Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 80 - Bukti Cinta Ala Don Mafia 2


__ADS_3

"LOUISA, ADA MALING DI RUMAH!"


Louisa yang mendengar teriakan ibunya langsung melotot terkejut, ia pun langsung menyambar handuk kemudian berlari ke arah suara sang Ibu.


Sementara di dapur, Nyonya Agatha hanya bisa tercengang saat pria yang ia kira maling ternyata Ethan.


"Nyonya Rae, apa kau berniat membunuh ku?" ringis Ethan sembari memegang kepalanya. "Kau memukul kepalaku, bagaimana jika aku gegar otak?"


"Mom?" teriak Louisa yang kini sudah ada di dapur.


"Astaga, Ethan!" Nyonya Agatha menggumam pelan.


"Iya, ini aku dan aku bukan maling," tukas Ethan. "Lagi pula untuk apa aku maling di rumah ku sendiri?"


"Tapi bagaimana bisa kau tiba-tiba ada di dalam rumah? Kapan kau datang?" tanya Nyonya sembari meletakkan kembali sapunya.


"Tadi, jam 4." Ethan menjawab dingin sembari mengambil air minum. Namun, Ethan yang menyadari kehadiran Louisa langsung berbalik badan.


Tatapan Ethan langsung tampak berbeda saat melihat Louisa hanya dalam balutan handuk kecil nan tipis, di tambah rambut basah gadis itu, membuatnya tampak begitu menggemaskan dan ... seksi?


"My girl, apa kau mencoba menggoda ku?" goda Ethan sembari menaik-turunkan alisnya.


Kembali ada getaran yang tak biasa dalam jiwa Ethan melihat penampilan Louisa, ia ingin merengkuh gadisnya itu, mencium bibirnya dengan gemas dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Louisa yang jenjang.


"Kembali ke kamar mu, Lou!" Nyonya Agatha langsung mendorong Louisa agar pergi, sementara Ethan hanya memandangi gadisnya itu dengan intens.


"Dan kau, Ethan!" Kini Nyonya Agatha menatap Ethan dengan tajam, bahkan wanita paruh baya itu mengangkat jarinya tepat di depan hidung Ethan. "Aku tahu rumah ini milik mu, kamu sendiri yang menempatkan kami di sini. Tetapi itu bukan berarti kau boleh masuk sembarangan, apalagi aku tinggal bersama anak perempuan ku yang masih gadis."


"Oh, maafkan aku, Nyonya Rae," ucap Ethan dengan senyum yang tampak misterius. "Tapi saat sampai ke rumah ini, aku langsung pergi ke kamar Louisa dan tidur di sana."


"APA?!"


...🦋...


"Minum lah, Mom!" Louisa menyodorkan segelas pada sang Ibu yang kini tampak tegang.


Ibu mana yang tidak terkejut saat ada pria dewasa yang mengatakan ia tidur di kamar putrinya?


Beruntung Nyonya Agatha tak memiliki riwayat penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi, sehingga ia tak mati berdiri karena ulah Ethan.


"Pergi lah ke sekolah," ujar Nyonya Agatha dengan lirih. "Mommy rasa tidak bisa bekerja hari ini." Ia berkata sembari melirik Ethan yang sejak tadi hanya berdiri tak jauh dari Louisa.


"Kau sungguh baik-baik saja, Mom?" tanya Louisa ingin memastikan, sebab ibunya itu terlihat masih terlihat shock karena keberadaan Ethan.


"Yeah," jawab Nyonya Agatha sembari memijat kepalanya. "Pergi lah sebelum terlambat."

__ADS_1


Louisa melirik Ethan sekilas, pria itu bahkan belum mencuci wajah sejak bangun tidur, rambutnya juga berantakan tapi kenapa Don Mafia itu justru terlihat semakin tampan dan seksi di mata Louisa?


Bahkan, Louisa ingin sekali memainkan rambut hitam Ethan dan menciumi wajahnya dengan gemas.


"Aku pergi dulu, Mom." Louisa langsung mengalihkan pikirannya yang mulai liar.


"Hati-hati, Lou."


Louisa hanya mengangguk kemudian segera bergegas pergi, meninggalkan Nyonya Agatha dan Ethan di rumah.


"Aku juga mau pergi," kata Ethan sembari kembali naik ke kamar Louisa untuk mengambil jaketnya.


"Kau mau ke mana?" tanya Nyonya Agatha yang melihat Ethan sudah tampak rapi meskipun ia belum mandi.


"Jalan-jalan sebentar," jawab Ethan.


