Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 47 - Penebusan Dosa


__ADS_3

"Lepaskan kami atau aku akan menembak kepalamu!"


Ethan hanya tersenyum sinis mendapatkan ancaman itu, dengan tenang kini ia mengambil senjatanya dan menodong tepat ke kepala Louisa. Membuat gadis itu kembali terbelalak, jantung Louisa berdebar kencang bahkan kini kedua matanya sudah memerah dan berkaca-kaca.


Hal itu membuat hati Ethan ikut perih, tetapi ia terpaksa melakukan ini, sekali lagi untuk menggertak Tuan Bertrand.


"Letakkan senjata mu atau aku akan menembak kepalanya!" titah Ethan dengan dingin.


Tuan Bertrand tercengang, ia menatap Louisa yang kini masih menatap Ethan. "Aku tidak bisa mempercayai kamu," seru Tuan Bertrand dengan lantang. "Bagaimana kalau dia anak buah mu? Kau akan menghabisi kami di sini?"


Ethan berdecak kesal, ia menurunkan senjatanya bahkan kemudian melemparnya pada Nyonya Agatha. Tentu saja itu membuat Nyonya Agatha terkejut.


"Apa kau tahu apa yang ada di kepala yang ingin kau ledakan ini?" sinis Ethan sambil menunjuk kepalanya sendiri. "Aku sedang berpikir bagaimana caranya bisa lolos dari sini hidup-hidup, sialan!"


"Turunkan senjata mu, Dad," pinta Louisa dengan suara rendah.


"Tapi, Lou__"


Louisa langsung mengulurkan tangannya pada sang Ayah, meminta senjata itu. "Berikan padaku, Daddy!"


"Sayang__"


"Ayolah, Dad, lagi pula Ethan meninggalkan senjata itu padaku!"


Louisa mendesak, bahkan ia kembali menangis. Hatinya sungguh terasa sesak karena lagi-lagi Ethan memperlakukannya seperti ini.


Dengan terpaksa Tuan Bertrand memberikan senjatanya pada Louisa dan detik itu juga Louisa langsung menodong kepala Ethan.


"Jika mereka memang bukan anak buah mu, bawa kami keluar atau aku benar-benar akan meledakkan kepala mu."


Berbeda dengan Louisa yang merasa sakit hati saat diancam, Ethan justru tersenyum seolah ia suka dengan apa yang dilakukan oleh Louisa.


"Jangan gemetar!" titah Ethan sembari bersiap melajukan mobilnya.


"Apa?" tanya Louisa.


"Jangan gemetar saat kamu mau menarik pelatuknya, atau sasaran mu akan meleset."


Kini sorot mata Ethan kembali tajam, ia mencari solusi. Satu-satunya cara agar Ethan selamat adalah melewati sedikit celah entah di kanan atau di kiri truk itu.


Ethan bergerak mundur dengan arah ke kiri untuk mengecoh lawan dan itu membuat truk di depannya maju, mendekati mobil Ethan.


Sejurus kemudian ....


"AAGGHHH!"

__ADS_1


Nyonya Agatha, Louisa dan ayahnya menjerit saat Ethan maju dengan kecepatan tinggi kemudian ia melewati truk tangki itu dari sebelah kanan bahkan Ethan setengah berjalan di dinding terowongan dengan memiringkan mobilnya.


Pergerakan Ethan terlalu cepat sehingga ia bisa lolos dengan mudah.


Sementara itu, Tuan Roberto dan Jose hanya bisa menganga melihat aksi heroik Ethan yang tak pernah mereka sangka sebelumnya.


"Kau bilang dia tidak akan lolos jika dikepung di terowongan?" pekik Jose.


"Aku hanya tahu dia Don mafia yang jago menembak dan berkelahi, aku tidak pernah tahu dia punya kemampuan seperti Vin Diesel dalam fast and furious," pungkas Roberto.


Ia pun memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Ethan, bahkan ia juga meminta anak buahnya untuk menembak mobil Ethan.


Sementara di sisi lain, Louisa masih menggigil setelah aksi yang dilakukan oleh Ethan. Begitu juga dengan kedua orang tua Louisa yang kini mulai merasa panas dingin.


Belum hilang keterkejutan mereka, kini mobil Ethan di berondong dengan tembakan yang membuat Louisa dan kedua orang tuanya kembali menjerit takut.


"Jangan takut, mobilnya anti peluru," kata Ethan. Namun, di detik kemudian mereka justru memberondong ban mobil Ethan dengan peluru.


"Apakah ban mobilnya juga anti peluru?" tanya Louisa.


"Sebenarnya iya, hanya saja jika mereka menembak terus menerus seperti ini maka__"


BLLESSS


Belum selesai Ethan berbicara, kini mobil mereka mulai oleng karena ban mobilnya berhasil tertembus peluru. Ethan terus melajukan mobilnya secepat ia bisa, terowongan kedua sudah dekat dan ia ingin mencapai tempat itu secepatnya. Di sana ada jalan rahasia yang dibuat oleh Ethan sendiri karena ia tahu, diserang di terowongan memang terkadang menjadi pilihan para lawan. Sebab di sana tak ada jalan keluar.


