
"Kenapa kau terlihat sedih, My girl?" Ethan membelai pipi Lousia dengan lembut, sementara istri nya itu sedang menatap hotel yang sudah mereka tempati selama 24 jam.
Saat ini mereka sudah keluar dari hotel, Ethan harus kembali fokus pada misi nya menuntaskan para musuh dan Lousia juga harus fokus pada latihan nya.
"Aku sedih karena aku menginap di hotel termewah di Madrid, tapi aku tidak melakukan apapun selain tidur di ranjang," jawab Lousia dengan jujur yang membuat Ethan terkekeh.
"Lain kali aku janji akan membawa mu jalan-jalan di seluruh hotel termewah di Spanyol, Lou," tukas Ethan.
"Semua ini salah mu, andai saja kau tidak memperkosa ku terus menerus, kita pasti bisa menikmati kolam renang hotel ini."
Louisa merengut yang membuat Ethan justru merasa sangat gemas, ia menarik tangan sang istri dan menggigit jari telunjuk nya.
"Hey, apa yang kau lakukan?" pekik Louisa sembari menarik tangan nya kembali.
"Kau membuat ku gemas, aku jadi ingin memakan mu, Lou."
Louisa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Ethan yang benar-benar berbeda dari apa yang ia duga.
__ADS_1
Dulu, Ethan adalah tuan es balok bagi Louisa, dingin, datar dan kaku, Kemudian, pria itu menjelma menjadi iblis yang membuat seluruh keluarganya seperti berada dalam mimpi buruk.
Lalu sekarang, dia menjelma seperti hello kitty yang sangat manis.
"Aku pegang janji mu," seru Louisa tiba-tiba
"Janji yang mana, hem?" Ethan menarik kepala Louisa agar bersandar ke pundak nya, sementara tangan Ethan yang lain tetap berada di setir. Ethan melajukan mobil nya menuju rumah dengan kecepatan sedang, ia tak ingin buru-buru karena Ethan masih tidak merasa puas menghabiskan waktu bersama Louisa.
"Perjanjian yang tadi malam kita buat."
Ethan terdiam dan memutar kembali pada kejadian semalam. "Sebelum kita bercinta itu?" celetuk Ethan yang membuat Louisa mendelik.
"Itu tidak benar," bantah Ethan. "Aku memikirkan banyak hal, memikirkan Peter, organisasi The Eagle dan yang lain nya.
"Terserah kau saja," ujar Louisa malas, ia menyamankan posisi nya di pundak Ethan, menikmati sedikit waktu yang tersisa sebelum Ethan kembali ke Moscow.
Kini, kedua nya sama-sama diam, tak ada yang berbicara dan sibuk dengan pikiran dan perasaan masing-masing. Hingga tanpa terasa kini mobil Ethan berhenti tepat di depan rumah Louisa.
__ADS_1
"Kau tidak ingin masuk?"
Sesungguhnya itu pertanyaan, tetapi permintaan Louisa pada Ethan.
"My girl, semua sudah menunggu ku," ujar Ethan dengan lirih.
Ia menarik tengkuk Louisa, mencium kening, hidung, kedua pipi dan berhenti bibir nya. Kini tak ada ciuman yang menggebu, seolah ciuman itu tanpa napsu.
Ethan menyatukan kening nya dengan kening Louisa, kedua nya sama-sama menutup mata.
"Ingat janji mu, kau akan pulang pada ku." Louisa mengingatkan dengan tegas.
"Aku pasti pulang pada mu, tunggu lah!" Ethan menjawab dengan penuh keyakinan. "Nikmati latihan mu, okay? Jangan terlalu mengkhawatirkan aku karena aku pasti akan baik-baik saja."
Louisa hanya mengangguk meski sebenarnya ia justru mulai khawatir, cemas dan takut. Namun, ia memilih tak memperlihatkan hal itu pada Ethan.
"Datang lah saat acara ulang tahun sekolah," pinta Louisa. "Aku akan memainkan musik untuk mu."
__ADS_1
"Pasti, My girl."