"Jangan mengikuti Louisa!" seru Nyonya Agatha. "Tetap lah di rumah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Nanti malam saja, Nyonya Rae." Ethan menolak dengan halus karena ia memang ingin mengikuti Louisa. Ethan harus memastikan gadisnya itu tak didekati oleh pria lain.


...🦋...


"Ed!"


Louisa berteriak nyaring saat ia melihat Ed duduk di taman, gadis itu langsung tersenyum lebar bahkan berlari menghampiri Ed.


"Ed, kau dari mana? Kemarin semua orang mencari mu," kata Louisa.


"Aku pergi sebentar," kata Ed sembari celingukan ke kanan dan ke kiri.


Seketika nyali Ed menciut saat melihat Ethan berdiri tak jauh dari mereka. "Lalu kenapa ponsel mu mati?" tanya Louisa. "Apa kau marah pada ku karena aku menolak mu?" tanyanya.


"Jika aku mendekatimu, bukan hanya ponsel ku yang mati," ucap Ed ambigu yang membuat kening Louisa berkerut dalam.


"Apa maksud mu?"


Ed tak menjawab, ia langsung bergegas pergi tetapi sambil memegang pinggang nya. "Ada apa dengan mu, Ed?" tanya Louisa sembari mengikuti pemuda itu.


"Tidak apa-apa," jawab Ed mengelak. "Tolong jangan mengikuti aku, Princess, aku mau ke kamar mandi," ujar Ed agar Louisa menjauh darinya, atau Ethan benar-benar akan menambak kepalanya sekarang.


Louisa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Ed yang berbeda dari sebelumnya, tetapi ia mencoba mengabaikan hal itu dan segera pergi ke ruang berlatihnya.


Ethan mengikuti Louisa dari belakang, ia ingin tahu bagaimana gadisnya itu belajar.


Sementara itu, Ed benar-benar pergi ke kamar mandi. Ia berdiri di depan cermin sembar mengangkat kaos yang ia pakai.

__ADS_1


"Ah, sakit sekali," ringis Ed sembari menyentuh bekas cubitan yang membiru di pinggang nya.


"Aku benar-benar tidak menyangka ternyata kekasih Princess seorang Don mafia," gumam Ed sembari mengoleskan sesuatu ke bekas cubitan Yang sudah membiru itu.


"Tapi aku masih beruntung karena dia tidak menembak ku, melainkan hanya mencubit pinggang ku saja."


Di sisi lain, Ethan mengintip Louisa saat sedang latihan menari ballet. Pria itu tampak sangat senang melihat gadisnya bergerak dengan sangat lincah, apalagi baju yang dipakai oleh Louisa membuat penampilan gadis itu semakin mempesona di mata Ethan.


Louisa seolah mampu merasakan keberadaan Ethan, ia pun menoleh dan benar saja, pria itu kini melambaikan tangan pada Lousia.


...🦋...


"Pria itu kembali ke Madrid hanya karena merindukan Louisa, apa menurut mu itu tidak berlebihan?"


Simon yang mendengar pertanyaan Peter itu hanya terkekeh kemudian menjawab. "Tidak, itu sangat normal."


"Tapi bagi ku itu sangat berlebihan." Peter berdecak sambil geleng-geleng kepala. "Oh ya, bagaimana dengan pria itu? Dante?"


"Ethan bilang akan segera melaksanakan sesuatu setelah dia kembali dari Madrid."


"Astaga, pria itu benar-benar sudah gila!"


...🦋...


"Kau masih marah padaku?" rengek Ethan sembari mengekori langkah kecil Louisa.


"Tidak!" Louisa menjawab singkat.


"Kamu suka sekolah ini?"


"Iya."


"Apa ada anak yang nakal padamu?"


"Tidak."


Ethan menghela napas berat, sejak tadi Lousia Hanya mengucapkan dua kata itu.


Dia masih sangat kesal pada Ethan karena perilaku nya yang datang dan pergi semaunya, dan sekarang ia semakin kesal karena pria itu terus mengikuti nya sepanjang hari.


"Lalu kenapa kau diam saja sejak tadi?" tanya Louisa gemas.


Louisa enggan menjawab, ia terus melangkah menjauhi Ethan hingga tiba-tiba Ethan menggotong tubuh Louisa dan memasukkan nya ke dalam mobil.


"Ethan!" geram Louisa kesal.

__ADS_1


"Sejak tadi kau hanya menjawab iya dan tidak," kata Ethan. "Sekarang aku akan membawa mu ke tempat di mana kau hanya akan menjawab iya atau tidak!"


"Hah?" Louisa melongo bingung, sementara Ethan kini langsung menginjak gas dan melajukan mobilnya entah ke mana.


__ADS_2