
Jose mengikuti Louisa yang saat ini berjalan entah ke mana, yang pasti gadis itu tampak kesal bahkan sesekali ia menendang apapun yang ada di hadapannya.
Jose berniat menghampiri Louisa tetapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan Louisa.
Sementara itu, Louisa juga terkejut melihat ada mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya. Dan seketika ia terbelalak saat melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut.
"Ethan?" gumam Louisa tak percaya.
"Halo, Nona Rae," sapa Ethan berusaha bersikap netral yang di hadapan Louisa.
"Kau?" Louisa masih tak percaya pria di depannya ini adalah sang mantan Bodyguard yang sudah membuat dunianya jungkir balik.
Jose tak kalah terkejutnya dengan Louisa saat ia melihat sang Don Mafia juga ada di tempat ini, seketika nyali Jose sedikit menciut bahkan ia sedikit gemetar. Apalagi ia sudah mendengar cerita bagaimana sadisnya Ethan terhadap musuh-musuhnya.
Ethan melirik ke sekelilingnya untuk memastikan tak ada yang mengawasi mereka, bersamaan dengan itu Jose langsung berbalik badan kemudian pergi menjauh dari sana.
"Ikut aku!" Ethan langsung menarik tangan Louisa tetapi gadis itu menepisnya dengan kasar, bahkan kini Louisa menatap pria itu dengan sorot mata yang sangat tajam, penuh amarah dan kebencian.
"Apalagi yang kau mau, huh?" Louisa mendesis tajam.
"Kita harus pergi dari sini, kau dalam bahaya," kata Ethan sejujurnya tetapi itu justru membuat Louisa langsung tertawa sinis.
"Setelah datang pada kami sebagai monster yang mengerikan, apa sekarang kau mau menjelma menjadi malaikat?" cibir Louisa.
"Terserah apapun katamu, Lou, tapi sekarang kau sedang diincar oleh Octopus," ujar Ethan penuh penekanan.
Lou?
Hati Louisa sempat tersentuh mendengar Ethan memanggil nama singkatnya itu, hal yang sangat ia inginkan, dulu.
Namun, pupil mata Louisa melebar saat mendengar kata Octopus, dan di detik selanjutnya gadis itu tertawa geli.
"Apa maksud mu ada gurita yang sedang mengincar ku?" ejek Louisa. "Ah, di mana gurita itu sekarang? Aku akan meminta mommy memasaknya untuk makan malam," ujar Louisa yang masih merasa Ethan hanya mengada-ada.
Hal itu membuat Ethan tampak kesal tetapi ia mencoba menahan diri.
"Octopus itu adalah geng mafia, Nona Rae," geram Ethan. "Mereka sangat berbahaya dan sekarang mereka mengincar kamu dan keluargamu," seru Ethan.
Bukannya percaya, Louisa justru kembali tertawa mendengar pernyataan Ethan yang menurutnya terdengar sangat lucu.
"Memangnya aku salah apa pada geng gurita itu, eh? Apakah aku membunuh Don mafia mereka seperti di film-film? " Louisa kembali mencibir dengan sinis.
__ADS_1
"Aku tidak merasa punya urusan apapun dengan geng mafia mana pun," desisnya kemudian tepat di depan wajah Ethan.
"Aku mohon percaya lah padaku, Louisa!" Ethan kembali menggeram kesal. "Aku hanya ingin melindungi mu," lirih Ethan.
"Oh ya?" sinis Louisa. "Setelah kau membunuh semua orang yang bekerja dengan keluarga ku, dan setelah kau mengambil semua harta kekayaanku. Bahkan, setelah kau mengancam akan membunuh kami. Sekarang kau akan menjadi dewa penyelamat? Lucu sekali."
Ethan tak tahu lagi harus berkata apa. Ia tak bakat meyakinkan seseorang apalagi memohon agar orang itu percaya padanya.
"Kau mengenal pria ini?" tanya Ethan sembari menunjukan foto Jose.
Louisa menatap foto itu baik-baik. "Iya," jawabnya kemudian. "Dia itu__"
"Jose," potong Ethan dengan cepat.
Louisa sempat terkejut karena Ethan mengetahui nama tetangganya itu. "Dia adalah anak buah Roberto, Nona Rae, dia pasti sengaja mendekati kamu untuk melancarkan aksi mereka," pungkas Ethan.