Seketika mobil Ethan terhempas cukup jauh, kejadian itu begitu cepat, seperti kilat dan itu berhasil membuat semua orang terluka, tak terkecuali Ethan.


"Lou?" panggil Ethan dengan suara bergetar saat melihat Louisa tak sadarkan diri. Kepala gadis itu berdarah, sangat banyak.


Sementara Tuan Bertrand yang masih setengah sadar hanya bisa menatap putri dan istrinya yang kini sama-sama terluka.


"Agatha!" seru Tuan Bertrand.


Istrinya itu hanya bisa mengerang kesakitan.


Ethan berusaha keluar mobil dengan membawa dua senjatanya untuk jaga-jaga jika ada yang mencoba menyerangnya.


"Apa kau akan meninggalkan kami?" tanya Tuan Bertrand.


"Kau harus membawa Louisa keluar dari sini, aku akan mencoba menghadang mereka," kata Ethan sambil menarik kakinya yang terjepit. Ia mengerang sakit, tulang lututnya pasti patah.


"Masuk ke terowongan di sana, ada sebuah tanda di dinding terowongan. Tarik tali yang ada di sana, itu adalah pintu rahasia, ikuti saja kemana arahnya. Kau akan bertemu seseorang di sana dan tunjukan senjata ini." Ethan kembali menyerahkan senjata kebesarannya.


Sementara Tuan Bertrand hanya tercengang mendengar penjelasan Ethan.

__ADS_1


"Bergerak dengan cepat, bodoh!" seru Ethan pada Tuan Bertrand yang membuat pria itu langsung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk keluar dari mobil


Nyonya Agatha yang masih sadar juga berusaha keluar sendiri dengan menahan semua rasa sakit di tubuhnya, dan Tuan Bertrand yang kini berusaha mengeluarkan Louisa.


Sementara Ethan kini berusaha mengambil senjata laras panjang yang ada di bagasi mobilnya. Sambil menahan sakit, Ethan membidik orang orang dalam truk itu dan melepaskan satu tembakan yang tepat mengenai wajah orang-orang itu. Seketika truk oleng.


Ethan kembali memberondong truk itu, berniat meledakkannya.


Saat Ethan berjuang sendirian, Tuan Bertrand kini berusaha melarikan diri setelah berhasil mengeluarkan Louisa. Ia sudah mencapai ujung terowongan.


Namun, seketika langkahnya terhenti saat mendengar suara ledakan.


Ia menoleh, dan ternyata Ethan berhasil meledakkan truk tangki dan itu menghambat jalan Roberto dan anak buahnya.


"Ethan!" teriak Tuan Bertrand. "Kita pergi bersama!" ajaknya dengan suara lirih.


Kini Tuan Bertrand tahu apa yang membuat Ethan tak membunuhnya, dan ia juga mengerti apa maksudnya hanya Ethan yang bisa menyelamatkan Louisa.


Pria itu mencintai putrinya.


Ethan berusaha berlari menghampiri Tuan Bertrand tetapi sejurus kemudian sebuah tembakan mengenai punggung Ethan.


Ethan terlempar dan senjatanya terlepas dari tangannya.


"Ethan!" jerit Tuan Bertrand.


Sebuah helikopter milik Octopus datang.


Ethan mengerang kesakitan, tetapi ia berusaha menahan diri. Melihat serangan ini, Ethan tahu kemungkinan bisa selamat sangat sedikit. Ia diserang dari darat dan udara dan Ethan tidak punya perlindungan apapun.


Namun, yang ada dalam benak Ethan saat ini bukan bagaimana menyelamatkan dirinya tetapi bagaimana menyelamatkan Louisa.


Tuan Roberto memerintahkan snipper yang ada di helikopter untuk menembak kepala Ethan. Namun, belum terlaksana perintah itu, justru ada helikopter lain yang datang dan menyerang helikopter Octopus.


Bersamaan dengan itu, Roberto dan anak buahnya sudah berhasil melewati truk yang meledak itu.


Ethan menggeram marah, kini ia kembali mengambil senjatanya. Ia bertekad akan menghabisi Octopus yang telah berkhianat.


"Lari! Masuk ke terowongan!" teriak Ethan pada Tuan Bertrand dengan sisa tenaga yang ada. Namun, pria paruh baya itu tampak enggan meninggalkan Ethan. "Aku tidak ingin menyelamatkan mu, aku hanya ingin menyelamatkan Louisa jadi cepat lari!"


Tuan Bertrand menatap Louisa yang masih tak sadarkan diri di gendongannya.


"Kita harus pergi," lirih Nyonya Agatha yang sudah merasa sangat ketakutan di sana.


Namun, Tuan Bertrand justru menyerahkan Louisa pada sang istri. "Gendong dia di punggungmu," kata Tuan Bertrand. "Aku akan menebus dosaku pada Eduardo, aku akan menyelamatkan Ethan," ujarnya sembari menyerahkan senjata Ethan.

__ADS_1


"Tidak akan bisa," bantah Nyonya Agatha sambil menangis. "Dia diserang dari berbagai arah, kau tidak akan bisa apa-apa."


"Setidaknya aku berusaha."


__ADS_2