Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 105 - Hadiah Tahun Baru


__ADS_3

Pertarungan antara Jose dan Simon berlangsung sengit, Simon berusaha membunuh lawannya itu yang ternyata cukup tangguh. Namun, tentu tidak setangguh Simon karena ia berhasil melewati melukai Jose beberapa kali.


Para teman Dante juga terus bertarung mati-matian, sebagian dari mereka juga terluka tetapi mereka semua tetap bertahan. Apalagi mengingat tujuan mereka datang ke tempat ini. Bukan untuk mati, tetapi untuk mendapatkan bayaran yang besar.


Sementara Ethan kini menghadapi beberapa anak buah Gonza, ia berhasil menumbangkan para musuhnya itu satu persatu. Membuat mereka tak mampu lagi melawan, bahkan untuk bernapas pun merasa kesulitan.


Melihat hal itu, Gonza marah dan berusaha membunuh Ethan. Namun seketika ....


DORRRRR


Dante melesatkan tembakannya yang tepat mengenai kepala Gonza, membuat ia tumbang seketika. Jose yang mendengar suara tembakan dan menyadari yang menembak adalah Dante terlihat begitu terkejut, hal itu membuat ia lengah dan akhirnya Simon punya kesempatan untuk untuk menjatuhkannya, kemudian mencekik Jose hingga pria itu sekarat.


Sementara Martin hanya bisa menahan napas melihat ada begitu banyak banyak mayat yang tergeletak di depannya. Anak buahnya yang lain pun memilih menyerah, berpikir hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri.


"Aku tahu Peter salah," kata Simon yang masih berusaha membunuh Jose. "Tapi bagaimana pun juga dia adalah sahabat ku, jadi aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti nya. Entah dia salah atau tidak!"

__ADS_1


Jose menatap Simon dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca, ia teringat kembali bagaimana Peter membunuh adiknya dengan begitu mudahnya, membuat ia begitu marah.


Jose berusaha menggapai apapun yang ada di sisinya agar bisa menyelamatkan diri kemudian membunuh Simon, hingga ia menemukan sebilah pisau. Jose mengambilnya dan ....


"Aagghhh"


Simon mengerang saat tiba-tiba Jose menusuk dadanya.


"Simon!" teriak Ethan panik.


Jose membalik keadaan, kini ia yang menjatuhkan Simon, duduk di atas tubuh pria itu kemudian mencabut pisaunya dan menusukkannya kembali ke dada Simon.


"Cepat lawan dia, bodoh!" geram Peter.


Ethan mengambil pistol yang tergeletak di lantai, ia sudah membidik kepala Simon dan menarik pelatuknya tanpa ragu. Namun, Dante lebih kembali melesatkan timah panasnya dan lagi-lagi tepat mengenai kepala Jose.

__ADS_1


Dante menembak menggunakan tangan kiri, dan itu membuat semua orang takjub, tak terkecuali Ethan.


Jose yang terluka di bagian kepalanya kini langsung ambruk di atas tubuh Jose, kepalanya terus mengeluarkan darah tanpa henti. Bahkan, lantai yang tadinya bersih dan mengkilap kini telah di penuhi darah manusia-manusia itu, menimbulkan aroma anyer yang mengerikan.


"Simon!" Ethan menghampiri Simon, ia menarik pisau yang masih menancap di dada pria itu, kemudian ia menekan luka Simon agar berhenti mengeluarkan darah.


Martin masih terdiam di bawah sandera Dante, tak menyangka rencananya berantakan bahkan memakan diri mereka sendiri.


"Peter, panggil Dokter untuk mengobati semua orang!" titah Ethan.


"Dante, bawa mereka semua ke ruang bawah tanah!" serunya pada Dante, meminta semua musuh yang menyerah agar dimasukkan ke dalam penjara.


"Dan tinggalkan dia di sini!" Ia menatap Martin dengan marah, kemudian menembak kedua paha Martin hingga pria itu berlutut.


Martin tak bisa apa-apa selain mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Kau tidak akan mati dengan mudah, pengkhianat!" geram Ethan penuh kebencian dan kemarahan. "Ini adalah hadiah tahun baru untuk mu!" Ia kembali melepaskan tembakannya dan kali ini mengenai kedua lengan Martin.


"Kau akan ditahan di penjara bawah tanah, kau akan membusuk di sana!"


__ADS_2