Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 8 - Rahasia Ethan?


__ADS_3

Ethan tak patuh pada perintah siapapun, ia juga tak takut akan gertakan siapapun. Apalagi gertakan gadis kecil yang katanya akan memperkosa dirinya, yang benar saja.


Namun, Ethan kini justru duduk tegak di kursi yang bersebrangan dengan Louisa, di meja makan, mereka sarapan bersama sesuai yang diinginkan oleh sang tuan putri.


"Apa kau suka masakan Bi Amy?" tanya Louisa sambil mengedipkan mata pada pria itu.


"Ya," jawab Ethan singkat.


"Apa kau bisa tersenyum sedikit saja, Bodyguard?" Kini Louisa menampakkan wajah kesalnya karena pria itu benar-benar seperti es balok. "Postur tubuhmu bahkan seperti robot, apa kau tahu itu?" Louisa memicingkan matanya pada sang Bodyguard yang makan dengan tenang.


"Aku memang begini, Nona Rae," sahut Ethan sembari mengelap sudut bibirnya dengan tissue.


Louisa menghela napas berat, ia sungguh tak tahu apa yang dia lakukan agar Ethan bersikap layaknya manusia normal. Karena kesal, Louisa hanya memainkan garpunya dan tanpa sengaja garpu itu terjatuh.


"Ck, ambilkan garpuku!" seru Louisa.


Ethan tak lagi terkejut diperlakukan layaknya babu oleh setan kecil itu, ia pun segera mengambil garpu yang jatuh. "Biar aku ambil garpu yang lain ke dapur, Nona Rae," tukas Ethan.


"Hem, cepat!" titah Louisa.


Ethan tak berjalan cepat menuju dapur karena diam-diam dia melirik ke beberapa sudut ruangan, seolah ia mengincar sesuatu. Bahkan Ethan juga menghitung ada beberapa cctv di dalam rumah dan di mana saja letaknya.


"Ada apa, Ethan?" tanya Bi Amy yang entah bagaimana tiba-tiba ada di depannya. Ethan sedikit terkejut, tetapi ia bisa menguasai diri dengan cepat.


"Garpu Nona Rae jatuh, dia ingin yang baru," jawab Ethan tenang.


"Baiklah, biar aku yang ambilkan," kata Bi Amy.

__ADS_1


Ethan mengangguk, ia pun kembali ke meja makan dan ia mendapati Louisa yang merengut padanya. Ethan tak memperdulikan hal itu, ia kembali duduk di kursinya.


"Ethan, mulai sekarang kau tinggal di sini, di dalam rumah ini!" seru Louisa yang membuat Ethan terkejut.


"Bukankah itu dilarang, Nona Rae?" tanya Ethan.


"Memang dilarang, tapi khusus untukmu, aku perbolehkan," jawab gadis kecil itu sambil tersenyum manis. "Biar nanti Bi Amy siapkan kamar untukmu," imbuhnya.


Tanpa Louisa sadari, Ethan kini justru berseringai licik. Seolah ia senang dengan keputusan Louisa ini.


"Baiklah, Nona Rae, terserah kau saja."


...🦋...


Setelah selesai sarapan, Louisa memanggil Bi Amy ke kamarnya kemudian ia memerintahkan pelayannya itu menyiapkan kamar untuk Ethan, tentu saja Bi Amy tak langsung setuju. "Apa kau sudah minta izin pada tuan dan Nyonya, Nona Rae?" tanya Louisa.


Saat ini ia mengobrak-abrik lemarinya seolah mencari harta karun, bahkan ia mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam lemari.


"Kau yakin? Tuan besar bisa marah jika ada Bodyguard yang tinggal bersama kita, Nona Rae," seru Bi Amy memperingatkan.


Louisa berdecak kesal, bahkan ia berkacak pinggang pada pelayannya yang tak lagi muda itu.


"Lakukan saja perintahku, Bi Amy! Soal Daddy itu akan menjadi urusanku!" serunya penuh penekanan.


"Tapi, Nona Rae__"


Louisa menatap pelayannya itu dengan tajam, dan Bi Amy yang mengerti arti tatapan itu hanya bisa mengangguk pasrah.

__ADS_1


Louisa kembali fokus mencari pakaian yang cocok untuk makan malam romantis, ia berdecak kesal saat ia tak menemukan pakaian seksi di lemarinya. "Aku ini putri pengusaha kaya, kenapa bajuku kuno semua?" gerutu Louisa.


Louisa duduk di atas tumpukan bajunya itu sembari berselancar di toko online, dia mencari baju wanita dewasa yang seksi untuk ia kenakan, supaya Ethan tak lagi menganggapnya anak kecil.


"Nah, sepertinya ini bagus," pekik Louisa saat ia menemukan sebuah gaun sutera berwarna merah cerah dengan potong V di dadanya yang cukup rendah. Gaun itu panjang tetapi memiliki belahan hingga pahanya.


Tanpa berfikir panjang, Louisa menghubungi toko tersebut dan meminta mereka mengantarkan gaun yang ia mau hari ini juga.


"Aku butuh gaun itu untuk malam ini," ujar Louisa.


"Maafkan kami, Nona, tapi sudah ada yang memesan gaun itu dan itu adalah stok terkahir kami," jawab seorang wanita dari seberang telfon.


"Baiklah, aku bayar sepuluh kali lipat," tukas Louisa dengan tenangnya. Tak ada tanggapan dari seberang telfon, membuat gadis itu berdecak kesal. "Okay, dua puluh kali lipat," tambahnya.


"Baik, Nona Rae," jawab wanita itu.


"Bungkus yang rapi, jangan sampai rusak dan aku mau gaun itu sampai siang ini juga!"


Setelah mengucapkan kalimat itu, Louisa memutuskan sambungan telponnya tanpa menunggu tanggapan dari lawan bicaranya.


Louisa kini keluar dari kamar untuk mencari Ethan, ia ingin mengajak pria itu makan malam romantis nanti malam.


Sementara itu, Ethan saat ini sedang berbicara sangat serius dengan seseorang di seberang telfon. Raut wajah pria itu terlihat marah bahkan sorot matanya begitu tajam.


"Aku tidak mau tahu, barang-barangku harus dikembalikan malam ini juga," desis Ethan. "Aku tidak ingin ada yang kurang walau hanya sebutir debu, kembalikan barangku secara utuh atau aku kirim tubuhmu ke keluargamu tanpa kepala."


"Kau akan menyembelih orang, Bodyguard?"

__ADS_1


...🦋...


__ADS_2