Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 124 - Harga Yang Mahal


__ADS_3

"Hai, Louisa!"


"Kenapa kau ke sini, bocah?" tanya Ethan saat melihat Angel menyusul nya. "Bukan kah kau bilang ingin menonton pertunjukan sulap?"


"Aku hanya ingin berpelukan dengan Louisa sebelum kalian pulang," tukas Angel sambil tersenyum tanpa dosa, tak sadar bahwa ia telah mengganggu adegan mesra Ethan dan Louisa.


Angel pun merentangkan tangan mungil nya itu dan Louisa langsung berlutut, kemudian memeluk Angel sambil tersenyum.


"Apa kalian tidak bisa menunggu dua jam lagi? Setidaknya sampai show ini selesai," kata Dante.


"Tidak, kami ada janji dengan dr. Lawrence," jawab Ethan dengan serius, Dante yang mendengar hal itu langsung mengangguk mengerti.


Tak berselang lama, Ed, Lindka dan teman-teman yang lain juga datang. "Oh Lou, kau sungguh akan pergi ke London malam ini? Apa tidak bisa di tunda? Kami masih merindukan mu," tukas Lindka dengan wajah yang merengut.


"Aku akan berkunjung ke Madrid nanti." Hanya itu yang bisa Louisa katakan.


"Yeah, semudah itu kau bolak-balik ke berbagai negara," sahut Ed sambil meringis. "Semudah kau mengubah nama mu, membuat kami bingung." Lanjut nya.


Yeah, sekarang Louisa sudah tak perlu lagi menyembunyikan identitas nya. Teman-teman sekolah dan semua guru nya juga sudah tahu siapa Louisa, termasuk status nya yang sudah menikah dengan Ethan.


Pernikahan yang belum di resmikan, sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi, Ethan sudah koar-koar ke semua orang bahwa Louisa milik nya, istri nya.


Itu adalah kabar yang cukup mencengangkan, sulit di percaya tapi itulah fakta nya.


"Apa kau ada masalah dengan itu?" desis Ethan yang masih menunjukkan ketidaksukaan nya pada Ed.


"Ethan?" tegur Louisa sembari menyentuh lengan suami nya itu. "Apa kau bisa tidak terlalu serius sekali saja, Sayang?"


Ethan tak menjawab, ia hanya melemparkan tatapan dingin nya pada Ed, seolah pemuda itu ancaman untuk nya.


"Kapan kalian akan kembali ke Madrid?" tanya Louisa untuk mencairkan suasana.


"Sekolah memberi kami waktu empat hari untuk liburan, tentu saja kami akan tinggal dan bersenang-senang sampai waktu liburan kami habis," pungkas Lindka dengan semangat.


"Benar, kapan lagi kita bisa jalan-jalan di luar negeri dan semua biaya makan, hotel dan transportasi di tanggung oleh sekolah?" kekeh Ed yang tampak nya sangat menikmati liburan nya itu.


"Bukan sekolah mu, tapi aku yang membiayai." Ethan meralat dengan cepat, membuat Ed dan Lindka terkejut. Mereka langsung menatap Louisa penuh tanda tanya, dan Louisa hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


Seluruh acara pertunjukan ini memang di biayai oleh Ethan, bahkan teman-teman sekolah Louisa yang bisa menjadi bagian dari acara ini juga karena Ethan.


Alasan ia melakukan itu untuk menebus kesalahan nya karena Louisa tak dapat tampil saat ulang tahun sekolah, juga untuk menghibur Angel yang masih dalam masa pemulihan setelah apa yang terjadi.


"Baiklah, kami harus pulang sekarang," seru Louisa kemudian. Ia memeluk Lindka, setelah itu ia hendak memeluk Ed tetapi Ethan langsung menghalangi nya.


"Suami mu ada di sini, My girl," desis Ethan marah.


"Aku teman nya, apa salah kalau kami berpelukan sedikit saja?" protes Ed.

__ADS_1


"Aku suami nya, aku yang berhak atas hidup nya!" tegas Ethan yang langsung membuat Ed mendelik kesal.


"Terima kasih sudah menepati janji mu, Louisa," kata Angel sembari melempar senyum manis nya. "Aku juga akan mengunjungi mu nanti jika memungkinkan."


"Kalau begitu kau harus segera sembuh, aku akan membawa mu keliling London."


Angel mengangguk semangat. Louisa dan Ethan pun segera pergi dari tempat itu, sementara yang lain kembali menikmati pertunjukan.


Louisa dan Ethan memang harus segera kembali ke London, selain untuk mengurus pesta pernikahan yang tertunda, mereka juga harus menemui seorang Dokter.


Kini, Louisa dan Ethan sudah ada dalam jet pribadi milik Ethan.


"Apa Nyonya Rae menghubungi mu?" tanya Ethan yang seketika membuat Louisa meringis.


"Apa sesulit itu untuk memanggil nya mommy?" goda Louisa. "Kita sudah menikah, aneh rasa nya jika kau memanggil ibu mertua mu dengan sebutan nyonya seperti itu."


"Aku sedang berlatih," sahut Ethan tenang. Ia pun bingung kenapa terasa sulit sekali memanggil mantan musuh nya itu dengan sebutan Mommy.


Louisa hanya geleng-geleng kepala, ia pun menyalakan ponsel nya dan beberapa pesan langsung menyerbu ponsel nya itu. Dari ibu nya, dari Miss Grecia yang kata nya tak bisa datang ke Singapore, dan juga dari Peter.


