Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 142 - #Peter (Jatuh Cinta Ala Mafia Senior 2)


__ADS_3

Setiap insan yang hidup di dunia ini akan lahir dengan membawa sebuah kisah, entah kisah yang mereka ukir sendiri atau pun di ukirkan oleh orang lain. Namun, siapa pun yang mengukir nya, kisah itu tetap milik mereka, atas nama mereka dan akan menjadi jati diri mereka.


Tak terkecuali Peter, meski ia hidup seperti robot tak berperasaan, tetapi itu hanya lah pemandangan dari luar saja. Karena pada kenyataan nya, ia juga punya ukiran kisah nya sendiri. Yang manis dan pahit, yang suram dan penuh warna. Sama seperti orang lain pada umum nya.


Ia berasal dari keluarga kelas menengah, lahir sebagai anak tunggal dari pasangan yang sama sekali tak pernah Peter anggap sebagai orang tua karena kelakuan mereka tak mencerminkan sebagai orang tua.


Kelakuan buruk Ibu dan Ayah nya membuat Peter merasa ia tak butuh pasangan dalam hidup, ia akan hidup seperti apapun yang ia mau, asal ia merasa bahagia.


Tidak menikah di usia yang tidak lagi muda sama sekali bukan lah masalah untuk Peter, ia juga tidak tertarik untuk mencicipi wanita yang mereka bilang surga dunia. Yang ada dalam otak dan hati Peter adalah Ethan, anak seseorang yang telah menyelamatkan hidup nya dari jalanan, yang telah memberikan kehidupan yang begitu baik.


Memiliki Ethan sebagai pria yang sudah ia anggap anak sendiri membuat Peter semakin tidak tertarik untuk berumah tangga, apalagi selama ini ia tidak pernah terpisah dari Peter dan Simon. Ia merasa hidup nya sudah sempurna.


Akan tetapi, sekarang perpisahan terjadi dengan Simon saat teman nya itu memutuskan untuk hidup di tengah kota London bersama sang istri. Meninggalkan mansion, meninggalkan Peter dan Ethan.


Padahal, Peter sudah merasa sangat bahagia beberapa hari ini atas keberadaan Dokter Filly sebagai istri Simon. Ia merasa mansion itu semakin ramai dan lebih hidup.


"Apa orang yang sudah menikah memang harus pergi dari rumah?" tanya Peter pada Simon.


"Aku rasa tidak semua," jawab Simon sambil terkekeh. "Hanya saja Filly ingin kita hidup mandiri, di rumah kita sendiri. Selain itu, tidak mungkin dia pulang pergi setiap hari dari sini ke kota, itu butuh waktu yang cukup lama dan melelahkan."


Simon dan Filly memang memutuskan untuk tinggal di apartemen yang tak jauh dari rumah sakit tempat Filly bekerja, dan sebagai suami tentu saja Simon tak ingin egois dengan memaksa Filly tinggal di mansion bersama mereka. Meski harus Simon akui, rasa nya berat sekali untuk meninggalkan rumah penuh kenangan itu.


"Itu sangat wajar," seru Louisa sambil tersenyum. Dia sendiri merasa senang akhirnya Simon punya rumah yang berarti. Tak sekedar menjadi penjaga atau bayangan Ethan, Louisa merasa Simon juga berhak hidup normal.


"Sejujurnya aku justru sangat senang dengan keputusan kalian," kata Louisa sembari menatap Simon dan Dokter Filly bergantian. "Aku yakin, ini akan membuat hidup kalian lebih sempurna."


"Itu benar," sambung Ethan. "Saat nya Simon memiliki cerita dan arah hidup nya secara khusus, dan itu hanya bisa terjadi jika Dokter Filly terus ada di sisi nya."

__ADS_1


"Sebagai istri aku akan selalu ada di sisi nya," jawab Dokter Filly dengan yakin. "Kami akan selalu bersama apapun yang terjadi.


"Aku akan sering berkunjung ke sini nanti." Simon berkata sembari menatap Louisa dan Ethan dengan dalam, dua orang itu lah yang membuat nya merasa berat untuk pergi dari mansion. Namun, Louisa dan Ethan justru mendukung nya pergi demi kebahagiaan nya yang lebih pasti.


