Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 21 - Awal Kehancuran


__ADS_3

Ethan membaca sebuah sebuah surat kabar yang diterbitkan 22 tahun tahun yang lalu. Tentang kematian sebuah keluarga kaya raya di mansion mereka, polisi menyatakan itu adalah perampokan dan penembakan terjadi karena adanya perlawanan hingga tak ada yang selamat dari insiden tersebut.


Orang yang pintar tahu, itu sebuah pembantaian. Namun, orang pintar tanpa uang dan kuasa takkan dapat bersuara.


Sedangkan polisi yang menangani kasus ini adalah Tommy, bahkan dia menangkap beberapa orang yang katanya kelompoknya dari perampokan tersebut. Dan orang-orang itu membenarkan adanya adu tembak antara perampok dan penghuni rumah. Sedangkan cctv rusak, tak ada yang dapat dibuktikan lagi.


"Sudah saatnya kalian menyambut kehancuran kalian setelah berjaya selama 22 tahun di atas darah dan air mata keluargaku."


Yeah, keluarga Eduardo dihabisi begitu saja oleh teman sekaligus rekan bisnisnya yang tak lain adalah keluarga Rae. Hanya demi harta dan tahta yang sebenarnya mereka bangun bersama, demi sebuah tambang emas yang sebenarnya bisa mereka kelola bersama. Akan tetapi keserakahan Tuan Bertrand membuat pria itu ingin menguasainya sendirian.


"Ethan?"


Ethan langsung menoleh saat mendengar suara Louisa. Gadis itu berdiri di ambang pintu dengan wajah yang merengut, tampak lucu sebenarnya tetapi Ethan menatapnya dengan penuh emosi.


"Ethan, kapan kita akan berbelanja? Aku ingin membeli baju, body lotion, sabun, toner, dan semuanya. Aku—" Ucapan Louisa terhenti saat tiba-Tiba Ethan mendekatinya, sorot mata pria itu tampak berbeda, seperti seekor harimau yang akan menerkam mangsanya. Sementara di tangan pria itu terdapat sebuah pistol yang telah dibuka kuncinya.


"Kenapa kamu menatapku begitu? Kau membuatku takut," lirih Louisa.


"Apa kau tahu ini penculikan sungguhan, Lou?" tanya Ethan yang membuat Louisa tampak bingung.


"Apa maksudmu, Ethan? Kau sungguh menculikku?"


Ethan mengangguk, ia mengangkat senjata yang ada di tangannya, menodongkan senjata itu tepat ke kepala Louisa. "Kau juga akan membunuhku?" tanya Louisa dengan suara gemetar.


Ethan kembali hanya mengangguk. "Kau tahu aku mencintaimu, kau tetap ingin membunuhku?" Louisa seolah ingin menarik perhatian Ethan. Namun, Ethan tak perduli. Ia menarik pelatuk, melesatkan timah panas itu tepat ke kepala Louisa


DOORRR!


"Ethan?"


"Ethan!"

__ADS_1


"Hey?"


Ethan gelagapan, jantungnya berdetak sangat cepat bahkan keringat dingin mengucur di pelipisnya. Tatapan pria itu tampak kosong hingga sebuah tangan mungil menyentuh wajahnya, mengelap keringat yang mengucur di pelipisnya.


"Kau sakit, Bodyguard?"


Ethan menatap mata gadis di depannya. "Lou?" ia memanggil dengan suara lirih, seolah tak percaya Louisa masih hidup.


"Wow, ini sudah kali ketiga kau memanggilku Lou, aku sangat suka," ujar Louisa tersenyum sumringah. Namun, Ethan mengabaikan hal itu. Ia menatap tangannya, tak ada senjata. Ia juga menatap Louisa dari atas hingga bawah, gadis itu sehat, tidak terluka sedikitpun.


Lalu? Apakah dia hanya berhalusinasi?


"Kau berkeringat, padahal kamarmu ber-AC," kata Louisa, kini ia tampak cemas apalagi wajah Ethan terlihat pucat. "Aku rasa kau sakit, Bodyguard. Baiklah, kita tidak akan pergi kemana-mana, kau istirahat saja."


