Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 132 - Menikmati Keindahan Ini


__ADS_3

"Aku rasa malam ini aku tidak akan tidur," kata Ethan yang saat ini sedang berdansa dengan Louisa.


Para tamu yang lain punya berdansa dengan pasangan masing-masing, mengikuti irama musik yang mengalun dengan indah.


"Kenapa? Apa kau punya pekerjaan penting?" tanya Louisa dengan serius, membuat Ethan terkekeh,


"Tidak, Sayang," jawab Ethan. "Tapi aku memang tidak ingin tidur supaya aku bisa memandangi wajah cantik mu,"


Seketika Louisa kembali tersipu, membuat Ethan merasa gemas dengan wajah merona sang istri. "Kau pandai menggombal sekarang," ucap Louisa malu-malu.


"Seorang gadis yang berusia 18 tahun mengajariku dulu," jawab Ethan.


Louisa tahu yang di maksud oleh Ethan ada diri nya, dan ia tak menyangkal hal itu. "Kenapa kau selalu menggoda ku dulu, hem?" tanya Ethan.


"Karena kau sangat seksi dan aku menyukai itu," jawab Louisa secara spontan, membuat Ethan tertawa kecil.


"Apa kau hanya suka pada tubuh seksi ku?" Ethan kembali bertanya sembari melemparkan tatapan yang begitu intens pada sang istri. Tentu saja hal itu membuat Louisa sempat tak bisa berpikir, ia justru merasa gugup.


"Jawab aku, Sayang," bisik Ethan di telinga Louisa.


Hangat nya napas Ethan yang menerpa telinga nya membuat seluruh tubuh Louisa meremang, detak jantung nya berpacu lebih cepat lagi.


"Kau dingin dan datar," ujar Louisa sembari merapatkan tubuh nya ke tubuh Ethan. "Seperti es balok, dan itu membuat ku merasa gemas." Louisa teringat kembali saat pertemuan pertama nya dengan Ethan.


Harus Louisa akui, Ethan punya kharisma yang begitu berbeda dari semua bodyguard Louisa yang lain. Tatapan pria itu, gerak gerik nya bahkan sampai cara bicara nya, sangat berbeda dan menarik.


"Jadi kau berusaha mencairkan aku, hem?" Ethan mengecup rahang sang istri dengan gemas.

__ADS_1


"Yeah, dan sekarang kau seperti cokelat yang di bakar." Louisa berkata sambil tertawa kecil. "Manis, lembut dan hangat."


Tiba-tiba raut wajah Ethan berubah, pria itu melirik ke kanan dan ke kiri, seolah mencoba mencari sesuatu.


"Apa yang kau cari?" tanya Louisa bingung.


"Ayo kita ke kamar," ajak Ethan yang bahkan tak menjawab pertanyaan Louisa, tentu saja hal itu membuat Louisa melongo,


Ia menatap ke sekeliling nya, sebagian besar tamu sedang berdansa, sementara sebagian yang lain menikmati hidangan yang di sajikan.


"Masih ada begitu banyak tamu, Ethan," bisik Louisa.


"Tidak apa-apa, lagi pula kita sudah menyapa mereka semua. Jadi, sekarang biar Nyonya Rae, Simon dan Peter yang mengurus sisa nya. Kita butuh istirahat." Ethan memelas, membuat sang istri hanya bisa meringis.


"Tapi mereka juga sibuk." Pandangan Louisa kini tertuju pada Simon juga sedang berdansa dengan Dokter Filly, sementara sang Ibu sedang mengobrol serius dengan rekan kerja. Dan Peter sedang sibuk makan sembari membicarakan sesuatu dengan Varian.


Ethan pun hanya bisa menurut dengan pasrah saat Louisa menggandeng tangan nya menemui Peter.


"Uncle Peter," panggil Louisa dengan suara lembut nya. Peter pun langsung mendongak, kening nya berkerut melihat sang pengantin ada di hadapan nya padahal seharusnya sekarang mereka berdansa,


"Ada apa?" tanya Peter.


"Aku ingin kembali ke kamar jika memungkinkan," ujar Louisa dengan hati-hati nya. "Aku ingin segera beristirahat tapi aku tidak nyaman meninggalkan para tamu," pungkas Louisa.


"Para tamu datang untuk menikmati pesta kalian dan bukan menonton kalian sepanjang waktu," sarkas Peter yang membuat Ethan menghela napas berat, sementara Louisa hanya bisa mendelik.


"Pergi lah, para tamu tidak akan masalah selama pesta nya tidak di bubarkan!" Lanjut nya kemudian.

__ADS_1


Meski sempat kesal dengan kata-kata pertama Peter, tetapi kini dia merasa senang. Bahkan, Louisa langsung mencium pipi Peter sebagai ucapan terima kasih.


"Kau memang yang terbaik, Uncle Peter, aku mencintai mu," seru Louisa.


"Aku harap kau tetap menikmati pesta nya meski tanpa kami," ujar Peter pada Varian.


"Aku mengerti," sahut Varian sambil mengulum senyum.


Ethan dan Louisa pun segera bergegas ke kamar mereka, meninggalkan para tamu yang memang punya kesibukan nya sendiri.


Tak terkecuali Simon, mati-matian ia menahan dada nya yang berdebar karena posisi nya yang begitu dekat dengan Dokter Filly. Bahkan, Simon tak dapat menahan wajah nya yang merona.


Dokter Filly adalah Dokter yang cukup hebat, bukti nya dia mampu menangani Ethan dengan sangat baik. Karir nya sebagai Dokter benar- benar mulus. Namun, tidak dengan kisah asmara nya yang selalu gagal dengan alasan yang beragam.


Di usia nya yang ke 36 ini, Dokter Filly masih setia menjomblo hingga akhirnya Simon datang dan merubah segala nya.


"Apa kau akan membawa ku bertemu dengan keluarga mu secara khusus?" tanya Dokter Filly kemudian, membuat Simon tampak gugup. "Aku sudah memberi tahu keluarga ku tentang mu, mereka ingin bertemu minggu depan, saat makan siang." Lanjut nya yang membuat Simon semakin gugup.


"Aku ... aku juga sebenarnya sudah memberi tahu Ethan dan yang lain nya tentang mu," sahut Simon akhirnya setelah berhasil menenangkan hati nya yang bergemuruh.


"Bahkan, tadi Peter mengatakan alangkah baik nya jika kita menikah juga malam ini. Jadi kami tidak perlu mengatur pesta lagi dan lagi."


Dokter Filly langsung melongo mendengar ungkapan absurd Simon, tetapi kemudian ia tertawa kecil, merasa gemas sendiri dengan Simon dan Peter yang memang apa ada nya jika berbicara.


Sementara di sisi lain, Ethan dan Louisa kini sudah ada di kamar pengantin mereka. Aroma bunga mawar segar yang ada di atas ranjang tersebar di seluruh penjuru ruangan, menambah suasana romantis si pengantin baru tapi tidak baru itu.


"Aku mau mandi dulu, Sayang," kata Louisa, mencoba menghindari tatapan Ethan. Namun, Ethan justru langsung menggendong Louisa, membuat Louisa memekik terkejut.

__ADS_1


"Kenapa?" Ethan bertanya dengan senyum misterius. "Bukan kah malam ini malam pertama kita?"


__ADS_2