
Louisa menyiapkan menu makan malam untuk sang ibu, kedua temannya sudah datang dan sekarang mereka tinggal menunggu Nyonya Agatha yang belum pulang. Ia juga sudah membeli kue ulang tahun kesukaan sang ibu.
"Rumah mu mewah sekali, Princess," puji Lindka. "Aku jadi penasaran, kau pasti bukan orang biasa, kan?"
Ed yang mendengar pertanyaan Lindka itu langsung menoleh, menatap Louisa yang hanya mengulum senyum. Tentu saja Ed sekarang tahu kenapa rumah Lousia semewah ini, pasti karena kekasih gadis itu adalah seorang Don Mafia.
Mafia yang bahkan bisa bolak balik antara Spain dan Rusia dengan begitu mudah. Mungkin ke seluruh negara di dunia ini.
"Kau hanya tinggal berdua dengan ibumu di sini?" tanya Lindka lagi penasaran.
"Yeah," jawab Louisa.
"Lalu di mana ayah mu?"
Seketika Louisa terdiam mendengar pertanyaan itu, pertanyaan yang membuat Louisa kembali teringat pada kematian tragis sang Ayah.
Belum sempat Louisa menjawab, terdengar suara pintu yang di buka dan pasti itu sang ibu.
"Mommy sudah datang," kata Lousia pada kedua temannya itu.
Mereka pun langsung menyambut Nyonya Agatha, Ed menyalakan lilin di atas kue dan Louisa membawa kue itu ke depan. Sementara Lindka membawa balon dan kini Ed membawa terompet ulang tahun.
"HAPPY BIRTHDAY, MOMMY!" teriak Louisa yang dibarengi dengan Ed meniup terompetnya.
Nyonya Agatha berteriak terkejut, tetapi kemudian ia justru berkaca-kaca melihat apa yang sudah disiapkan putrinya.
"Kalian ... untung saja aku tidak punya penyakit jantung," kekeh Nyonya Agatha sembari mengelap air mata yang di sudut matanya.
__ADS_1
Louisa dan kedua temannya hanya tertawa kecil, kemudian mereka menyanyikan lagi selamat ulang tahun di lanjutkan dengan Nyonya Agatha yang diminga meniup lilin.
"Buat permohonan dulu, Mom," pinta Louisa.
Nyonya Agatha pun memejamkan mata. "Tuhan, aku mohon pada-Mu. Berikan semua kebahagiaan untuk Louisa dan Ethan, jangan pisahkan mereka sampai mereka tua, berambut putih dan kulitnya keriput."
Sekarang Nyonya Agatha tahu rasanya menjadi Ibu yang sejati, sehingga di hari ulang tahunnya ini ia tak menginginkan apapun untuk dirinya, ia hanya ingin yang terbaik untuk Louisa dan Ethan. Sebab, Nyonya Agatha tahu tidak akan ada pria yang mencintai Louisa seperti Ethan mencintai Louisa.
Nyonya Agatha meniup lilin yang diiringi tepuk tangan oleh ketiga remaja itu. "Terima kasih, Sayang." Ia memeluk Lousia, mengecup kedua pipi anak perempuannya itu.
"Aku juga punya hadiah untuk Mommy," kata Lousia sembari membawa sang Ibu ke ruang keluarga.
"Memang nya kau punya uang?" kekeh Nyonya Agatha yang membuat Lousia mendelik.
Meski kini ia berpenampilan sederhana, tetapi tentu Lousia punya banyak uang yang diberikan oleh Ethan.
Nyonya Agatha membuka sebuah kotak besar yang diberikan oleh Louisa, dan seketika air matanya tumpah melihat sebuah lukisan keluarga. Nyonya Agatha, Tuan Bertrand dan Louisa sendiri.
"Aku meminta pelukis jalanan melukis kita," kata Louisa sembari memeluk sang Ibu.
"Ini indah sekali, Sayang." Nyonya Agatha menyentuh lukisan wajah mendiang suaminya. "Hadiah terindah yang pernah Mommy terima dalam hidup."
Ed dan Lindka ikut terharu melihat Nyonya Agatha yang terlihat juga sangat bahagia dengan hadiah dari Lousia.
"Kami tidak membawa hadiah," celetuk Lindka. "Princess mengatakan kami hanya perlu datang untuk makan malam dan makan kue." Lanjutnya yang membuat Nyonya Agatha tergelak.
"Kalian adalah teman pertama putriku yang merayakan hari ulang tahun ku," kata Nyunga Agatha. Sebab, selama ini Louisa memang tidak punya teman untuk dibawa ke rumah saat merayakan ulang tahun sang Ibu. "Kalian boleh makan semua kue ini, kita akan berpesta malam ini!"
__ADS_1
...🦋...
Sorot mata Dante begitu tajam dan berapi-api mendengar informasi yang diberikan oleh Ethan, bahkan tangan nya gemetar saat melihat foto putrinya ada di panti asuhan, bukan di rumah sakit sesuai janji Jose.
"Dia bisa mati jika tidak melakukan transplantasi jantung secepatnya, putriku bisa mati." Dante menggeram tertahan, bahkan air mata pria itu menetes begitu saja hingga membasahi foto putrinya.
"Aku akan menyelamatkan nya, Dante," kata Ethan. "Tapi aku ingin kamu melakukan satu hal untuk ku."
"Tidak!" tegas Dante. "Aku tidak mau tertipu untuk kedua kalinya, pastikan anak ku selamat maka akan aku lakukan apapun untuk mu!" tegas Dante penuh penekanan.
"Kau bisa memegang janji ku," tukas Ethan. "Aku tidak pernah melanggar apa yang sudah aku janjikan pada siapa pun."
"Satu hal lagi!" seru Dante kemudian. "Aku ingin melihat mayat Jose!"
Ethan tersenyum miring, sebab ia memang mengincar Jose untuk melindungi Peter. "Jangan khawatir, malam ini juga Angel akan ada di rumah sakit terbaik di Rusia dan tidak akan ada yang tahu hal itu. Dia akan mendapatkan perawatan terbaik oleh Dokter terbaik sampai mendapatkan jantung yang cocok untuk nya."
Dante menatap Ethan dengan nanar, kini ia tak lagi punya harapan untuk menyelamatkan putrinya kecuali Ethan.
"Dia satu-satunya yang aku miliki," kata Dante kemudian mencium foto sang putri. "Dia belahan jiwaku, napas ku, hidupku."
Ethan terenyuh mendengar ungkapan itu, dan entah kenapa tiba-tiba ia teringat dengan Louisa yang kini telah menjadi istrinya. Yang artinya suatu hari nanti Ethan juga akan menjadi ayah jika Louisa hamil. Ethan juga teringat dengan kedua orang tuanya, pantas mereka rela mati demi melindungi Ethan, pikir Ethan.
"Aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi ayah," kata Dante sembari menepuk pundak Dante. "Tapi aku tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang Ayah, aku harap Angel tidak akan merasakan apa yang aku rasakan."
Dante kembali menatap Ethan, merasa tersentuh dengan apa yang Don Mafia itu katakan. Selama ini Dante hanya mengenal nama Ethan E Mayer sebagai Don Mafia yang kejam dan bringas, yang bahkan membantai musuhnya di taman kota, dan itu pun di siang hari. Namun, sekarang ia melihat sisi yang berbeda dari seorang Ethan.
"Aku mempercayaimu," kata Dante kemudian.
__ADS_1