Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 33 - Dewa Penyelamat Atau Malaikat Kematian?


__ADS_3

"Anda mau ke mana, Tuan Mayer?" tanya Peter saat melihat Ethan mengambil salah satu mobilnya.


"Aku mau pergi sebentar," jawab Ethan.


"Biar Theo mengawal Anda, Tuan Mayer."


"Tidak, aku Akan pergi sendiri."


...🦋...


"Lupakan apa yang terjadi, Sayang, okay? Anggap semua itu mimpi buruk," ujar Nyonya Agatha sambil memasukan beberapa buku-buku Louisa ke dalam tas. "Pergilah ke kampus, belajar seperti biasa."


Louisa hanya terdiam sambil memperhatikan bagaimana sang Ibu membantu dirinya bersiap, dan itu sangat berbeda dengan cara para pelayannya melayani Louisa.


"Mommy bahkan tidak tahu hari ini apa mata kuliahku," kata Louisa. Ia menyambar tasnya dari tangan sang Ibu kemudian mengeluarkan semua buku-buku yang ada di sana dan menggantinya dengan buku yang lain.


Nyonya Agatha hanya bisa tercengang menyadari ia sungguh tak tahu apapun tentang putrinya karena selama ini memang pelayan lah yang mengurus Louisa. "Jangan kan tahu mata kuliahku, Mommy bahkan pasti lupa kapan terakhir lagi kalian hadir di ulang tahunku," celoteh Louisa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang, maafkan Mommy." Nyonya Agatha hendak menyentuh tangan Louisa tetapi gadis itu menepisnya.


"Sekarang sudah tidak ada pelayan, tidak ada Bodyguard, tidak ada sopir. Rupanya aku harus belajar mandiri sekarang," kekeh Louisa dengan tawa yang hambar, membuat Nyonya Agatha terhenyak menyadari kini kehidupan mereka berubah 360 derajat.


Saat ini mereka masih tinggal di kediaman keluarga Rae, tetapi dengan suasana dan situasi yang sangat berbeda. Biasanya di sana ramai dengan para pekerja, sekarang hanya ada mereka bertiga.


Tuan Bertrand mengantar Louisa ke kampus dan selama dalam perjalanan keduanya sama-sama bungkam, bahkan Louisa enggan menatap sang Ayah.


Saat sampai di kampus, Tuan Bertrand memberikan beberapa lembar untuk putrinya itu. "Belilah makanan yang kau suka, hem? Tadi kamu tidak sarapan, Sayang," kata Tuan Bertrand.


Louisa menerima uang itu kemudian pergi begitu saja tanpa berbicara sedikitpun, membuat hati Tuan Bertrand terasa perih.


Setelah mengantar Louisa, Tuan Bertrand segera untuk berpulang menjemput sang istri karena hari ini mereka harus menemui beberapa teman yang mungkin bisa membantu Tuan Bertrand mengatasi masalah keuangannya.


Namun, sesampainya di rumah Tuan Bertrand dikejutkan dengan kedatangan beberapa mobil yang terparkir di halaman rumahnya.


Tuan Bertrand cemas, takut itu Ethan yang kembali datang. Ia pun langsung masuk ke dalam rumah dan Tuan Bertrand hanya bisa tercengang melihat Antonio, sang rival dalam dunia politiknya dan beberapa anteknya sudah ada di dalam rumah.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Tuan Bertrand memperlihatkan ketidaksukaannya.


"Aku mendengar beberapa desas-desus tentangmu," jawab Atonia dengan tenang. "Ada apa, Rae? Aku mendengar sekarang kau melepaskan semua kerajaanmu untuk seseorang yang bernama Ethan Eduardo Mayer, aku juga tidak melihat para pelayan dan para Bodyguard di rumahmu. Istanamu ini sudah seperti kuburan sekarang," pungkas Antonio panjang lebar yang membuat Tuan Bertrand menggeram kesal.

__ADS_1


"Keluar dari rumahku sekarang!" usirnya.


"Oh, aku datang untuk berbicara sesuatu yang penting," kata Antonio sembari beranjak dari tempat duduknya. "Beberapa hari yang lalu ada banyak wartawan yang datang ke rumahku, bahkan mereka terus mengintai ku selama 24 jam. Katanya, Louisa Rae ada di rumahku, itu pasti trik mu untuk menjatuhkan ku, bukan?"


"Apa yang kau bicarakan?" tanya Tuan Bertrand yang memang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Antonio.


