
Seolah sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itu lah yang sedang terjadi pada keluarga Rae saat ini.
Sebuah video amatir tersebar luas dengan mengatasnamakan itu adalah video Louisa. Dalam hitungan menit, nama Louisa Rae menjadi trending topik di internet.
Semua orang sungguh terkejut dan tak menyangka Louisa bisa mengalami hal mengerikan seperti itu. Bahkan, Kim pun juga hanya bisa menganga lebar menyaksikan video itu.
Di depan rumah Louisa, ada banyak wartawan yang ingin mencari tahu berita tentang Louisa. Hal itu membuat Tuan Bertrand marah karena itu membuat ia tak bisa melangkah keluar dari rumah, hal yang sama yang terjadi pada Tommy. Polisi itu masih berada di rumah Tuan Bertrand.
Nyonya Agatha masih tampak shock dengan apa yang terjadi, bahkan ia enggan untuk makan atau pun sampai membuat dia terlihat sangat pucat.
"Dia pasti akan baik-baik saja, Sayang," ujar Tuan Bertrand menghibur sang istri. "Di video itu bukan Louisa, Ethan hanya menggertak kita, Sayang."
"Benarkah?" pekik Nyonya Agatha.
"Tentu saja, Tommy sudah meneliti video itu dan memang dia bukan Louisa."
"Oh Tuhan, syukurlah. Lalu di mana sekarang putri kita?"
...🦋...
Ethan menatap Louisa yang saat ini masih tak sadarkan diri setelah dia membiusnya dengan dosis yang cukup tinggi, ia melakukan semua itu agar membuat kedua orang tua Louisa semakin ketakutan.
Saat ini, Ethan, Simon dan juga Peter sedang dalam perjalanan menuju kediaman Rae untuk melakukan penyerangan secara langsung.
Ethan sengaja tidak membawa anak buahnya sekarang karena itu bisa memantik kecurigaan orang.
Namun, di tengah jalan ia dikejutkan dengan berita yang disampaikan oleh Simon.
"Video yang kita kirimkan ke mereka kini telah tersebar di internet dengan hashtag Louisa Rae," ujar Simon.
"Apa maksudmu?" pekik Ethan tak percaya.
Simon pun menunjukan video itu yang kini menjadi trending topik, Ethan hanya bisa melotot terkejut.
"Video ini hanya terkirim pada orang-orang yang ada dalam kediaman keluarga Rae, jika video ini sampai tersebar keluar, berarti ada yang berkhianat," tukas Peter panjang lebar.
"Cari dari mana asal video itu di kirim!" titah Ethan yang langsung dilaksanakan oleh Simon.
Beberapa menit kemudian Simon mendapatkan lokasi dari orang yang menyebarkan video itu pertama kali. "Sudah dapat?" tanya Ethan.
__ADS_1
"Yeah," jawab Simon. "Lokasinya dari perumahan The Boltons," tambah Simon yang membuat Ethan mengernyit dalam karena lokasi perumahan itu sangat aman terjaga, sebab orang-orang yang tinggal di sana adalah orang kaya raya maupun pejabat tinggi.
"Apa perlu kita mengurusnya lebih dulu, Tuan Mayer?" tanya Simon.
"Aku rasa tidak perlu," jawab Peter mendahului Ethan. "Apakah video itu tersebar luas atau tidak, itu bukan masalah kita." Peter melirik Ethan dari kaca mobil. "Bukankah begitu, Tuan Mayer?"
"Hem," jawab Ethan meski sebenarnya ada bagian dalam hatinya yang tak rela jika orang-orang berfikir bahwa gadis dalam video itu adalah Louisa. Namun, ia berusaha tetap pada rencana awal. Ethan sudah membatalkan satu rencananya karena memikirkan Louisa, ia tak mau hal ini terjadi lagi.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya Ethan dan beberapa anak buahnya sudah memasuki kawasan rumah Louisa dengan aman tanpa ada yang curiga sedikit pun, apalagi Ethan dengan sengaja membuka kaca mobil sehingga mereka bisa melihat Louisa dalam mobil Ethan.
"Kau bekerja dengan sangat baik, Tuan Mayer, sampai orang tak menyadari bahwa kita datang sebagai malaikat maut," kekeh Peter.
