Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 31 - Adakah Yang Tersisa?


__ADS_3

Saat Ethan keluar dari rumah mereka, kedua orang tua Louisa langsung berlari ke kamar putri mereka.


"Oh Tuhan," gumam Nyonya Agatha menangis haru saat melihat putrinya baik-baik saja meski masih tak sadarkan diri.


Ia langsung berlari menghampiri Louisa dan memeluknya, sementara Tuan Bertrand hanya bisa berdiri mematung dengan pandangan yang kosong.


Ethan sungguh memporak-porandakan kehidupannya yang jaya hanya dalam waktu kurang 48 jam.


Semua orang-orangnya sudah mati, semua hartanya pun sudah lenyap. Sekarang, yang ia miliki hanya istri dan putrinya.


"Lou, bangun, Sayang." Nyonya Agatha menepuk pipi Louisa dengan lembut. "Sayang, semua sudah berakhir. Semua baik-baik saja, ayo bangun."


"Haruskah kita membalasnya?"


Nyonya Agatha langsung melemparkan tatapan tajamnya saat mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami.


"Apa kamu tidak melihat mayat di bawah itu, hah?" teriak Nyonya Agatha. "Apa kamu tidak akan berhenti sampai melihat mayat ku dan Louisa?"


Tuan Bertrand terdiam, ia mendekati Louisa dan menggenggam tangan putrinya yang sangat dingin itu. "Tapi aku memberikan kehidupan yang layak untuk Lou, kasihan dia jika kita hidup tidak punya apa-apa."


...🦋...


"Apa yang terjadi? Kau membatalkan rencana utama, Tuan Mayer. Apakah itu karena gadis kecil itu?"


Ethan enggan menjawab pertanyaan Peter, ia justru sibuk mengganti baju dengan yang bersih.


Saat ini mereka semua sedang dalam helikopter yang terbang menuju mansion keluarga Ethan.


"Kau jatuh cinta padanya?" cibir Peter sambil tersenyum miring.


"Aku seperti melihat diriku sendiri dalam dirinya," ujar Ethan akhirnya.


"Lalu apa? Kau lupa bahwa mereka yang membantai keluargamu?"

__ADS_1


"Aku ingat dan aku sudah membalasnya."


"Tapi sekarang mereka masih hidup."


"Hidup dalam keterpurukan lebih buruk dari kematian."


"Bagaimana jika dia menyusun rencana untuk balas dendam?"


"Apa kau takut?"


"Aku hanya mengkhawatirkan dirimu, Ethan, orang tuamu menitipkan kamu pada kami."


Saat Ethan dan Peter beradu mulut, Simon hanya bisa mendengarkan dalam diam, sementara Theo masih fokus mengobati lukanya dan luka para anak buahnya.


Suasana hening, semuanya sibuk dengan pikiran dan perasaan masing-masing hingga Simon memberanikan diri bertanya, "Bagaimana dengan luka di kepalamu, Tuan Mayer?"


Ethan langsung memegang kepalanya yang sempat terluka karena Bi Amy memukulnya. "Aku baik-baik saja," jawab Ethan setelah itu ia pergi ke sebuah kamar khusus yang ada di sana untuk beristirahat.


"Sudah aku duga, gadis itu racun," geram Peter yang tampak tak menyukai keputusan Ethan.


Sementara di kamarnya, Ethan seolah melihat Louisa saat ia menutup mata. Hal itu membuat Ethan tak bisa tidur padahal ia merasa sangat lelah.


Ethan pergi ke kamar mandi, ia mencuci wajahnya dan menatap pantulan wajahnya di cermin.


"Kenapa semuanya tidak sesuai dengan rencana?"


Ia menyugar rambutnya dengan kasar. "Maafkan aku, Mom, Dad! Aku tidak membunuh pembunuh kalian tetapi aku berhasil membuat mereka tidak punya apa-apa, aku harap kalian merasa itu sudah cukup."


...🦋...


Suara tembakan.


Suara perkelahian.

__ADS_1


Ancaman.


Darah.


Mayat.


Louisa menggeram tertahan dalam tidurnya, tangannya meremas sprei dengan kuat dan keningnya berkerut sangat dalam.


Keringat dingin membasahi kening dan seluruh tubuh Louisa.


"Tidak!"


"Jangan!"


"Jangan!"


Ia mengigau bahkan kini mulai terisak. "Jangan, aku mohon!"


"Lou?" Nyonya Agatha langsung menepuk pipi Louisa. "Bangun, Nak."


"Mommy!"


Louisa membuka kedua matanya sambil berteriak ketakutan, dengan sigap sang ibu langsung memeluknya dengan erat.


"Mommy!"


"Aku ... aku bermimpi buruk," lirih Louisa yang membuat Nyonya Agatha langsung meneteskan air matanya. "Aku melihat Bi Amy, dan semua orang sudah__" Louisa menggantung ucapannya, ia mengingat kembali kejadian kemarin hingga tadi malam dan semua itu ... bukan mimpi?


"Bi Amy?" lirih Louisa.


"Dia sudah pergi, Sayang."


Louisa langsung merasa lemas, jantungnya Seperti berhenti berdetak bahkan darahnya terasa membeku.

__ADS_1


"Ethan membunuhnya?"


__ADS_2