"Tidak perlu berpura-pura bodoh, Rae," sinis Antonio. "Pasti kamu yang menyebarkan berita bahwa Louisa diculik olehku dan aku menyebabkan dia di perkosa oleh beberapa orang."


Tuan Rae dan sang istri terhenyak mendengar apa yang dikatakan oleh Antonio.


"Pertama, Louisa tidak pernah diculik," tegas Tuan Rae berusaha menyembunyikan apa yang telah terjadi pada keluarganya. "Dan yang kedua, Louisa masih suci. Dia tidak pernah dilecehkan oleh siapapun."


"Apa kau berusaha membodohi aku?" tuding Antonio.


"Apa kau melihat wajah gadis itu adalah wajah Louisa?"


...🦋...


"Apa? Diperkosa?" pekik Louisa saat beberapa teman kelasnya tiba-tiba datang memberikan dukungan moril atas tragedi yang mereka kira sungguh menimpa Louisa.


Louisa sungguh bingung saat sampai di kampus dan semua orang menatapnya dengan pandangan yang berbeda. Dan kini tiba-tiba ada yang mengatakan turut sedih atas tragedi pemerkosaan yang terjadi padanya.


"Tapi kau hebat, Lou, kau mampu melewati keterpurukanmu," kata yang lain. Membuat Louisa semakin bingung hingga Kim datang menghampirinya.


Kim memerintahkan teman-teman Louisa untuk menyingkir sementara Louisa hanya menatap Senior nya itu dengan dingin. "Kau hebat, Lou, masih hidup setelah digilir beberapa pria," kata Kim tanpa basa-basi yang membuat Louisa terbelalak.


"Apa kau mau mabuk?" desis Louisa.


Kim langsung menunjukan video yang sebenarnya sampai saat ini masih cukup viral, Louisa bergidik ngeri melihat video itu. "Ini dirimu, bukan?"


"Bukan," bantah Louisa dengan cepat.


"Tidak perlu malu, Lou, aku mengerti apa yang kau rasakan. Kita sama-sama perempuan," kata Kim dan kali ini dia berbicara dengan tulus. "Aku turut sedih," imbuhnya.


"Itu bukan aku!" seru Louisa dengan tegas setelah ia menarik tasnya dan bergegas keluar dari kelas.


Sekarang ia mengerti kenapa semua orang menatapnya dengan tatapan yang tak biasa.


"Lou, kau mau kemana?" tanya Kim tetapi Louisa enggan mendengarkan sang senior.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, ada tiga mahasiswa nakal yang juga melihat video yang tersebar itu sambil tertawa. "Dia sangat cantik, aku jadi ingin merasakannya."


"Benar, lihat paha mulusnya. Uhh, membuat pusaka ku berdiri," sambung yang lain.


"Aku dengar hari ini dia ke kampus, kenapa kita tidak mencobanya?"


Bersamaan dengan itu, mereka melihat Louisa yang baru saja keluar dari kelasnya dan itu membuat mereka tertawa senang.


"Mau coba hari ini atau lain kali?" tanya yang lain.


"Aku tidak akan bisa tidur sebelum mencicipinya," sahut temannya.


Diam-diam mereka mengikuti Louisa yang kini keluar dari gedung kampus.


Sementara Louisa menangis dalam diam, menangisi hidupnya yang benar-benar jungkir balik.


Saat ini Louisa melangkah entah kemana, yang pasti ia sudah jauh dari lokasi kampus hingga tiba-tiba ketiga seniornya yang terkenal nakal menghalangi langkahnya.


"Di mana bodyguard mu, Lou?" tanya salah satu dari mereka.


Louisa tak menjawab, ia hanya menatap ketiga pria itu dengan tajam kemudian melangkah pergi.


"Hay, Louisa!" Ketiga seniornya itu mengejar Louisa bahkan kini menahan kedua tangan Louisa.


Louisa memberontak sambil berteriak lantang, meminta tolong pada siapapun yang mungkin mendengarnya karena kini ia ada di tempat yang cukup sepi.


"Lepaskan aku!" teriak Louisa.


"Hanya sebentar, Lou, kami janji tidak akan bermain kasar."


Para penjahat kelamin itu tertawa bersama, membuat Louisa ketakutan.


"Kamu pasti akan menyukai cara kami bermain, kita akan bergilir dengan sopan."


Mereka kembali tertawa hingga tiba-tiba ....


DORRRR


Mereka semua terkejut saat salah satu sang penjahat kelamin jatuh dan mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Ethan?"


__ADS_2