
Semua anggota The Eagle begitu semangat mempersiapkan pesta tahunan mereka, apalagi ketika Ethan mengumumkan bahwa mereka semua bebas tugas sampai keesokan harinya.
Beberapa anggota yang sudah berkeluarga dipersilakan untuk bergabung pulang oleh Ethan, sementara yang tidak memiliki keluarga tetap di markas.
Hal itu rupanya menjadi angin segar bagi Erik karena beberapa anggota yang pulang itu membuat pekerjaan Erik dan teman-temannya lebih mudah.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30, semua anggota The Eagle berkumpul di sebuah ruangan yang mereka sempat Free Island. Sebuah ruangan yang begitu luas, yang hanya mereka tempat satu tahun sekali untuk pesta tahunan.
Jika meraka sudah masuk di Free Island ini, maka artinya mereka bebas melakukan apapun. Mabuk, menari, makan, tidur dan tentu tak ada senjata. Di tempat ini, meraka benar-benar menyatu layaknya keluarga.
"Tuan Mayer!" seru salah seorang pemuda sambil mengangkat tangannya.
"Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Ethan dengan nada yang begitu dingin.
"Kau sendiri tidak pulang ke keluargamu?" tanya pemuda itu yang seketika membuat Ethan kembali mengingat Louisa. "Aku mendengar desas desus katanya kau punya seseorang yang istimewa di luar sana."
__ADS_1
"Itu benar," sahut Ethan tanpa mengelak. "Tapi kalian adalah keluargaku dan markas ini adalah rumah ku," tambah nya. "Jadi, aku akan menikmati tahun baru ini bersama kalian semua."
Sontak semua orang bersorak girang, bahkan ada yang sampai melompat.
"Di mana makanan dan minumannya?" teriak salah satu pemuda di sana.
"Ini baru jam setengah dua belas," seru pemuda yang lain.
"Apakah kita harus menunggu tepat jam 12? Itu seperti anak-anak," protes pemuda yang lain, yang tampaknya tidak sabar untuk makan dan minum-minum.
"Kita di sini sejak jam 10, aku pikir kita akan langsung minum dan makan," keluh yang lain.
"Jangan lupa musiknya!" Yang lain pun menimpali, membuat ruangan itu menjadi sangat ramai. Bahkan, para anggota Mafia yang terlihat sangar, wajah tegang, sorot mata tajam dan tanpa senyum, kini seperti anak-anak yang sedang berada di taman bermain.
"Bersenang-senang lah!" seru Ethan sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Erik kini berhasil masuk ke dapur. Diam-diam dia menampur makanan mereka dengan obat tidur, membuat ia tersenyum senang, merasa rencana nya sudah berhasil.
Erik pun segera mengirimkan pesan pada komplotan nya bahwa ia telah berhasil meletakkan obat tidur ke dalam makanan para anggota The Eagle.
"Aku yakin, setelah ini akan sangat mudah untuk membunuh Ethan dan kedua bayangannya," sinis Erik. "Dengan membuat anggota Thea Eagle tidak sadar itu akan sangat bagus, agar mereka tidak harus bertarung dan mati. Bagaimana pun juga nanti aku akan membutuhkan mereka untuk melanjutkan organisasi ini."
Erik begitu percaya diri, merasa rencananya sudah sangat sempurna.
Sementara di sisi lain, para komplotan Erik dan pasukan nya bersiap di tempat yang tak jauh dari markas Ethan.
"Hanya satu atau dua jam lagi, aku pasti akan memenggal kepala Ethan," sinis Amber yang juga sangat percaya diri.
"Aku juga sangat tidak sabar untuk masuk dan membantai mereka semua," kata Dexter.
"Bunuh yang melawan," tegas Martin memperingatkan. "Tapi jangan lukai yang menyerah, karena kita membutuhkan mereka nanti."
__ADS_1