"Kenapa kau percaya padaku, Nona Rae?"Ethan melontarkan pertanyaan itu tanpa memperdulikan ocehan Louisa sebelumnya. "Bagaimana jika aku berkhianat dan menyakitimu?"


"Kau tidak akan melakukan itu," jawab Louisa dengan percaya diri.


"Hanya orang-orang pilihan yang dapat bekerja dengan kami, Ethan, Daddy melakukan seleksi yang sangat ketat pada siapapun yang akan bekerja pada kami." Louis memaparkan dengan tenang, sebab memang seperti itu yang ia ketahui.


"Kau pernah menjadi seorang tentara, kau juga pernah menjadi pengawal pribadi menteri. Tidak akan ada yang meragukan kesetiaanmu."


Ethan tersenyum miring, andai Louisa tahu ... itulah alasannya pernah menjadi tentara dan menjadi pengawal pribadi menteri. Untuk mendapatkan kepercayaan Tuan Bertrand, untuk mendapatkan kesempatan memasuki rumah musuhnya dengan identitas yang bersih.


Selama 22 tahun, Ethan memikirkan dan menyusun rencana balas dendam ini dengan sangat sempurna.


"Kalau begitu, maukah kau bercinta denganku? Kau mencintaiku, bukan?"


...🦋...


"LOUISA!"

__ADS_1


Nyonya Agatha berteriak saat terbangun dari pingsannya, keringat dingin membanjiri tubuh wanita paruh baya itu. Detak jantungnya berpacu dengan sangat cepat, rasa takut bergejolak dalam hatinya, membuat dadanya sesak.


"Nyonya, akhirnya kau sadar." Bi Amy masuk dengan tergesa-gesa ke kamar Nyonya Agatha.


"Louisa. Di mana putri ku?" Air mata langsung tumpah dan mengalir bebas di pipi Nyonya Agatha mengingat kini putri semata wayangnya berada di tangan musuh dari masa lalu.


Tak lama kemudian, Tuan Bertrand masuk ke kamar. "Sayang ..." Tuan Bertrand duduk di samping sang istri, ia menggengam tangan istrinya yang kini gemetar.


"Louisa ... kau harus menemukan Louisa, putri kita. Oh Tuhan, dia akan membunuhnya."


Tuan Bertrand langsung memeluk sang istri dengan erat untuk menenangkannya, ia sangat mengerti ketakutan istrinya itu saat ini dan itu juga yang ia rasakan. "Jangan takut, Sayang, aku janji akan menyelamatkan Louisa apapun yang terjadi. Aku akan membawa dia pulang."


"Tapi Ethan akan menghancurkan hidupnya, Bertrand." Tangis Nyonya Agatha pecah, membayangkan ancaman Ethan membuat ia sangat ketakutan.


"Tidak, itu tidak—"Ucapan Tuan Bertrand terhenti saat ponselnya berdering, begitu juga dengan ponselnya. Bahkan, ponsel yang ada dalam saku Bi Amy juga berdering.


Tak hanya itu, tapi ponsel seluruh Bodyguard, sopir dan para pelayan berdering secara bersamaan. Bahkan, laptop di ruang kerja Tuan Bertrand juga menyala dengan sendirinya begitu juga dengan televisi di seluruh kediaman Tuan Rae.


Dan bersmaan dengan itu, sebuah video berputar dengan sendirinya di layar laptop dan ponsel mereka yang membuat mereka memekik terkejut.


"Tidak!" teriak Bi Amy dan secara spontan ia melempar ponsel itu hingga hancur, tangan Bi Amy sampai gemetar dan jantungnya berdebar hebat.


Sementara Tuan Bertrand dan istri hanya bisa menahan napas melihat video yang berputar secara otomatis itu dan tak dapat mereka hentikan.


"Tidak, aku mohon hentikan!"


"Jangan menyentuh ku!"


"Aku mohon lepaskan aku!"


"AH MOMMY!

__ADS_1


" MENYINGKIRLAH KALIAN SEMUA DARIKU!!! "


...🦋*...


__ADS_2