
Jika ada hari yang paling berkesan, dan hari paling bahagia dalam hidup Nyonya Agatha, maka itu adalah hari ketika dia melahirkan Louisa dan menyaksikan Louisa dalam gaun pengantin di hari pernikahan nya.
Saat ini, Nyonya Agatha sedang bersama Louisa di kamar hotel yang sudah di persiapkan. Para tamu pun sudah mulai berdatangan, memenuhi ballroom hotel paling mewah di London itu.
Ada begitu banyak tamu yang datang, tetapi sayang nya Louisa teman-teman Louisa tak bisa datang yang dari Madrid karena beberapa alasan. Namun, mereka tetap mengucapkan selamat dan memberikan doa terbaik.
Gaun pengantin bertabur crystal itu sangat indah dan membuat penampilan Louisa semakin sempurna, meski make up nya cukup sederhana dan tipis.
"Berhenti lah menangis, Mom," pinta Louisa untuk yang ke sekian kali nya.
Sejak tadi ibu nya terus menangis, bukan karena sedih melainkan karena terlalu bahagia. "Nanti make up mu rusak." Louisa berkata sembari menyeka air mata sang Ibu dengan lembut.
"Maafkan aku, Sayang," ucap Nyonya Agatha sembari tersenyum. "Mommy terlalu bahagia sampai tidak bisa menahan air mata kebahagiaan ini."
Louisa pun ikut tersenyum lembut, ia menggenggam tangan sang Ibu dan mengecup nya dengan lembut.
"Terima kasih atas semua cinta dan perhatian yang Mommy berikan untuk aku," lirih Louisa dengan mata yang berkaca-kaca, teringat kembali perjuangan sang Ibu menemani nya selama ini, terutama setelah kepergian sang Ayah. "Dan maaf karena aku belum bisa membuat Mommy bangga, aku bahkan tidak bisa menyelesaikan sekolah ku."
Nyonya Agatha menggeleng pelan, ia menarik Louisa ke dalam pelukan nya. "Kau membuat Mommy sangat bangga, Sayang, sangat bangga."
Kedua nya terdiam sejenak, menikmati pelukan hangat satu sama lain.
Louisa teringat dengan sang Ayah, ia ingin tahu apa komentar Ayah nya tentang penampilan nya ini, dan ia sangat ingin melihat wajah ayah nya yang bahagia karena kini dia sudah dewasa dan punya keluarga nya sendiri.
"Jika saja ayah mu di sini, pasti dia akan sangat bahagia sekarang," ujar Nyonya Agatha sembari melerai pelukan nya.
"Dia pasti melihat kita dari atas sana," kata Louisa penuh harap.
Tak berselang lama, Simon datang untuk memberi tahu bahwa acara nya akan segera di mulai.
"Apa kau siap?" tanya Simon.
__ADS_1
Louisa mengangguk sambil tersenyum. "Kau cantik sekali," puji Simon dengan tulus yang membuat Louisa kembali tersipu.
"Ayo!" seru Nyonya Agatha kemudian.
Simon pun mengulurkan tangan nya pada Louisa, bertindak sebagai wali nya atas permintaan Louisa sendiri.
Louisa berjalan pelan di antara Simon dan Nyonya Agatha, ia berusaha mengontrol dada nya yang berdebar hebat itu.
Sementara di sisi lain, Ethan menunggu menunggu pengantinnya dengan jantung yang juga berdegup kencang. Ia merasa gugup, hingga tanpa sadar Ethan bergerak gelisah.
"Aku harap kau tidak pingsan," ujar Varian sambil terkekeh.
"Aku harap tidak," balas Ethan yang juga sambil terkekeh.
Sementara Peter berdiri bak patung di sisi Ethan, ia bertindak sebagai wali Ethan, mewakili kedua orang tua nya yang pergi terlalu cepat.
Peter masih tak menampilkan ekspresi apapun meski sebenarnya ia merasa sangat bahagia atas pesta pernikahan ini. Hati nya terasa begitu hangat, setelah sekian lama menunggu, akhirnya hari ini datang juga.
Ethan langsung mendongak, menatap sang istri yang kini berjalan pelan ke arah nya. Jantung Ethan berdetak lebih cepat, kedua mata nya sudah berkaca-kaca, terharu dan tak percaya akhirnya apa yang mereka inginkan kini tercapai.
