Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 46 - Penyerangan


__ADS_3

"Tapi aku akan membawa Louisa bersama ku karena hanya aku yang isa melindunginya."


Mendengar kata-kata Ethan yang sombong dan pemaksa itu membuat Tuan Rae merasa sangat geram, begitu juga dengan Nyonya Agatha.


Sementara Louisa yang masih diikat hanya bisa mendengarkan ocehan Ethan yang tampak sangat serius itu. Meskipun Louisa merasa cerita Ethan tak masuk akal, tetapi ada bagian dalam hatinya yang mempercayai Ethan.


Louisa percaya Ethan datang untuk menyelamatkannya.


"Kau sudah menghancurkan hidup Louisa, apa sekarang kau belum puas?" geram Tuan Bertrand. "Sekarang kau ingin apalagi dari kami, huh? Mau bunuh kami? Silakan tapi lepaskan Louisa."


"Astaga!" Ethan juga menggeram kesal karena tak ada yang percaya padanya bahwa mereka dalam bahaya.


"Aku ingin menyelamatkan kalian, itu saja," kata Ethan. "Tapi jika kalian memang tidak percaya padaku, terserah kalian."


"Bagaiamana kami akan percaya padamu, huh?" sela Nyonya Agatha. "Tiba-tiba kau datang, membawa putri kamu kembali dalam keadaan terikat. Dan setelah itu kau mengajak kami pergi denganmu dengan alasan nyawa kami dalam bahaya, cerita mu sangat pantas diragukan."


Ethan menghela napas berat, ia menatap Louisa yang kini juga menatapnya dengan dingin.


"Okay, aku memang tidak perlu sebenarnya dengan nyawa kalian. Aku berusaha menyelamatkan kalian hanya karena kalian adalah orang tua Louisa," pungkas Ethan.


Ia menghampiri Louisa dan hendak kembali menggendong putri dari musuhnya itu. Namun, tiba-tiba Tuan Bertrand bertanya. "Memangnya kenapa kalau kami orang tuanya Louisa? Bukankah dulu kau pun juga ingin membunuhnya? Kau bilang akan menembak kepala atau jantungnya."


Louisa terhenyak mendengar kata-kata sang Ayah, kini sorot mata gadis itu semakin tajam menatap Ethan. "Apa kau sungguh mengatakan itu?" tanya Louisa dengan suara rendah.


Ethan tak mampu menjawab, bahkan ia mencoba menghindari tatapan Louisa.


"Jawab aku, sialan!" jerit Louisa kesal.


"Yeah," jawab Ethan akhirnya yang membuat Louisa terperangah. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas, dadanya sesak dan perih. "Aku hanya menggertak," ujar Ethan kemudian.


Sebuah pengakuan yang tak pernah ia lakukan sebelumnya pada siapapun dan dalam keadaan apapun.


"Kau menggertak?" desis Louisa. Ia meloncat menghampiri Ethan karena kakinya yang masih terikat, menyebabkan ia tak bisa berjalan.


"Lou, diam di tempat!" seru Ethan. Namun, Louisa justru melompat lebih cepat hingga akhirnya menabrak tubuh Ethan.

__ADS_1


Keduanya terjatuh dengan Louisa yang menindih tubuh Ethan.


"Kau bajingan sialan!" jerit Louisa marah yang lagi-lagi membuat Ethan meringis.


"Bisa kau berhenti berteriak, Lou?" desis Ethan.


"Louisa!" Nyonya Agatha mencoba menarik Louisa dari atas tubuh Ethan, tetapi pria itu justru dengan cepat berbalik hingga kini Louisa yang berada di bawah tubuh Ethan.


Tuan Bertrand pun berusaha menarik Louisa tetapi kekuatan dan kecepatan Ethan tak bisa ia tandingi. Ethan langsung menggendong Louisa di pundaknya dan ia mengarahkan senjatanya pada Tuan Bertrand, sehingga pria paruh baya itu tak langsung mengangkat kedua tangannya secara spontan.


"Lepaskan putriku, sialan!" teriak Tuan Bertrand marah.


"Tidak, aku akan membawanya pergi," kata Ethan sembari berjalan mundur.


"Apa kau mau menculikku di depan orang tuaku sendiri?" ketus Louisa.


"Sepertinya begitu," kata Ethan yang membuat Louisa hanya bisa melongo.