"Itulah guna nya aku sampai masuk militer dan bekerja sebagai pengawal menteri, Peter," sahut Ethan. "Untuk mendapatkan kesan yang baik dan nama yang bersih." Ia tersenyum miring, merasa rupanya sangat mudah membodohi mereka semua.
Namun, senyum Ethan musnah saat ia melihat ada beberapa orang di sekitar rumah Louisa. Mereka membawa kamera.
"Sial, wartawan," geram Peter.
"Ini pasti karena video itu, mereka pasti ingin mencari informasi." Simon menimpali, sementara Ethan sedang mencari cara agar bisa menyingkirkan orang-orang tersebut.
"Simon, aku meminta rekaman cctv di mansion," seru Ethan kemudian. "Rekaman kemarin sore, saat ada Louisa."
"Sebarkan video itu dan katakan Louisa sedang bersembunyi di perumahan The Boltons, pastikan wajah Louisa terlihat jelas."
"Dan sebelum itu, lacak alamat lengkap orang yang menyebarkan video itu. Dia pasti menyebarkannya melalui komputer atau laptop, lacak alamat email nya dan arahkan para karyawan ke rumah orang itu."
Simon dan Peter tersenyum miring mendengar ide cemerlang dari bos mereka ini.
Simon pun segera melakukan hal itu, ia mengeluarkan semua kemampuan meretas nya untuk mendapatkan identitas dari pemilik akun yang menyebarkan video itu.
"Cukup sulit, firewall nya cukup kuat," ujar Simon.
"Ah, aku mulai meragukan kemampuan meretas. Haruskah aku mengirim mu kembali ke kampus?" cibir Peter.
"Meretas sistem tidak semudah melesatkan peluru ke kepala seseorang, Peter," balas Simon. "Kami menggunakan otak, bukan jari."
Ethan tersenyum mendengar ucapan Simon yang memang memiliki hati lebih lembut dari Peter, tetapi memiliki otak yang jauh lebih cerdas. Kedua orang itu seperti sepasang suami dan istri yang saling melengkapi untuk memudahkan pekerjaan Ethan. Yang satu bisa digunakan tenaganya dan yang satu bisa digunakan otaknya.
"Yeah, dapat!" Simon bersorak saat mendapatkan titik lokasi itu.
__ADS_1
Hanya butuh waktu beberapa menit, kini semua wartawan meninggalkan area kediaman Rae.
Di saat yang bersamaan, Tommy yang mengawasi cctv bisa melihat adanya mobil yang hendak memasuki gerbang rumah mereka.
"Itu mobilku!" seru Tuan Bertrand.
Di detik itu juga mereka mendapatkan pesan dari Ethan yang meminta mereka membuka gerbang, Ethan juga mengirimkan gambar Louisa yang tak sadarkan diri.
"Apa yang harus aku lakukan? Haruskan kita membuka gerbang?" tanya Tuan Bertrand cemas.
"Hanya ada tiga orang dalam mobil," ujar Tommy. "Buka saja tapi suruh semua anak buah mu bersiap dengan senjata mereka."
"Tapi bagaimana jika mereka membawa bom di dalam mobil itu?" pekik Nyonya Agatha.
"Kalau begitu suruh mereka meninggalkan mobil di luar gerbang," saran Tommy.
Dan tiba-tiba pesan masuk dalam ponsel Tuan Bertrand.
"Aku tidak membawa bom, aku hanya membawa putrimu karena dia lah senjataku!"
Tuan Bertrand terkejut dengan isi pesan tersebut. "Bagaimana dia tahu apa yang kita bicarakan?" gumamnya.
Tommy menatap ke sekelilingnya dan ia hanya bisa bernapas lesu saat menyadari mereka telah di sadap.
"Mereka menyadap kita."
"Sial!"
Ting
Pesan kembali masuk bersama sebuah video Louisa saat Ethan menyayat lengan Louisa.
"Buka gerbangnya dalam dua menit atau aku akan menyayat lehernya!"
Nyonya Agatha yang tak ingin terjadi sesuatu pada putrinya langsung memerintahkan anak buahnya membuka gerbang.
Sementara itu, Louisa Ethan tampak merasa bersalah karena ia telah menyayat lengan Louisa. Rupanya, tindakan Ethan yang menyayat lengan Louisa membuat gadis itu terbangun dari pingsannya.
"Ah, Ethan! Apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
...🦋...