Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 94 - Rencana Eksekusi


__ADS_3

Amber, Dexter, Jose dan semua komplotan nya sedang merancang rencana eksekusi terhadap kelompok The Eagle.


Meskipun Erik sudah dicurigai oleh Peter, tetapi pria tua itu seolah tak peduli dan ia yakin semuanya akan berjalan lancar. Jauh sebelum Peter, Simon dan Ethan masuk ke dalam organisasi The Eagle, Erik sudah mengabdi di sana, sudah tahu semua tentang Thea Eagle tanpa terkecuali.


"Tepat jam dua pagi, gerbang akan aku buka, dua jam setelah acara pesta di mulai," kata Erik. "Tapi semua anak buah kita tidak boleh masuk dari pintu masuk, harus ada yang berjaga di beberapa sisi. Dan yang yang terpenting adalah berjaga dari udara, untuk memastikan tak ada yang bisa melarikan diri.


"Tapi yang masuk untuk menyerang harus lebih banyak dari yang berjaga," sambung Martin. "Kita tahu anggota The Eagle sangat banyak, jangan sampai kita kecolongan kali ini."


"Itu tidak akan terjadi," tegas Erik. "Lagi pula, aku sudah sangat tahu semua hal tentang The Eagle, aku pastikan rencana kita tidak akan gagal. Asalkan dengan satu syarat, buat mereka lengah. Jangan sampai mereka mencium pergerakan kita."


"Dan aku ingin Peter hidup-hidup!" seru Jose. "Aku sendiri yang ingin membunuh nya seperti dia membunuh adik ku."


Tangan pria itu mengepal kuat, sorot matanya pun begitu tajam, mengobarkan api dendam yang seolah takkan pernah padam.


"Dan aku ingin Ethan hidup-hidup!" seru Amber. "Aku ingin menyayat leher nya, pelan-pelan, aku ingin membuat dia hidup tersiksa sampai memohon pada kematian nya."


...🦋...


"Seorang Don Mafia tidak akan pernah memohon kematian pada musuh nya." Ethan tersenyum miring saat mengatakan itu pada Dante. "Dan siapapun yang bergabung dengan ku, maka mereka sudah menjadi anggota The Eagle. Kau tidak boleh meminta kematian pada siapa pun dan tidak boleh menggantungkan hidup mu pada siapa pun."


Dante tersenyum miring kemudian juga berkata, "Sekarang aku mengerti kenapa du film-film penjahat selalu lebih unggul dari super hero, itu karena pemikiran, tekad dan insting mereka yang liar seperti binatang."


Saat ini, Ethan sedang bersama Dante, Simon dan Peter di sebuah ruangan rahasia yang tidak di ketahui siapa pun. Ruangan yang Peter bangun saat Ethan resmi menjadi pemimpin The Eagle.


"Benar." Ethan membenarkan tanpa ragu. "Dan kami manusia gangster perpaduan dari semua binatang itu."


Dante terkekeh, baru kali ini ada orang yang tidak tersinggung di samakan dengan binatang. Dan justru bangga mengakui hal itu.


"Aku sudah menempatkan putri mu di rumah sakit terbaik di Rusia, dia juga akan segera mendapatkan donor jantung yang cocok."

__ADS_1


"Jika aku mati ...." Dante menatap foto sang putri. "Berikan saja jantung ku padanya."


"Kenapa kau terus menatap ku dengan tajam?" tanya Dante karena sejak tadi Peter menatap nya dengan sangat tajam, bahkan pria itu tak bersuara sedikit pun sejak bertemu Dante.


"Kau membuat aku lumpuh, lalu haruskah aku menyapa mu sambil tersenyum?" sinis Peter yang tampak nya masih tak bisa terima dengan keadaan diri nya.


"Sudah lah, Peter, tidak perlu di ungkit lagi," pinta Simon.


"Kau tidak tahu bagaimana rasanya duduk di atas kursi roda, Simon, maka nya kau tidak kesal," dengus Peter.


"Baiklah, aku akan mencoba duduk di atas kursi roda," kata Simon dengan santai nya yang membuat Peter melongo, begitu juga dengan Dante. Apalagi ketika Simon memindahkan Peter ke sofa kemudian ia duduk di atas kursi menggantikan teman nya itu.


Namun, kemudian pria itu tertawa kecil, kini ia tak hanya melihat seorang gangster tetapi juga seorang teman.


...🦋...


"Sudah hampir satu bulan," gumam Louisa. "Apa dia tidak merindukan ku? Atau jangan-jangan dia punya selingkuhan?"


Memikirkan sang pria memiliki selingkuhan membuat Louisa kesal, bahkan ia sampai mengumpat dan melontarkan sumpah serapah pada Ethan.


"Sudahlah, Lou," pinta sang Ibu yang baru saja keluar dari kamar. "Tidak ada guna nya juga kamu mengumpat pada nya, Sayang, dia tidak mendengar mu."


"Benar juga," gumam Louisa. "Awas saja kalau nanti dia muncul di hadapan ku, aku akan mengumpat sepuas hati di depan wajah nya."


"Dari pada kau marah-marah, lebih baik sekarang kita pergi jalan-jalan keluar, bagaimana?" saran sang Ibu yang membuat mata Louisa langsung berbinar.


"Ayo!" seru Louisa.


Kedua wanita berbeda generasi itu pun bergegas keluar rumah, mereka berjalan kaki, menikmati angin malam kota Madrid.

__ADS_1


"Mom, haruskah aku berkata sesuatu tentang parfum yang kau pakai malam ini?" kata Louisa sembari mengernyitkan hidung, seolah tak suka dengan parfum yang ibunya pakai malam ini.


"Sayang, ini parfum lama," kata Nyonya Agatha.


"Oh ya? tapi aroma nya berubah, membuat ku mual dan ingin muntah," keluh Louisa.


Belum sempat Nyonya Agatha memberi tanggapan, tiba-tiba ada seorang pencopet yang menarik tas Nyonya Agatha.


Tentu saja kedua wanita itu berlari mengejar sekuat tenaga sampai mereka bisa menangkap pria itu, tetapi sayangnya pria itu memberontak. Bahkan, sampai mendorong Nyonya Agatha hingga jatuh.


"Dasar kau sialan!" Louisa mengamuk dan mengumpat sembari mencoba memukul pria itu dengan tas nya sendiri.


Malam ini Louisa sudah sangat kesal karena terus menahan rindu pada sang suami, dan sekarang ia semakin kesal karena ulah pencopet itu.


Namun, pria itu jauh lebih kuat dari Louisa. Ia juga mendorong Louisa tetapi beruntung Andres datang dan menangkap tubuh Louisa.


Tanpa basa-basi, Andres mendekati pria itu dan sama seperti yang ia lakukan pada Ed, Andres menusukkan jarum ke lengan pria itu.


"Au, apa yang kau lakukan?" ringis pria itu sembari mengusap lengannya.


"Hey, tembak kepala nya!" pinta Louisa pada Andres yang membuat Nyonya Agatha melongo seperti orang bodoh.


"Tuhan, apa anakku akan seperti Mafia yang akan menembak orang?" gumam nya cemas.


Sementara Louisa tampak kesal karena Andres seperti hanya mencubit nya. Akan tetapi, tiba-tiba wajah pria itu tegang, membiru kemudian tumbang. Membuat Louisa terkejut.


"Apa yang kau lakukan pada nya, Andres?"


"Meracuninya."

__ADS_1


__ADS_2