
Matahari sudah tinggi, semua orang sudah kembali beraktifitas seperti biasa. Namun, tidak dengan Ethan dan Louisa yang masih terlelap, kelelahan, tetapi wajah kedua nya terlihat penuh kebahagiaan dan kepuasan.
Bagaimana tidak?
Ethan dan Louisa baru tidur sekitar jam 4, kedua nya menghabiskan malam hanya dengan bercinta, istirahat sebentar sembari membicarakan masa depan, kemudian lanjut bercinta setelah tenaga mereka kembali.
Hal itu terus berulang, hingga akhir nya mereka benar-benar kehabisan tenaga, lelah dan tertidur dengan saling berpelukan. Dan tak ada apapun yang menutupi tubuh kedua nya selain selimut tipis itu.
Tak berselang lama, Ethan membuka. Namun, ia tak bangun dari tidur nya karena sang istri yang masih terlelap dalam pelukan nya. Ethan tersenyum sembari membelai pipi Louisa dengan mesra.
"Kau cantik sekali saat tertidur begini." Ia menggumam pelan. Jari nya kini mengusap bibir sang istri yang sedikit terbuka.
Ethan meringis, tiba-tiba gairah nya bangkit kembali dan ia ingin mencium Louisa. "Ah, jangan. Nanti dia bangun." Ia menggigit bibir nya sendiri, mencoba menahan gairah nya yang semakin menggeliat nakal.
"Tapi aku tidak tahan!"
Akhir nya Ethan menyapukan bibir nya di permukaan bibir Louisa, awal nya hanya menyapu dengan lembut karena ia tak ingin sampai Louisa terganggu.
Namun, pada akhir nya ia tak kuasa menahan gairah nya. Ethan menyesap bibir kekasih hati nya itu, hingga sang kekasih terganggu dan akhir nya terbangun.
"Apa, Sayang?" Suara Louisa terdengar begitu serak, bahkan mata nya terasa begitu berat untuk di buka. Ia sangat mengantuk dan merasa sangat lelah karena kegiatan panas mereka semalam, tapi suami nya ini seperti nya tidak juga puas.
"Tiba-tiba aku ingin mencium mu." Ethan berkata dengan manja, membuat Louisa tersenyum geli.
"Kau sudah mencium ku semalaman, apa masih kurang?" Ia menatap wajah Ethan dengan sayu, sembari semakin merapatkan tubuh kedua nya.
"Kurang," jawab Ethan jujur yang seketika membuat Louisa tergelak.
"Bagaimana bisa kurang, Sayang?" tanya Louisa sembari menyusuri dada Ethan dengan jari lentik nya. "Aku hampir pingsan tadi malam, tapi ternyata kau masih kurang, Hem?"
Ia pun beranjak dari tidur nya, naik ke atas tubuh Ethan dengan nakal yang membuat Ethan langsung melongo. Tak menyangka Louisa akan melakukan ini.
"Hem, kamu mulai berani, eh?" goda Ethan.
Selama ini Louisa memang sangat nakal pada nya, gadis itu terlihat agresif. Yeah, Ethan sudah tahu itu sejak masih bekerja sebagai Bodyguard Louisa dulu. Namun, nakal dan agresif itu hanya sebagai gadis remaja yang masih naif dan labil. Karena Louisa sama sekali tidak agresif saat di ranjang, tapi tentu juga tidak kaku.
Namun, mereka telah menjadi suami istri dalam waktu yang cukup lama, hampir setiap malam selalu berbagi keringat dengan mesra sehingga kini perlahan Louisa menjadi nakal dan berani.
"Kamu yang mengajari ku," kata Louisa. Ia merendahkan tubuh nya hingga ia bisa mencium sang suami yang masih terbaring di ranjang.
__ADS_1
Ethan menyambut ciuman itu dengan baik, bahkan tangan nya mulai mereba seluruh tubuh istri nya yang masih polos itu.
"Kita lakukan sekali saja, My girl." Ethan berbisik di sela ciuman nya. "Aku tidak ingin kau kelelahan."
"Aku masih kuat untuk dua atau tiga ronde." Louisa berkata sembari menggerling nakal, dan Ethan hanya bisa menganga lebar. Tetapi harus ia akui diri nya suka dengan Louisa yang semakin bebas mengekspresikan perasaan atau menyalurkan hasrat nya itu.
"Lou-ku semakin pintar," puji Ethan.
Louisa hanya tersenyum tulus sebelum akhirnya ia memangut bibir Ethan sehingga suami nya itu hanya bisa menggumam tidak jelas.
Kedua nya berciuman selama beberapa saat, dengan intens, lembut, tetapi juga menggebu.
"Lagi pula ...." Napas Louisa memburu setelah ia menyudahi ciuman nya. "Kita mau punya bayi, jadi kita harus bekerja keras, Okay? Kita tidak boleh membuang waktu."
