Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 41 - Incaran Musuh


__ADS_3

Louisa meremas kaos Ethan yang diam-diam masih ia simpan, kaos yang dipinjamkan oleh Peter saat Ethan membawanya ke mansion.


Jika diingat-ingat kembali, tak pernah sekalipun Ethan menyakitinya. Bahkan, pria itu selalu melindunginya. Saat ada orang-orang yang menyerangnya di jalan, saat seniornya hampir melecehkannya bahkan saat Louisa hampir terkena serpihan helikopter yang meledak.


Ethan selalu datang untuk menyelamatkannya, dan mungkin inilah yang membuat Louisa juga tak mampu melukainya padahal ia punya kesempatan.


Sambil menghela napas berat, Louisa membuang baju Ethan ke tempat sampah.


"Sampah harus dibuang ke tempatnya, kan?" gumam Louisa sambil tersenyum sinis.


Louisa merangkak naik ke atas, ia mencoba memejamkan matanya yang mulai mengantuk. Namun, ia kembali membuka mata saat kembali terbayang wajah Ethan.


"Dia seperti setan yang menghantuiku," geram Louisa. Ia bangkit dari ranjang kemudian mengambil kaos Ethan kembali. "Kau seperti benda keramat saja, membuatku merasakan firasat tak biasa jika aku membuang mu," kata Louisa pada kaos tersebut. Ia mengembalikan kaos itu ke dalam lemari sebelum akhirnya ia kembali berusaha tidur.


Sementara di sisi lain, Tuan Bertrand mengutarakan kejanggalan sikap Jose yang menurutnya sok manis.


"Aku rasa tidak semua orang asing itu jahat, Sayang, Jose sangat ramah dan baik," kata Nyonya Agatha. "Lagi pula sekarang sudah tidak ada lagi yang mengincar kita," tukasnya.


Tuan Bertrand terdiam sejenak, berpikir apa yang dikatakan oleh istrinya itu benar adanya. Sekarang mereka bukan lagi pengusaha, tidak mungkin ada yang mengincar mereka lagi.


"Jangan berpikir berlebihan, kita harus berdamai dengan keadaan," kata Nyonya Agatha. "Kasihan Louisa, jika kita terus mengungkit masa lalu, dia tidak akan bisa hidup tenang." Lanjutnya.


"Baiklah, aku tidak akan mengungkit masalah itu lagi."


...🦋...


Keesokan harinya ....


"Apa? Kau akan ke London lagi?" pekik Peter saat Ethan mengutarakan rencananya itu.


Saat ini Ethan sedang makan siang bersama kedua ajudannya di rumah, dan Peter sungguh baru tahu jika sang Don mafia berencana pergi ke London hari ini.


"Iya," jawab Ethan dengan tenang.


"Ada urusan apalagi, Tuan Mayer?" tanya Peter terheran-heran.

__ADS_1


"Urusan hati," sahut Simon mendahului Ethan.


Peter langsung memukul kepala teman yang sudah ia anggap adik sendiri itu dengan sendok.


"Kenapa mulutmu selalu berbicara urusan hati, eh? Apa otakmu sudah tidak berfungsi lagi?" tuding Peter.


"Kau tidak boleh berbicara begitu padanya," ujar Ethan membela Simon yang membuat Peter melongo. Biasanya Ethan tak pernah perduli jika kedua ajudannya itu beradu mulut, tetapi kenapa sekarang pria itu seperti lebih sensitif?


Seperti seseorang yang memang memiliki hati.


"Kapan kau akan berangkat?" tanya Peter kemudian.


"Siang ini," jawab Ethan yang membuat Peter kembali terkejut. "Kalian tidak perlu ikut, aku hanya sebentar," kata Ethan.


"Terserah kau saja," kata Peter pasrah. "Aku memang sedang tidak ingin kemana-mana," imbuhnya.


Ethan hanya tersenyum, membuat Peter kembali melongo.


Selain berubah sensitif, sekarang Sang Don juga bisa tersenyum?


"Aku pergi dulu," tukas Ethan karena memang sudah waktunya dia terbang ke London.


"Tidak ada yang tahu aku pergi dari Moscow kecuali kalian," kata Ethan. "Aku yakin ini akan sangat aman."


"Jelaskan dulu padaku, untuk apa kau datang ke London?" desak Peter.


"Dia ingin melihat wajah setan kecil itu secara langsung."


"Hah?"


...🦋...


Cinta dan benci adalah rasa yang sebenarnya hampir sama. Jika ada perbedaan, maka perbedaan itu sungguh sangat tipis setipis benang.


Karena cinta, seseorang terus memikirkan orang lain. Begitu juga dengan benci, seseorang akan terus teringat dengan yang dibenci.

__ADS_1


Hal inilah yang sedang di rasakan oleh Louisa sekarang. Dulu, ia terus memikirkan Ethan karena mencintainya. Dan sekarang ia terus mengingat wajah Ethan karena terlalu membencinya.


Saat ini Louisa sedang melakukan yoga di halaman belakang rumahnya, menurut video yang Louisa tonton, yoga dapat membuat pikiran seseorang menjadi tenang.


Tanpa Louisa sadari, Jose mengawasinya menggunakan drone yang diterbangkan di atas rumahnya.


Pria itu tampaknya sangat bernapsu untuk mengelabui Louisa.


Bahkan, Jose tampak terpesona dengan kecantikan alami seorang Louisa.


"Sayang sekali gadis secantik ini harus menjadi bahan pancingan," kata Jose sambil geleng-geleng kepala.


"Haruskah aku membuatnya jatuh cinta padaku?"


...🦋...


Moscow, Rusia.


Peter dan Simon mengambil alih pekerjaan Ethan yang ditinggalkan sementara.


"Entah kenapa aku merasa sangat khawatir dengan anak itu," kata Peter pada Simon.


Hari sudah sore, kini Peter dan Simon sedang dalam perjalanan menuju sebuah bar tempat biasa mereka bersenang-senang.


"Dia hanya datang untuk melihat Louisa, setelah itu dia akan kembali, katanya," kata Simon tampak ragu.


Bersamaan dengan itu, Peter mendapatkan telpon dari seseorang yang beri nama bayangan di ponselnya.


"Halo?"


"...."


"Apa?"


Peter memekik saat mendengar apa yang dikatakan oleh orang dari seberang telpon. Wajah Peter terlihat cemas, panik bahkan takut.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Simon heran.


"Kita harus ke London sekarang juga," kata Peter panik. "Geng Octopus berkhianat, mereka merencanakan penyerangan terhadap Tuan Mayer menggunakan Louisa."


__ADS_2