
Louisa tersenyum sumringah saat ia melihat sang Bodyguard berada di halaman belakang rumahnya, lebih tepatnya ia berdiri di tepi kolam. Bodyguard tampannya itu tampak sangat serius berbicara di telfon sehingga Louisa melangkah dengan sangat pelan agar tak menganggu Ethan.
Louisa menganga lebar dan kedua bola matanya melotot sempurna saat ia mendengar kata-kata mengerikan yang keluar dari bibir seksi sang Bodyguard.
"Kau akan menyembelih orang, Bodyguard?" pekik Louisa.
Ethan tampak terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Nona mudanya itu. "Astaga, Sayang, kau kejam sekali." Louisa memasang wajah polosnya sementara Ethan hanya bisa tercengang. "Itu tidak boleh, Ethan. Nanti kamu masuk penjara, selain itu nanti Tuhan marah kalau kamu melakukan kejahatan."
Louisa mendekati Ethan yang saat ini masih terdiam mematung. "Jika ada orang yang jahat padamu, kamu maafkan saja, biar Tuhan yang membalas. Kalau kamu membalas mereka, artinya kamu sama saja dengan mereka," tukas gadis kecil itu panjang lebar.
"Aku percaya kau adalah orang yang baik." Louisa menepuk pundak Ethan sambil melempar senyum manisnya.
Namun, Ethan tak terlihat tersentuh sedikitpun dengan nasihat dari gadis kecil di depannya ini. Ia justru melemparkan tatapan yang tak biasa, seolah ia muak dan menyimpan dendam dalam jiwanya.
"Ada apa kau mencari ku, Nona Rae?" tanya Ethan kemudian.
"Ah, aku ingin mengajakmu makan malam nanti malam," jawab Louisa.
"Baik." Ethan menjawab singkat seperti biasa.
"Hem sekarang kau boleh lanjut berbicara dengan orang itu, tapi ingat! Kamu tidak boleh melakukan tindakan kriminal, Okay?" Ethan hanya mengangguk pelan, agar Louisa berhenti berceloteh.
__ADS_1
"Anak pintar, aku tidak ingin calon pacarku masuk penjara." Lanjutnya yang membuat Ethan hanya bisa menghela napas berat.
Setelah itu Louisa pergi meninggalkan Ethan, pria itu pun segera menghubungi Peter untuk mengurus masalah yang ada dan Ethan meminta agar tak ada lagi siapapun yang menghubunginya selama ia masih dalam misi.
...🦋...
Sementara di sisi lain, Peter hanya bisa menghela napas berat setelah ia mendapatkan panggilan dari Ethan yang tampak marah. "Ada apa?" tanya Simon.
"Barang yang dikirim oleh Roberto kurang, Tuan Mayer sangat marah," tukas Peter.
"Astaga, apa ada pengkhianat lagi? Haruskah kita membunuh semua orang agar tak ada lagi pengkhianat?" geram Simon.
"Jika kau membunuh semua orang, bukan hanya pengkhianat yang tidak ada tapi juga kawan dan anak buah," kekeh Peter. "Ayo kita berangkat ke pelabuhan, sepertinya ini salah faham." Lanjutnya.
"Kalau begitu kita pecahkan saja kepalanya dan kepala seluruh keluarganya."
...🦋...
"Tips menaklukan pria yang kita cintai"
Louisa mengetikan kata kunci itu google search dengan penuh semangat. Dan muncul lah beberapa tips dari beberapa artikel yang membuat matanya langsung berbinar terang, ia mendekatkan wajahnya ke laptop yang ia pangku dan Louisa pembaca setiap artikel dengan serius dan penuh penghayatan.
__ADS_1
Dari yang katanya 15 cara menaklukan pria yang Anda taksir, 20 cara menarik perhatian menurut psikolog dan sebagainya.
"Oh, jadi aku harus mengenal dia lebih dekat, begitu?" gumam Louisa sambil mengetuk-ngetuk jarinya di dagu. "Ah, ini sangat benar," pekiknya kemudian. "Aku harus berpenampilan dewasa, seksi dan menggoda."
Louisa tak pernah punya teman seorang pria apalagi naksir pada seorang pria, tak pernah ada yang membuat hatinya berdebar dan Ethan berhasil melakukan itu. Menurut film yang dia tonton atau Novel yang dia baca, bukankah itu yang namanya cinta?
Yeah, Louisa sungguh merasa jatuh cinta pada Ethan. Meskipun baru beberapa hari ia mengenal pria itu.
Tak berselang lama, Bi Amy mengetuk pintu dan memberi tahu bahwa ada yang mengantar gaun untuk Louisa. Tentu saja gadis itu sangat girang, ia langsung melompat dari ranjang, membuka pintu kamar dan langsung menyambar kotak besar yang dipegang oleh Bi Amy.
"Apa kau berbelanja, Nona Rae?" tanya Bi Amy terkejut.
"Hm," jawab Louisa kemudian ia menutup pintu kamarnya dengan kasar, membuat pelayan paruh baya itu langsung mengelus dadanya.
Louisa segera mencoba gaun yang ia beli dan seketika Louisa hanya bisa menahan napas melihat pantulan dirinya yang tampak begitu seksi. "Oh my gosh! Aku seperti dari khayangan," gumam Louisa yang takjub dengan dirinya sendiri. "Kenapa aku baru tahu bahwa aku secantik ini, hm?"
"Ah, aku belum dandan saja sudah seperti peri. Apalagi jika aku berdandan. Sekarang Ethan tak bisa lagi menolak ku, Memangnya pria mana yang sanggup menolak godaan gadis cantik dan seksi sepertiku?"
🦋
Hai semuanya....
__ADS_1
Ini novel sepi amat, ya? Memang tidak ada pembaca atau ada tapi pemabaca ghoib?