Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 65 - Itu Adalah Cinta


__ADS_3

"Aku tidak bisa berjauhan seperti ini, Ethan, aku selalu merindukanmu dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan."


Jantung Ethan berdetak lebih cepat mendengar ungkapan kerinduan yang begitu manis dari mulut gadisnya itu. Ia kembali menarik Louisa ke dalam dekapannya, dan sekali lagi meraup bibir gadis itu.


Kali ini dengan ciuman yang lebih menuntut, menggebut dan dalam. Sebisa mungkin Louisa mengimbangi serangan mendadak itu, ia memejamkan mata dan meresapi sentuhan bibir lembut Ethan.


Mengikuti nalurinya sebagai pria, Ethan meningkatkan ciuman itu pada ******* dan hisapan yang membuat Louisa terkejut sekaligus merasa terbakar. Ada rasa yang bergejolak dalam perutnya, apalagi ketika Ethan memaksa Louisa membuka kemungkinan menyusupkan lidah panas pria itu ke mulut hangat Louisa.


Otak Louisa seperti blank, ia tak dapat berpikir jernih. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya mengerang lirih setiap kali Ethan memainkan lidahnya dengan begitu lembut.


Kedua tangan Ethan tak mau tinggal diam, satu tangan menekan tengkuk Louisa sementara tangan yang lain menekan punggung gadisnya itu agar lebih menyatu dengan tubuhnya.


Kaki Louisa tiba-tiba terasa lemas, ia langsung mengalungkan lengannya di leher Ethan agar ia tetap mampu berdiri.


Semakin lama ciuman itu semakin panas, semakin menggebu dan menuntut seolah tak ada lagi hari esok untuk mereka. Ethan seperti seorang pria yang begitu merindukan sentuhan Louisa, ia terus mencumbu bibir gadisnya seolah itu adalah kebutuhan terpenting dalam hidup Ethan.


Tanpa sadar, kini Ethan mendorong tubuh mungil Louisa ke sofa dan ia membaringkannya di sana. Ethan mengungkung tubuh mungil gadisnya itu dengan begitu posesif


Napas anak Adam itu sudah membeku, jiwanya telah terpanggang di atas hasrat yang membara. Darah mereka mendidih dan yang ada dalam otak kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu hanyalah melepaskan rindu.


Bibir Ethan kini semakin nakal, masih tak puas dengan bibir Louisa, ia melanjutkan ke pipi, rahang dan mendarat di leher putih gadis itu.


Louisa tak bisa menolak, ia juga menginginkan sentuhan ini. Bahkan, gadis itu menjambak rambut Ethan dan semakin menekan kepala pria itu ke lehernya sementara ia mendongak ke atas. Memberikan akses lebih agar Ethan bisa menyentuh setiap inci lehernya.


Napas keduanya sudah memburu, berat, dengan tatapan yang kian sayu. Wajah keduanya sudah memerah juga tegang, bahkan kedua insan yang sebenarnya masih polos itu kini merasakan sesuatu yang tak pernah merasakan sebelumnya.


Sebuah gejolak tak biasa di pusat tubuh mereka.


Ethan yang juga tak pernah merasakan hal seperti itu hanya bisa menggeram tertahan, bahkan kini ia menyesap kulit leher Louisa dengan gemas untuk menahan gejolak di bawah sana.


"Ethan," lirih Louisa bahkan suara gadis itu lebih seperti dessahan tertahan saat Ethan menyesap kulit lehernya, seolah ingin memakannya.

__ADS_1


"Yes, my girl," sahut Ethan sembari mensejajarkan wajahnya dengan wajah Louisa.


My girl?


Ah, wajah Louisa langsung merona mendengar panggilan sayang itu.


"Apa yang kau lakukan?" Louisa bertanya dengan suara rendah, napasnya terputus-putus begitu juga dengan Ethan.


"Aku tidak tahu," jawab Ethan sejujurnya. "Aku merindukanmu, aku melakukan apa yang bisa mengobati rasa rinduku," pungkasnya sembari mengusap bibir Louisa yang basah dan sedikit bengkak karena ulahnya. "Apa aku menyakitimu, My girl?" tanya Ethan dengan begitu lembut.


Louisa hanya menggelang, ia menarik leher baju Ethan kemudian menyembunyikan wajahnya di dada pria itu.