"Aku yang akan sering ke sana nanti," kekeh Louisa. "Apalagi mommy juga tinggal tak jauh dari apartemen kalian. Aku dan Ethan akan ke sana setiap akhir pekan, benar 'kan, Sayang?" Louisa menatap Ethan sambil tersenyum dan suami nya itu langsung mengangguk meng-iya-kan.


"Rumah akan terasa sepi tanpa mu," kata Peter akhirnya dengan lirih. Kini ia memperlihatkan sisi yang sedikit berbeda, di mana raut wajah nya tampak sedih karena kehilangan suadara nya.


"Ck, aku hanya pindah rumah, bukan pindah ke dunia lain," celetuk Simon yang langsung membuat semua orang tertawa.


"Oh ya, kapan kamu akan ke Singapore?" tanya Simon kemudian. "Aku ingin menemani mu sebenarnya, tapi aku tidak mungkin meninggalkan istri ku karena kami masih pengantin baru." Lanjut nya yang seketika membuat Peter mendelik, sementara Louisa dan Dokter Filly hanya tertawa kecil, beda hal nya dengan Ethan yang hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Aku akan pergi besok pagi," jawab Peter.


Yeah, kini dia juga harus pergi ke Singapore untuk melakukan beberapa terapi agar seluruh anggota tubuh nya berfungsi dengan lebih baik seperti sedia kala.


Peter hanya mengangguk pelan, senang dengan perhatian saudara ipar nya itu.


...🦋...


Keesokan hari nya, Peter bersiap pergi ke Singapore, tentu ia menggunakan jet pribadi milik Ethan. Perjalanan kali ini terasa sedikit berbeda karena biasa nya ia pergi dengan Simon. Namun, kini ia harus pergi sendiri.


Ethan dan Louisa tak bisa menemani karena mereka harus pergi ke Italy, untuk memenuhi undangan Varian tempo hari.


Yeah, kini mereka punya kesibukan masing-masing dan itu membuat Peter merasa sangat bosan selama dalam perjalanan berjam-jam itu.


Saat jet pribadinya itu mendarat, Peter di jemput oleh Dante. Kedua pria itu sudah tak lagi bermusuhan tetapi tampak nya Peter masih menyimpan sedikit rasa kesal pada Dante mengingat ia hampir menjadi manusia tidak berguna selamanya gara-gara pria itu.

__ADS_1


"Apa perjalanan mu menyenangkan?" tanya Dante sembari sembari melirik Peter dari spion. Berusaha bersikap baik dan ramah, berharap ke depan nya hubungan mereka lebih hangat.


"Sangat memboskan," jawab Dante dingin, membuat Peter hanya bisa membuang napas kasar.


Dante pun tak bertanya apa-apa lagi, dari pada ia kesal dengan jawaban Peter yang hahha beberapa kata itu,belum lagi nada nya pasti sangat dingin.


Kedua nya sama-sama diam sepanjang perjalanan.


Yang meminta Dante menjemput Peter sebenarnya adalah Ethan, dan Dante sama sekali tidak masalah dengan itu.


Ethan juga meminta agar Peter tinggal di rumah Dante saja, berpikir itu lebih aman dari pada di hotel sendirian.


Sesampainya di rumah, Angel menyambut sang Ayah dengan gembira. Apalagi saat ia melihat Peter, gadis kecil itu langsung menyapa nya dengan ramah yang di tanggapi dengan senyum tipis oleh Peter.


"Aku harap kau betah di sini," kata Dante mempersilakan Peter masuk.


Namun, tiba-tiba ....


BRRUGGGHHHH


Peter dan Dante langsung menoleh saat mendengar suara itu. Seorang wanita baru saja jatuh dari motor nya, membuat Peter dan Dante meringis.


"Uff, aunt Ashley!" teriak Angel dengan suara cempreng nya, gadis kecil itu langsung berlari menghampiri wanita bernama Ashley itu yang kini berusaha berdiri sembari merapikan rambut nya yang menutupi wajah nya.


Seketika Peter terpana melihat wajah wanita itu, bahkan ia melihat ada taburan kelopak bunga mawar yang entah datang dari mana menghujani Ashley. Begitu banyak, dan indah. Bahkan, Peter ingin menyentuh kelopak bunga mawar itu.


Suasana pun seketika terasa berbeda, seperti ... musim semi?

__ADS_1


__ADS_2