Louisa membalas pesan dari guru nya lebih dulu, memberi tahu bahwa acara nya seru dan akan berlangsung lancar. Setelah itu ia membalas pesan sang Ibu yang mengingatkan nya agar tak lupa minum obat dan istirahat yang cukup.


Me


"Aku baik-baik saja, Mom, sekarang aku akan kembali ke London. Dokter Lawrence harus pergi ke Jerman jadi jadwal pertemuan kami di percepat. Tapi aku baik-baik saja, jangan khawatir."


"Apa kalian bersenang-senang di sana sampai melupakan janji pertemuan dengan Dokter Lawrence di percepat?"


"Bocah, Dokter itu juga sibuk karena mengurus banyak pasien jadi hargai waktu mereka. Kalian harus segera pulang!"


"Jika kau tidak menemui Dokter Lawrence tepat waktu, aku tidak akan mencarikan Psikiater yang lain untuk mu."


"Jangan lupa kau juga harus latihan dengan ku, tubuh mu lemah seperti jelly."


"Aissh, dia cerewet sekali seperti ibu-ibu yang tidak di kasih uang belanja," ringis Louisa. Apalagi masih banyak pesan Peter yang lain nya, isi nya kurang lebih sama. Pria itu mengirim pesan setiap sepuluh menit sekali.


"Ibu ku saja tidak cerewet seperti dia, tapi kenapa aku suka ketika dia cerewet?" Louisa menggumam sembari mengetik pesan untuk Peter.


Me


"My dear Uncle Peter, aku masih sangat suka ada di Singapore. Ada banyak teman-teman ku di sini, jadi aku mohon cari Psikiater yang lain untuk ku, yang baik dan hebat seperti Dokter Lawrence. Oh ya, tolong jangan mengirimkan banyak pesan seperti ini karena itu sangat mengganggu, aku sedang bersenang-senang sekarang."


Louisa mengirim pesan itu sambil cekikikan, memancing emosi Peter menjadi suatu hal yang cukup menyenangkan untuk nya. Meskipun setelah ini ia pasti di hajar oleh Peter.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Ethan, bingung dengan tingkah sang istri.


"Hanya sedikit merayu uncle Peter," jawab Louisa sembari menunjukkan pesan yang sudah terkirim itu.

__ADS_1


"Astaga, Lou, dia akan menghajar mu nanti." Ethan memperingatkan dengan tegas tapi Louisa hanya mengedikan bahu. "Ada-ada saja, dia pasti sangat kesal sekarang."


"Aku suka saat dia kesal," sahut Louisa tanpa beban sedikitpun. "Aku mau tidur, bangunkan aku satu jam lagi karena aku ingin makan," tukas Louisa.


"Kau ingin makan apa?" tanya Ethan sembari menggendong Louisa, membawa nya ke ranjang pribadi yang ada di sana.


"Apa saja, yang penting segar, enak dan mengenyangkan," jawab Louisa panjang lebar, ia melingkarkan satu lengan nya di leher Ethan dengan mesra.


"Kau akan mendapatkan pesanan mu, My girl."


Ethan menidurkan Louisa di ranjang, menyelimuti nya kemudian mengecup kening nya. Louisa yang memang sudah merasa sangat mengantuk tak butuh waktu untuk tertidur. Ethan masih menjaga nya dengan setia, menggenggam tangan Louisa dengan lembut.


Setelah memastikan Louisa sudah terlelap, Ethan pergi ke toilet.


Louisa yang tertidur kini tiba-tiba bergerak gelisah, kening nya berkerut dan ia berkeringat. Kedua tangan nya mengepal kuat, seolah ia menahan sesuatu dalam jiwa nya.


Tiba-tiba Louisa terbangun dengan napas yang memburu. "Ethan?" panggil Louisa dengan panik. Namun, yang di panggil tak menyahut.


Louisa mengedarkan pandangan nya ke sekeliling tempat itu dan seketika ia menjerit lantang.


"AAAAAAHHH!"


"TIDAK!"


"ETHAN!"


Ia berada di suatu tempat yang asing, gelap dan menyeramkan, membuat ia panik dan takut.


Tiba-tiba Louisa merasakan kaki nya basah, ia menunduk dan sekali lagi ia menjerit melihat genangan darah yang ia injak.


Di depan nya ada beberapa mayat yang begitu mengerikan, Louisa hanya bisa menahan napas, tubuh nya menegang.


"Louisa?"


"Sayang?"


"Ah!"


Louisa menjerit, ia kembali terbangun dari tidur nya dengan napas yang memburu, dan keringat dingin yang membasahi tubuh nya.


"Ethan?" lirih nya saat melihat sang suami ada di depan nya.


"Aku di sini, My girl" Ethan langsung memeluk Louisa, mengusap kepala istri nya itu dengan lembut. "Tidak apa-apa. Itu hanya mimpi."


Louisa mengedarkan pandangan nya, kini ia ada di dalam jet, di pelukan suami nya. "Aku di sini." Ethan kembali berbisik untuk menenangkan Louisa.


Tangan Louisa yang gemetar langsung memeluk Ethan dengan erat, menyenderkan kepala nya di dada sang suami yang terasa begitu nyaman, ia mencoba mengatur napas nya yang masih memburu.

__ADS_1


"Itu hanya mimpi, jangan takut."


__ADS_2