
"Bagaimana bisa seseorang mencubit mu sampai membiru begini?" tanya Darrel yang merupakan teman bermain Ed.
"Dia mencubit ku terus menerus, selain itu dia mencubit ku penuh amarah. Seperti ingin melampiaskan sesuatu," papar Ed sambil meringis.
"Oh, sepertinya dia seorang psycho," tukas Darrel. "Tapi syukur lah dia hanya mencubit mu, bagaimana jika dia menembak kepala mu?"
Ed langsung bergidik ngeri membayangkan ada seseorang yang menembak kepala nya, apalagi ia memang melihat Ethan dan anak buah nya punya senjata lengkap.
"Hey, rahasiakan ini, okay? Jangan sampai orang-orang tahu bahwa aku mengenal seorang Don Mafia besar seperti itu, bisa-bisa aku juga mendapatkan masalah dari polisi." Ed mengingatkan, sebab ia memang tak menceritakan masalah ini pada siapa pun, termasuk pada orang tua nya.
Sementara soal cubitan itu, mungkin memang sangat di luar nalar. Ketika seorang Don Mafia marah, mungkin mereka akan mengamuk, membunuh atau bahkan meledakan suatu tempat. Sementara Ethan justru mencubit Ed. Ah, Darrel benar, Ed cukup beruntung karena Ethan hanya mencubit nya.
Sementara di sisi lain, Ethan sedang menikmati masa-masa sebagai pengantin baru, meski Louisa tak merasa mereka adalah pengantin baru.
Memang nya siapa yang akan merasa menjadi pengantin baru dengan pernikahan mendadak, tanpa cincin, gaun dan tamu undangan?
Vp Plaza Espana Design, di sini lah Louisa dan Ethan berada saat ini. Menikmati sedikit waktu yang Ethan miliki untuk bersenang-senang.
Ethan menyewa hotel yang paling mewah dan tentu yang paling mahal, dengan segala pelayanan yang sangat istimewa dan khusus.
__ADS_1
"Kenapa kamu cemberut, My girl? Kita di sini untuk berbulan madu," kata Ethan sembari memeluk tubuh mungil Louisa dari belakang.
"Bagaimana aku tidak cemberut? Kamu membawa ku ke sini untuk bulan madu, tapi kita bahkan tidak memakai cincin pernikahan, aku juga tidak punya gaun pengantin yang cantik seperti gaun impian ku. Dan kamar ini...." Louisa menjatuhkan diri ke ranjang King size itu. "Tidak ada taburan mawar di atas ranjang kita, apakah ini sungguh pernikahan?" Louisa protes panjang lebar.
"Baiklah, aku akan menyiapkan apa yang kau mau, My Girl," kata Ethan.
Ia menyusul Louisa ke atas ranjang, bahkan mengungkung tubuh mungul gadisnya itu dengan posesif. "Katakan saja pada ku, kau ingin gaun seperti apa, cincin seperti apa dan ingin kamar ini dekorasi seperti apa?"
Louisa menatap mata suami nya itu dengan intens, ia membelai pipi Ethan yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu dengan lembut. Louisa tersenyum merasakan sensasi yang tak biasa saat telapak tangan nya menyentuh pipi sang suami.
"Kenapa kamu seperti ini, Ethan?" lirih Louisa. "Kenapa kamu membuat ku tidak bisa menolak apa yang kamu mau?"
"Dasar kau!" Louisa memukul pipi Ethan dengan gemas. "Kau juga pasti tergila-gila pada ku, kan? Kau sampai terbang ke Madrid dari Moscow padahal kamu sedang dalam masalah."
"Aku tidak akan mengelak," tukas Ethan.
Tatapan pria itu kini tertuju pada bibir Louisa yang seksi dan tampak menggoda, bahkan napas Ethan terasa berat dan tatapan nya berubah sendu.
"Aku ingin mencium mu, My girl," ungkap Ethan dengan suara yang sudah berat.
__ADS_1
Darah Louisa berdesir, jantung nya berdetak cepat mendengar apa yang Ethan katakan. Louisa mendekatkan bibir nya ke permukaan bibir Ethan, menyapukan nya dengan lembut tetapi tak sampai mencium nya. Membuat Ethan semakin sulit mengendalikan diri, ia hendak mencium Louisa tetapi sang istri langsung menghalangi nya dengan tangan Ethan.
"Kau tidak boleh mencium ku sampai ada gaun dan cincin pernikahan," tegas Louisa.
"My girl, aku bahkan ingin bercinta dengan mu."
Louisa melotot sempurna saat mendengar kata-kata frontal Ethan, ia melongo dan kesempatan itu tak di sia-sia kan oleh Ethan. Sang Don mafia yang sedang di mabuk asmara itu langsung meraup bibir Louisa, menyesap bahkan menggigit nya dengan gemas.
Louisa tak punya waktu untuk menolak, serangan itu terlalu tiba-tiba dan cepat hingga Louisa hanya bisa pasrah.
Louisa melenguh lirih, dan kesempatan itu Ethan manfaatkan untuk menyusupkan lidah nya ke dalam mulut hangat Louisa.
Tanpa sadar, Louisa mengalungkan lengan mungil nya di leher Ethan. Kedua kaki nya yang tadi tertutup rapat entah bagaimana sedikit terbuka hingga Ethan menyelipkan salah satu kaki nya di antara kedua kaki Louisa.
"Oh, Ethan!" Erang Louisa saat Ethan melanjutkan ciuman nya ke leher jenjang Louisa, meninggalkan jejak basah nan hangat.
"Aku mencintaimu," ungkap Ethan dengan suara yang serak, ia menyesap kulit leher Louisa dengan gemas, hingga meninggalkan jejak merah di sana.
"Ayo bercinta sekarang, My girl, nanti aku berikan gaun dan cincin yang cantik untuk mu."
__ADS_1