
"Kenapa?" Ethan bertanya dengan senyum misterius, bahkan sorot mata nya sudah memberi tahu dengan jelas apa yang sedang pria itu pikirkan sekarang. "Bukan kah malam ini malam pertama kita?"
Wajah Louisa memerah mendengar apa yang di katakan oleh sang suami, tetapi kemudian ia terkekeh gemas dan berkata, "Malam ke sekian ini, Ethan."
Ethan seketika tergelak dengan pernyataan sang istri yang memang benar ada nya, ini adalah malam ke sekian mereka. Malam pertama yang begitu indah itu mereka lewati saat di Madrid dulu, malam yang tidak akan pernah bisa Louisa dan Ethan lupakan. Di mana kedua nya sama-sama menjadi yang pertama.
"Kenapa kamu tidak iya kan saja, Hem?" goda Ethan sembari menciumi seluruh wajah Louisa, dari kening, kelopak mata, hidung, pipi, dagu dan akhirnya berhenti di bibir.
Louisa hanya melenguh lirih, apalagi ketika Ethan menggigit bibir nya dengan gemas hingga ia membuka mulut secara spontan.
Ethan tersenyum dalam ciuman nya, ia selalu suka sensasi saat berhasil membuat mulut sang istri terbuka untuk nya. Tanpa membuang kesempatan, Ethan langsung menyelipkan lidah nya ke dalam mulut mungil Louisa.
Hal sederhana yang berhasil membakar gairah Louisa, membuat jiwa nya bergetar, tubuh nya pun terasa mulai panas dingin. Sama hal nya dengan yang Ethan rasakan, bibir Louisa ada favorit nya, terasa lembut dan hangat.
Puas mencumbu bibir sang istri, kini bibir Ethan turun menyusuri rahang Louisa, memberikan jejak basah nan hangat yang menjalar ke seluruh tubuh Lousia. Hingga akhir nya bibir itu kini ada di leher mulus pujaan hati nya itu, Ethan mencumbu nya dengan begitu mesra, memuja nya dengan sepenuh jiwa.
Louisa mendongak, memberikan akses lebih luas pada sang suami yang tampak nya sangat bersenang-senang itu.
"Ah, Ethan!" ia memekik saat Ethan mulai menyesap kulit leher nya, sudah pasti akan meninggalkan jejak tanda kepemilikan di sana dan Ethan sangat menyukai itu.
Mendengar lenguhan sang istri membuat Ethan semakin semangat, ia juga bangga pada diri nya sendiri yang selalu mampu membuat tubuh istri nya menggelinjang tidak karuan di bawah nya hanya karena permainan bibir.
Ethan berdiri melepas seluruh pakaian nya, dan kesempatan itu Louisa gunakan untuk menghirup udara sebanyak-banyak nya. Ia mengatur napas nya yang memburu, wajah nya pun sudah memerah dan ada beberapa tanda kemerahan di leher nya.
"Kau cantik sekali," puji Ethan dengan suara yang sudah sangat parau, menahan geojak gairah yang membara dalam jiwa nya.
Louisa hanya tersenyum sembari beranjak duduk, ia menyentuh dada dan perut Ethan yang sangat keras dan panas itu. Membuat Ethan langsung terkesiap, tubuh nya meremang.
__ADS_1
Louisa jadi teringat dengan masa lalu, saat ia melihat tubuh Ethan untuk pertama kali nya. Tak ada yang berubah, masih seksi dan menggoda. Hanya saja ... sekarang Ethan memiliki lebih banyak luka, di perut, lengan, punggung bahkan paha nya.
"Kemari lah!" Ethan memegang pundak Louisa, meminta sang istri juga berdiri agar ia bisa melepas gaun pengantin nya.
Louisa patuh, ia berdiri memunggungi sang suami, dada nya semakin berdebar kencang, tubuh nya pun semakin panas dingin bahkan ia menahan napas saat merasakan sentuhan ringan tangan sang suami di punggung nya.
