Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 6 - Ethan E Mayer


__ADS_3

Louisa melingkarkan tangannya di leher Ethan, tiba-tiba ia merasakan dadanya berdebar hebat dan itu mengingatkan Louisa pada film yang baru saja ia saksikan.


"Aku jatuh cinta padamu, Bodyguard!"


Tanpa ragu dan tanpa canggung, Louisa mengutarakan apa yang ia rasakan dan apa ia pikirkan. Sementara Ethan hanya bisa tercengang bahkan hatinya terkesiap saat mendengar apa yang dikatakan oleh Louisa, raut wajah Ethan yang biasanya datar kini tampak berubah. Namun, itu hanya sepersekian detik, di detik selanjutnya wajah Ethan kembali seperti semula.


"Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mendengarku?" tanya Louisa merengut kesal, apalagi kini Ethan mulau berjalan keluar dari Bioskop.


"Sayangnya aku tidak jatuh cinta padamu, Nona Rae," ucap Ethan dengan tenangnya yang membuat Louisa menganga lebar dan kedua bola matanya melotot sempurna.


"Apa kau gila? Kenapa tidak?" pekik Louisa dengan sangat nyaring, bahkan Ethan sampai meringis karena Louisa memekik di dekat telinganya.


"Kau masih kecil, Nona Rae, aku rasa sebaiknya kau fokus belajar dulu," tukas Ethan tanpa beban sedikitpun yang membuat Louisa terperangah.


"Turunkan aku!"


"Cepat turunkan aku sekarang juga!" teriak Louisa memberontak yang membuat Ethan yang kembali meringis, ia pun segera menurunkan tuan putrinya itu.


"Ah...." Louisa merintih saat ia merakan kakinya yang kram dipijakan.


"Kau baik-baik saja, Nona Rae?" tanya Ethan yang membuat Louisa justru langsung menatapnya dengan tajam.


"Ethan! Aku tidak kecil, aku sudah dewasa, usiaku sudah delapan belas tahun. Aku bahkan sudah bisa memutuskan apapun yang aku mau dalam hidupku, termasuk mencintaimu!" serunya.

__ADS_1


"Nona Rae, jatuh cinta itu tidak bisa diputuskan. Dan cinta hanya dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar dewasa dan mengerti apa itu cinta," papar Ethan panjang lebar. Namun, tetap saja Louisa tampak kesal dan terima jawaban Bodyguard-nya itu.


"Apa menurutmu aku tidak mengerti cinta, hm?" Louisa berkacak pinggang. "Aku mengerti cinta, aku baru saja mempelajarinya dari film itu!" Louisa menunjuk pada layar besar yang masih memutar film After.


Sementara Ethan ingin tertawa rasanya mendengar pengakuan bocah cilik di depannya ini. "Jantungku berdebar setiap kali dekat denganmu, bahkan ini terjadi sejak kemarin. Sejak kamu memakaikan jepit pada rambutku," tukas Louisa dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah sendu. "Aku sungguh jatuh cinta padamu, kau sangat baik," ucapnya sambil tersenyum simpul.


"Aku tidak baik, Nona Rae, aku hanya sedang mencoba profesional," elak Ethan.


"Ah, apapun itu. Aku sungguh jatuh cinta padamu, jadi kau harus jadi kekasihku, okay?" Louisa meminta dengan wajah yang sumringah, seperti seorang anak yang meminta dibawa jalan-jalan pada ayahnya.


"Maaf, Nona Rae, aku tidak bisa dan tidak mau. Kau masih kecil, sebaiknya kau fokus memperbaiki nilaimu," ujar Ethan lagi dan pria itu masih memasang wajah datarnya, membuat Louisa merasa sangat kesal.


"Hey, apa menurutmu aku kurang cantik? Apa aku kurang seksi?" geram Louisa. "Tidak, tidak ... aku sangat cantik dan seksi. Semua orang pasti menyukaiku. Bahkan, pak menteri yang sudah tua saja masih terlihat menyukaiku tapi aku tak suka padanya. Apalagi kau yang hanya seorang Bodyguard?" Tiba-tiba senyum miring tercetak dengan jelas di bibir gadis itu, sementara Ethan tampak tak serius menanggapi celotehan panjang lebar Louisa sampai gadis itu berkata, "Aku pasti hanya bisa menaklukkan mu hanya dengan satu kedipan mata."


Ethan terperangah, ia sungguh tak habis pikir dari mana datangnya rasa percaya diri setan kecil di depannya ini. "Selamat berusaha, Nona Rae," sahut Ethan sambil menahan senyum. Di matanya, Louisa benar-benar hanya gadis kecil yang manja dan tak kekanak-kanakan.


"Kita pergi makan ke restauran Mommy, aku sangat lapar!"


...🦋...


Setelah seharian menemani Louisa dengan berbagai aktifitas unfaedahnya, akhirnya Ethan kembali bisa beristirahat di kamarnya.


Pria itu membuka sebuah laptop kemudian membaca beberapa email yang masuk, setelah itu ia menghubungi seseorang dari ponselnya.

__ADS_1


"Ya, Tuan Mayer?" sapa seorang pria dari seberang telfon.


"Jangan melakukan pengiriman untuk seminggu ke depan, Peter, kondisi sedang tidak aman," ujar Ethan. Kedua matanya masih fokus pada layar laptop sementara jarinya sibuk di atas keyboard.


"Baik, Tuan, sesuai perintah Anda," sahut pria yang ia panggil Peter itu.


"Satu hal lagi, habisi dia malam ini juga. Aku rasa pestanya sudah selesai."


"Aku pikir kau ingin melakukannya dengan tanganmu sendiri, Tuan Mayer."


"Tidak, Pete, kau tahu aku sedang sibuk bekerja saat ini."


"Baiklah, Tuan, aku mengerti."


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Ethan memutuskan sambungan telfonnya kemudian ia beberapa email yang masuk padanya. Setelah itu Ethan menghapus semua data dari laptop tersebut hingga laptop itu seolah tak pernah terpakai, bahkan Ethan juga memastikan tak ada jejak sedikit pun dan di mana pun.


"Aku masih harus fokus bekerja, supaya pekerjaanku cepat selesai!"


...🦋...


Apa maksud Ethan ya? Hmm


Btw, neh visualnya ya.

__ADS_1




__ADS_2