Ethan terkekeh dan mengangguk sebelum akhirnya kini ia yang memangut bibir Louisa, tak lupa ia juga memberi sentuhan mesra ke seluruh tubuh istri nya itu agar mereka segera bisa masuk ke menu utama.
Ethan juga tak merubah posisi nya, ia tahu Louisa suka dalam posisi ini jadi dia akan melakukan nya untuk menyenangkan sang istri.
...🦋...
Ethan dan Louisa benar-benar melakukan nya lebih dari sekali, hingga kedua nya begitu kelelahan bahkan merasa tak sanggup untuk sekedar mandi.
Namun, Ethan tetap membawa istri nya mandi agar tubuh mereka lebih segar. Apalagi mereka belum makan sejak pagi.
"Kau menjadi suami yang sangat baik," kata Louisa sembari menoleh, menatap suami nya yang menyabuni punggung nya. "Kau sangat perhatian pada ku."
Ethan tersenyum dan mencubit hidung Louisa dengan gemas.
"Kau istri ku, belahan jiwa ku, dunia ku. Jadi bagaimana bisa aku tidak memperlakukan mu dengan istimewa, hem?"
"Oh, manis sekali." Wajah Louisa memerah mendengar apa yang di ungkapkan oleh sang suami. Ia berbalik badan, hingga kini kedua nya berhadapan. "Aku jadi ingin mencium mu sekali lagi."
Louisa sudah mengalungkan lengan nya ke leher sang suami, mendekatkan bibir nya ke bibir Ethan tetapi suami nya itu justru hanya mengecup sebentar bibir Louisa.
"Uf, kenapa cuma sebentar?" protes Louisa.
"Karena kita bisa bercinta lagi di sini jika ciuman kita tidak sebentar saja," jawab Ethan kemudian ia menyalakan shower, untuk membasuh tubuh Louisa yang di penuhi oleh busa.
"Kau sudah puas atau bosan bercinta dengan ku?" goda Louisa, pura-pura memasang wajah cemburut.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah puas dan tidak akan pernah bosan, My girl," tegas Ethan. "Tapi aku tidak bisa egois, aku tidak ingin membuat mu kelelahan."
Setelah memastikan tubuh Louisa bersih, Ethan segera mengambil handuk, mengeringkan tubuh istri nya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Setelah itu ia memakaikan bathrobe.
"Sekarang tunggu lah di kamar, sebentar lagi makanan kita pasti datang," ujar Ethan hanya mengangguk mengerti.
Setelah Louisa pergi, kini Ethan yang segera membersihkan diri. Rasa nya ia kembali merasa segar setelah air shower yang dingin itu mengguyur tubuh nya, otot-otot di tubuh nya yang tadi kaku karena lelah, kini mulai terasa lentur.
Sementara itu, Louisa mondar-mandir di kamar, menunggu makanan yang tak kunjung datang padahal ia sudah sangat lapar.
"Aku lapar seperti tidak makan selama dua hari," pikir Louisa.
Ia melirik jam dinding yang kini menunjukkan pukul dua siang. "Oh, pantas saja aku sangat lapar."
Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu. Louisa langsung membuka nya dengan semangat.
"Lama sekali, aku belum sarapan," keluh Louisa saat seorang pelayan membawa makanan.
"Oh, ini sudah waktu nya makan siang, Nyonya Mayer," ucap pelayan itu sambil tersenyum.
"Yeah, karena itu lah aku benar-benar sangat lapar."
Air liur Louisa seolah akan segera menetes melihat pelayan itu menyajikan begitu banyak makanan yang lezat-lezat.
Bersamaan dengan itu, Ethan keluar dari kamar mandi. Ia hanya memakai handuk yang di lilitkan ke pinggang nya, memamerkan roti sobek di perut nya dan juga dada nya yang tampak keras itu.
Si pelayan yang melihat itu tampak terpesona, tetapi setelah melihat banyak bercak merah di tubuh pria itu ia langsung menunduk sambil meringis.
"Pantas saja sampai kesiangan dan kelaparan, astaga!"
"Ehem ehem!" Louisa berdeham, sadar wanita sempat melirik tubuh sang suami. "Kau boleh keluar, SEKARANG!" Louisa mendesis tajam di akhir kalimat.
Wanita itu langsung melangkah cepat keluar dari kamar, ia tahu seperti nya Louisa cemburu karena ia menatap suami nya. "Aku bisa kehilangan pekerjaan jika membuat Nyonya Mayer kesal."
Sementara itu, Louisa kini menatap Ethan dengan tajam sambil berkacak pinggang. "Ayo makan, Sayang, kata nya lapar." Ethan berkata dengan tenang, tak sadar tatapan maut sang istri.
"Apa kau sengaja pamer tubuh mu itu di depan wanita lain, huh?" Ia mendesis tajam, membuat Ethan hanya bisa mengernyit.
"Apa?" tanya Ethan dengan bingung.
__ADS_1
"Dasar nakal, kau tidak akan dapat jatah selama seminggu!"
"HAH?!