Malu, sekarang Louisa merasa sangat malu. Apa yang sudah ia lakukan? Berciuman dengan sangat panas seperti di film yang ia tonton?


Ethan mengulum senyum melihat tingkah gadis kecilnya itu. "Aku masih ingin menciummu." Ethan mengungkapkan keinginannya dengan begitu jujur. "Rasanya sangat manis."


Wajah Louisa terasa panas, ia semakin menenggelamkan wajahnya ke dada Ethan.


"Ethan!" pekik Louisa terkejut.


"Aku di sini, My girl," kekeh Ethan. "Angkat wajahmu, aku harus terus memandang wajahmu selama aku di sini. Supaya aku tidak terus tersiksa saat kembali ke Moscow nanti."


Louisa mengangkat wajahnya dan seketika Ethan kembali menarik tengkuk gadis itu, meraup bibirnya seperti orang yang haus akan ciuman.


Meski awalnya terkejut, pada akhirnya Louisa membalas ciuman mantan Bodyguardnya.


Posisi yang sangat intim, di mana tubuh Louisa berada tepat di atas tubuh Ethan, seolah pria itu adalah bantal yang begitu nyaman.


"Oh, Lou." Tanpa sadar Ethan mengerang saat Louisa tak sengaja menyentuh sesuatu di bawah sana.


"Bisakah kau kau menemuiku seminggu sekali?" tanya Louisa tanpa tahu bahwa pria yang sedang berada di bawah tubuhnya itu sedang tersiksa menahan hasrat.

__ADS_1


"Aku akan berusaha, My girl," sahut Ethan yang memang merasa ia pun harus sering menemui Louisa, jika tidak ... mungkin dia bisa gila.


Louisa tersenyum senang mendengar jawaban Ethan, kini ia mencari posisi paling nyaman di atas tubuh kekar Ethan.


"Apa aku berat?" tanya Louisa malu-malu sembari menyusuri rahang Ethan dengan jari mungilnya.


Ethan menggeleng, tatapannya lurus menatap mata Louisa dengan dalam. Mulut Ethan sedikit terbuka, napasnya terasa semakin terasa berat dan tubuhnya semakin terasa panas.


Bukan karena menahan bobot tubuh Louisa, melainkan karena menahan hasrat yang bergejolak liar dalam jiwanya..


Kini jari Louisa menyusuri kening Ethan, turun ke hidung mancungnya, dan berhenti di bibir seksinya. Louisa dapat merasakan hawa napas panas Ethan.


"Ethan?" panggil Louisa lagi dengan nada begitu manja.


Ethan tak menjawab, ia hanya mengecup jari Louisa yang ada di bibirnya. Tindakan kecil yang berhasil membuat jiwa Louisa semakin bergejolak.


"Kau akan tetap bersamaku malam ini?" tanya Louisa.


"Tentu, aku akan bersamamu malam ini dan besok," kata Ethan. "Maafkan aku karena tidak bisa selalu ada di sisimu, tapi ketahuilah aku selalu memikirkanmu," pungkas Ethan.


"Apa artinya kau mencintaiku?" tanya Louisa yang kini kembali menyusuri jarinya di bibir seksi Ethan.


Alih-alih menjawab pertanyaan simple itu, Ethan justru kembali menarik tengkuk Louisa untuk menciumnya. Namun, kali ini Louisa menolak dan langsung menutup bibir Ethan dengan telapak tangannya.


"Katakan dulu, kau mencintaiku apa tidak?" Louisa bertanya dengan nada tegas. "Aku tidak mau dicium oleh pria yang tidak mencintaiku," sungut Louisa.


"Aku tidak tahu apakah ini cinta yang kau maksud atau tidak, My girl. Yang aku tahu, aku hampir gila karena merindukanmu. Aku selalu ingin melihat wajahmu, selalu terngiang-terngiang dengan suaramu. Dan aku ...." Kini Ethan yang menyusuri wajah Louisa dengan jari jemarinya, dari pipi, kening, hidung dan berhenti bibirnya.


Ethan memberikan kecupan singkat di bibir Louisa kemudian melanjutkan. "Dan aku ingin selalu menyentuhmu seperti ini."


Louisa tersipu, ia pun membalas kecupan Ethan kemudian berbisik tepat di bibirnya. "Itu adalah cinta, buankah rasanya indah?"

__ADS_1


__ADS_2