"Ethan?" lirih Louisa dengan suara yang begitu rendah.
Meskipun sudah sangat sering bercinta dengan sang suami, tetapi tetap saja Louisa masih merasa malu dan gugup.
Ethan melepaskan gaun pengantin sang istri, sembari menciumi pundak dan punggung nya yang begitu halus. Louisa hanya mampu melenguh lirih sembari memejamkan mata, Ethan selalu mampu membuat nya melayang ke udara.
Gaun itu kini meluncur bebas dari tubuh Louisa, dan seketika Ethan menahan napas.
Meski ini bukan kali pertama ia melihat tubuh sang istri, tetapi Ethan masih selalu berdecak kagum dengan keindahan nya. Ia selalu terpesona, lagi dan lagi.
Menginginkan bayi?
Tentu saja Ethan sangat menginginkan hadir nya buah hati, apalagi usia nya sudah tak muda lagi. Orang-orang seumuran Ethan setidaknya sudah punya dua anak.
Namun, Ethan tak ingin egois.
Louisa-nya bukan tak bisa hamil lagi setelah keguguran, tetapi usia yang masih terlalu muda dan kesehatan mental nya yang sedikit terguncang membuat Dokter menyarankan agar Louisa menunda kehamilan ke dua nya. Nyonya Agatha pun menyarankan hal yang sama, dan Ethan sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.
Ia tetap bahagia apalagi setidaknya masih punya waktu untuk berpacaran dengan sang istri.
"Tentu saja," jawab Ethan sambil tersenyum. Ia kembali menidurkan sang istri di ranjang dengan begitu pelan dan hati-hati, seolah ia takut Louisa tersakiti. "Tapi aku bahagia dengan kita yang seperti ini, aku bahagia selama kau ada di sini."
__ADS_1
Louisa mengalungkan lengan nya di leher sang suami, kemudian mengecup sudut bibir nya dengan mesra. Ethan membalas nya juga begitu mesra, kemudian Louisa berbisik di sela-sela ciuman mereka.
"Aku berhenti minum pil kontrasepsi sejak seminggu yang lalu."
Ethan langsung menjauhkan wajah nya dari wajah Louisa, terkejut mendengar apa yang di katakan oleh istri nya itu.
"Lou?" lirih nya.
Louisa hanya tersenyum, menarik kembali wajah Ethan agar mendekat, ia membingkai wajah tampan sang suami. "Aku siap untuk hamil lagi, aku ingin hidup lebih sempurna lagi."
"Tapi kita harus berkonsultasi dulu dengan Dokter," ujar Ethan. "Aku tidak mau nanti kesehatan mu yang di pertaruhkan, Sayang."
"Tidak akan," bantah Louisa dengan cepat. "Aku sudah yakin dengan keputusan ku. Lagi pula sebentar lagi usia ku sudah 20 tahun, Mommy bilang sudah bisa dan aku pasti lebih kuat, secara fisik maupun psikis."
Ethan hanya diam, ia memandangi istri nya itu dengan cemas, tetapi Louisa justru tersenyum lembut. "Percaya pada ku, Sayang, aku akan baik-baik saja. Aku bahkan sudah membicarakan ini dengan mommy."
"Besok kita pergi ke Dokter untuk berkonsultasi lagi," tukas Ethan kemudian.
Louisa mengangguk setuju. "Jika itu membuat mu tenang, baik lah."
"Lalu bagaimana dengan ini?"
Louisa seketika menahan napas saat merasakan sesuatu di bawah sana sedang menggoda nya dengan nakal. "Dia tidak tenang, My girl, dia ingin merasakan rumah nya yang hangat dan basah itu. Dia ingin segera tenggelam dalam diri mu."
Louisa tersipu sebelum akhir nya mengangguk, memberi izin agar milik suami nya itu segera menyapa milik nya.
"Dia juga tidak sabar ingin di penuhi oleh mu, my sexy husband."
__ADS_1