"Kau akan membawanya ke mana?" tanya Nyonya Agatha akhirnya.


"Ke tempat yang aman sampai aku bisa menghabisi semua gengang Octopus," jawab Ethan dengan begitu percaya diri dan penuh keyakinan. "Setelah keadaan aman, aku akan membiarkan kalian pergi." Lanjutnya.


"Aku tidak memintamu mempercayai aku, aku hanya memberi tahu apa yang harus aku lakukan," tukas Ethan dengan tenang nya.


Kini, baik Louisa maupun kedua orang tuanya sudah mengerti bahwa tak ada gunanya mereka melawan Ethan.


"Okay, kami akan ikut denganmu," seru Tuan Bertrand akhirnya, ia harus tetap bersama Louisa karena ia tak bisa menebak apa yang ada dalam benak pria berdarah dingin di depannya ini.


"Bagus," seru Ethan sambil tersenyum miring.


Ia pun memboyong ketiga manusia itu ke dalam mobilnya.


"Bisa kau lepaskan ikatanku, Don Mafia?" sinis Louisa. "Aku tidak akan kabur, sekarang orang tuaku di sini." Lanjutnya.


Ethan menatap wajah gadis itu sejenak, kemudian dengan berat hati melepaskan ikatan tangan Louisa.

__ADS_1


"Ingat! Jangan melawan atau aku akan menembak kepala kalian!" ancam Ethan yang membuat Louisa mendelik.


"Jika aku punya kesempatan, aku yang akan meledakkan kepala mu," geram Louisa yang hanya ditanggapi senyum miring oleh Ethan.


Sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Ethan memberi tahu agar tak perlu menjemputnya karena mereka sudah dalam perjalanan menuju mansion.


"Bagaiamana kau tahu ada yang akan mencelakai kami?" tanya Nyonya Agatha penasaran.


"Aku punya mata dan telinga di setiap sudut di dunia ini." Jawaban Ethan terdengar sangat sombong, bahkan Louisa sampai tertawa mengejek.


"Selain berwatak jahat, rupanya kau juga sombong," cibir Louisa. "Semua ciri-ciri ahli neraka ada padamu," imbuhnya yang membuat Ethan melongo.


"Kau selalu berbicara tentang neraka, Nona Rae, apa kau punya relasi dengan malaikat yang menjaga neraka?" Ethan juga mengejek yang langsung membuat Louisa merengut.


"Kau sangat jahat, kau membunuh orang, mengancam orang dan kau memanipulasi orang. Apa kau tidak pernah merasa bersalah?" tanya Louisa yang seketika membuat Ethan terhenyak.


Ethan enggan menjawab, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi agar segera sampai ke mansion.


Sementara Nyonya Agatha dan Tuan Bertrand kini hanya bisa saling pandang, sebab mereka memang masih tidak bisa mempercayai Ethan begitu saja. Oleh karena itulah Tuan Rae membawa pistol Ethan diam-diam untuk jaga-jaga.


Tiba-tiba suasana menjadi hening, hanya terdengar suara kendaraan dan angin. Louisapun menyadari ia telah salah bicara, dan entah kenapa ia merasa tak enak hati sekarang.


Hingga kini mereka telah sampai di sebuah terowongan dan tiba-tiba Ethan menghentikan mobilnya, membuat Louisa dan kedua orang tuanya bingung sekaligus mulai takut pada Ethan.


"Apa kau akan membunuh kami di sini?" celetuk Louisa.


Namun, Ethan hanya terdiam dengan pandangan yang lurus ke depan. Louisa pun menatapnya dan ia hanya terperangah melihat sebuah truk tangki menghadang jalan mereka.


Ethan menoleh, rupanya di belakang sana juga sudah ada beberapa mobil.


"Sial!" geram Ethan memukul setir.


Kedua orang Tuan Louisa mulai panik dan takut.


"Apa mereka orang-orang mu? Apa mereka datang untuk membunuh kami?" tanya Nyonya Agatha dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Mereka anak buah Roberto," geram Ethan. "Kencangkan sabuk pengaman kalian!" titahnya.


Namun, Tuan Bertrand justru menodongkan senjatanya ke kepala Ethan dan berkata, "Lepaskan kami atau aku akan menembak kepalamu!"


__ADS_2