Namun, penjelasannya itu tak membuat Louisa percaya. Gadis itu justru kembali menatap Ethan dengan sinis.
"Seperti yang kau lakukan, hem?" cibir Louisa lagi setelah itu ia hendak meninggalkan Ethan. Akan tetapi, dengan cepat Ethan menarik Louisa bahkan menggendong gadis itu di pundaknya.
Louisa memekik terkejut, gadis itu berteriak dan memukul punggung Ethan.
"Lepaskan aku, Ethan!" jerit Louisa yang membuat Ethan meringis, sepertinya gendang telinga Ethan bisa pecah jika Louisa terus menjerit seperti itu.
"Apa kau akan membunuhku?"
"Apa mau mu, sialan?"
"Dasar penjahat!"
"Bajingan!"
"Tuhan akan memanggang mu di dasar neraka!"
Sumpah serapah tak berhenti keluar dari mulut mungil Louisa saat Ethan memasukkannya ke dalam mobil dengan paksa.
"Ethan, kau mau apa?" tanya Louisa saat Ethan mengikat tangan dan kakinya.
"Aku hanya ingin melindungi mu," jawab Ethan dengan santai.
"Apa begini caramu melindungi seseorang?" Louisa mengangkat tangannya yang di ikat. "Diikat, dibuat tidak berdaya."
__ADS_1
"Aku melakukan ini karena aku takut kamu melawan, Nona Rae," pungkas Ethan.
"Aku pasti akan melawan," balas Louisa. "Aku mau pulang, Ethan!"
"Aku akan mengantarmu pulang," sahut Ethan. "Setelah itu aku akan membawa kalian ke tempat yang aman, kau harus percaya padaku." Lanjutnya.
"Ke neraka atau surga?" Sekali lagi Louisa mencibir yang membuat Ethan mulai merasa jengah.
"Kemana pun yang kau mau."
...🦋...
Tanpa membuang waktu sedikitpun, Jose memberi tahu Roberto tentang kedatangan Ethan ke Heampstead.
Hal itu tentu membuat Roberto terkejut karena yang ia tahu saat ini Ethan sedang ada di Rusia.
Namun, setelah mengetahui Ethan hanya datang sendirian. Roberto justru langsung merasa senang, sebab ia berpikir ini adalah kesempatan emas baginya untuk menaklukan Ethan dan mengambil alih kekuasaannya.
"Kita serang mereka malam ini juga," kata Tuan Roberto.
"Tidak," bantah Jose dengan cepat. "Aku menginginkan Peter, bukan Ethan!"
"Kita pasti akan mendapatkan kepala Peter jika kita mendapatkan kepala Ethan terlebih dulu," kata Roberto meyakinkan.
"Ayolah, Jose, ikutilah rencana ku maka kita semua akan mencapai apa yang kita incar. Aku ingin kepala Ethan, dan kau ingin kepala Peter."
"Aku ingin menukar Louisa dengan Peter pada Ethan," ujar Jose bersikeras. "Karena aku tidak yakin kita bisa mengalahkan Ethan begitu saja," ujar Jose.
"Kita memang tidak bisa melakukan nya kita jika hanya menyerang dengan kekuatan. Kita harus punya siasat lebih dulu," papar Roberto. "Sekarang kita harus tahu Ethan di mana."
"Dia di rumah Louisa Rae," jawab Jose sembari membuka laptopnya dan menujukan rekaman dari kamera tersembunyi yang ia pasang di sekitar rumah Louisa.
"Oh, ****. Apa yang pria itu lakukan di sana? Apakah untuk melamar Louisa?" Cibir Tuan Roberto. "Sepertinya dugaan kita sangat benar, pria itu telah menemukan cintanya."
...🦋...
Kedua orang tua Louisa hanya bisa tercengang melihat Ethan kembali. Bayang-bayang kematian kembali menakuti mereka, membangun trauma yang baru saja mereka coba redam.
Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Ethan menawarkan sebuah keselamatan?
"Bahkan jika dunia ini kiamat dan hanya kau yang bisa menyelematkan kami, kami tidak akan menerima uluran tanganmu," desis Tuan Bertrand dengan sombongnya.
__ADS_1
"Kalau begitu silakan," balas Ethan dengan tenang. "Tapi aku akan membawa Louisa bersama ku karena hanya aku yang isa melindunginya."