu. Dan syukurlah cincin itu pas di jari manis Ashley.


"Apa kita benar-benar akan menikah malam ini?" goda Ashley kemudian. "Kau mengajakku menikah malam ini."


"Iya," jawab Peter tanpa ragu.


"Astaga," gerutu Ethan. "Ini terlalu tiba-tiba."

__ADS_1


"Dulu kau juga melakukan itu padaku," ucap Louisa setengah berbisik. "Jadi lakukan sesuatu supaya mereka segera menikah, tidak perlu ada lamaran karena Ashley tidak punya wali."


__ADS_2