Simon melirik ke sisi nya, di mana ada Dokter Fully yang ia sukai ada di sana. Dan Dokter pujaan nya itu memakai gaun yang di berikan oleh Simon, membuat jantung Simon berdebar-debar tak karuan.
Pendeta yang menikahkan Louisa dan Ethan juga datang secara khusus, untuk menikahkan kembali dan menyaksikan penyatuan dua jiwa yang berbeda itu tetapi memiliki cinta yang sama.
Kini, Louisa sudah berdiri di depan Ethan, menatap sang suami penuh cinta, begitu juga sebaliknya.
"Kau menangis?" tanya Louisa saat melihat air mata mengalir begitu saja di pipi Ethan.
Ethan yang mendengar itu tampak terkejut, ia langsung menyentuh pipi nya sendiri dan baru menyadari pipi nya sudah basah karena air mata.
"Aku terlalu bahagia sampai menangis," kekeh Ethan, ia segera menghapus air mata nya. Setelah itu, Ethan mengulurkan tangan nya pada sang istri.
__ADS_1
Simon pun memberikan tangan Louisa pada Ethan sembari berkata, "Aku menyerahkan Ethan pada mu, Lou. Dan aku menyerahkan Louisa pada mu, Ethan."
Yeah, itu adalah apa yang Simon minta. Karena bagi nya Ethan adalah putra nya, dan Louisa adalah putri nya. Sebagai ayah meskipun bukan ayah kandung, ia ingin memastikan kedua insan itu bahagia dan saling menjaga. Apalagi cinta mereka telah teruji saat kedua nya berada di ujung kematian, kedua nya tetap setia.
"Semoga kalian selalu bahagia," ucap Simon penuh haru.
Peter yang melihat hal itu juga terharu meski ia tak tahu harus mengatakan apa untuk mengungkapkan nya, alhasil ia hanya diam saja sambil tersenyum samar, ia tak menyangka kini ia bisa melihat Ethan menikah seperti mimpi nya selama ini.
Pendeta itu meminta Ethan dan Louisa berdiri berhadapan, ia siap untuk kembali menikahkan dua insan itu.
Janji suci pernikahan kembali di ucapkan oleh Louisa dan Ethan, kali ini di depan keluarga, teman dan orang-orang yang mereka kenal.
Selain itu, pernikahan ini jauh lebih sempurna dari sebelum nya. Di mana sekarang Louisa memakai gaun pengantin dan mereka saling menyematkan cincin pernikahan. Pernikahan ini di siapkan sepenuh hati oleh semua orang, bukan hanya pernikahan mendadak seperti yang Ethan lakukan dulu.
Nyonya Agatha lagi-lagi tak dapat menahan air mata haru nya saat mendengar Ethan mengucapkan janji suci pernikahan untuk Louisa.
Pria yang dulu ia percayai, kemudian ia benci karena ternyata berkhianat, kini justru menjadi orang yang paling di cintai oleh putri nya dan sangat mencintai putri nua. Bahkan, pria itu menjaga Louisa lebih baik dari seorang Bodyguard menjaga Tuan-nya.
Yeah, Ethan mencintai Louisa dengan begitu tulus, tidak akan ada yang bisa merugikan hal itu.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri," seru sang pendeta. "Semoga kalian selalu bahagia, selalu setia dan mendapatkan anugerah yang dapat membuat hidup kalian semakin sempurna.
"AMIN."
Louisa dan Ethan mengaminkan secara bersamaan, setelah itu keduanya saling pandang dan akhirnya berciuman. Membuat semua orang merasa gemas, sekaligus cemburu dengan keromantisan itu.
Simon kembali menatap Dokter Filly, membayangkan bagaimana jika yang menikah nanti diri nya dan sang Dokter pujaan?
"Kau terus menatap nya," tukas Peter. "Seharusnya kau menikahi dia juga hari ini, dengan begitu kita tidak perlu repot mengurus pesta dua kali."
Simon melongo, sementara Peter memasang wajah tak berdosa nya sembari mendekati Louisa dan Ethan, untuk memberikan selamat pada mereka.
__ADS_1