Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 36 - Mengelak Rindu


__ADS_3

Hampstead, London


Meski tak ada lagi kehidupan mewah bak Tuan Putri, tetapi Louisa cukup senang tinggal di Hampstead yang terkenal dengan keindahannya. Tempatnya sangat nyaman, sejuk dan mampu memberikan ketenangan untuk Lousia. Jangan lupakan juga bangunan indah dan unik yang membuat siapa saja pasti betah tinggal di sana tak terkecuali Louisa dan kedua orang tuanya.


Louisa yang sedang jalan-jalan di taman untuk menghirup udara segar tak sengaja berpapasan dengan seorang gadis yang seumuran dengannya. Gadis itu berjalan bersama seorang pria yang kemungkinan besar adalah bodyguardnya.


Seketika Lousia teringat dengan Ethan.


Kemana pria itu sekarang? Apakah sedang sibuk membunuh musuh-musuhnya seperti yang ada di film?


Louisa tersenyum miring memikirkan semua itu, seandainya ia punya keberanian dan kekuatan, Louisa sangat ingin membunuhnya. Namun, perasaan cinta di hatinya tak memberi Louisa kekuatan sedikitpun.


"Naif sekali," gumam Louisa menertawakan dirinya sendiri. Dia merasa naif bahkan bodoh karena tetap menyimpan cinta di hatinya untuk Ethan, pria iblis itu.


...🦋...


Moscow, Russia.


Tak ada yang tak mengenal Ethan E Mayer di Moscow. di dunia bisnis, pria itu terkenal dengan kesuksesannya dan kecerdasannya di usia yang masih sangat muda. Bahkan, tak sedikit wanita yang mengidamkannya.


Sementara di dunia bawah tanah, Ethan terkenal dengan kesadisannya pada siapapun yang berani mengusiknya. Dan tak sedikit pemimpin mafia lain yang takut padanya.


"Tuan Castanov sudah datang, Tuan Mayer," ujar Peter pada Ethan yang saat ini tampak sibuk dengan laptopnya.


"Biarkan dia masuk," kata Ethan.


Peter langsung mengangguk patuh, ia pun segera memanggil tamu Ethan itu.


"Selamat siang, Tuan Mayer," sapa pria yang bernama lengkap Varian Castanov itu sambil mengulurkan tangannya.


"Selamat datang, Tuan Castanov." Ethan menyambut uluran tangan pria yang seusia dengannya itu, ia juga mempersilakan Varian duduk dengan sopan.


"Aku dengar kau dari London, pantas saja aku tak bisa mencarimu selama beberapa bulan ini," tukas Varian.


"Yeah, aku ada memiliki sedikit pekerjaan di sana," jawab Ethan. "Jadi apa yang membuatmu ingin bertemu denganku? Aku dengar sudah lama kau mencariku," pungkas Ethan.


"Aku mewakili ayahku karena dia sedang sakit," ujar Varian sembari mengeluarkan sebuah USB dari sakunya. "Dan dia ingin memperpanjang kontrak kerja denganmu, jika kau setuju."


"Don Vitho sakit? Sakit apa?" tanya Ethan, bahkan ia tampak bersimpati pada pria yang bernama Don Vitho.


"Entahlah, tekanan darahnya selalu tinggi. Sepertinya usia sudah mulai merenggut kesehatannya, dan itu membuat Mommy sedih." Varian tampak sedih saat menceritakan kesehatan sang Ayah.

__ADS_1


"Dan kau juga pasti sedih," sambung Ethan dan Varian hanya mengangguk.


"Kapan kau akan kembali ke Sisilia?" tanya Ethan sembari membuka file yang diberikan oleh Varian.


"Mungkin hanya beberapa hari lagi, karena aku ditugaskan ke Moscow hanya untuk menyerahkan file itu," kata Varian.


"Padahal kalian bisa mengirimkannya lewat email."


"Daddy bilang dia sangat menghormatimu karena kau sangat menghormatinya, jadi dia ingin aku menyampaikannya secara langsung."


Ethan tersenyum dan mengangguk mengerti. Hubungannya dengan Don Vitho memang sangat baik sejak pertama kali mereka bertemu dan menjalin kerja sama, pria itu sangat loyal dan menghormati orang lain tak perduli apakah lebih tua atau lebih muda. Bahkan, dari pria itu lah Ethan belajar menghormati setiap orang. Namun, Don Vitho takkan mengenal ampun bagi pengkhianat dan musuh.


"Aku bersedia memperpanjang kontrak kerja sama kita, Tuan Castanov. Aku bahkan akan memperluas pasarku, aku rasa kita bisa melakukannya bersama. Bagaimana?"


"Aku akan berbicara dengan daddy, seperti yang kau tahu, dia sedang tidak sehat."


"Aku yakin dia akan menerimanya dan mungkin kau akan ditunjuk sebagai penggantinya."


Varian terdiam sejenak sebelum akhirnya juga mengangguk setuju.


...🦋...


Tuan Bertrand menatap pistol yang ia ambil dari Louisa dan sampai detik ini putrinya itu tak mau memberi tahu dari mana ia mendapatkan senjata api ini.


Tadinya Tuan Nyonya Agatha ingin membuang pistol itu tetapi Tuan Bertrand memiliki menyimpannya, sebab ia takut mungkin akan membutuhkannya nanti.


Saat memperhatikan setiap inci pistol jenis Glock itu, desainnya tampak berbeda dari senjata pada umumnya dan Tuan Bertrand terkejut melihat sebuah simbol di gagang pistol itu. Simbol The Eagle.


"Ya Tuhan, apa Louisa mendapatkannya dari Ethan?" gumam Tuan Bertrand.


Ia segera mencari putrinya itu untuk bertanya secara langsung.


Sementara itu, saat ini Lousia dan sang Ibu sedang memasak di dapur. Keduanya tampak bercanda dan menikmati aktivitas baru mereka itu.


"Aku tidak pernah tahu ternyata Mommy bisa memasak," kata Lousia saat sang ibu menyiapkan makan siang untuknya.


"Dia sangat jago memasak," sambung sang Ayah yang tiba-tiba datang.


"Lou, Daddy ingin bertanya padamu dan kawan dengan jujur," tegasnya. "Dari mana kamu mendapatkan senjata api itu, Sayang? Apa dari Ethan?"


Louisa tampak terkejut mendengar pertanyaan sang Ayah.

__ADS_1


"Itu pasti dari Ethan, bagaimana senjatanya ada padamu, Lou?"


"Itu bukan dari Ethan," elak Louisa.


"Kau tidak bisa berbohong, Sayang, kau lihat ini?" Tuan Bertrand menunjukan ukiran simbol anggota The Eagle yang terdapat di gagang pistol. "Ini adalah simbol anggota The Eagle."


Louisa kembali terkejut, bahkan ia tak memperhatikan hal itu.


"Aku... Aku memang mendapatkannya dari Ethan," ungkap Louisa akhirnya. Ia pun menceritakan bagaimana ia hampir dilecehkan oleh seniornya hingga akhirnya Ethan datang sebagai penyelamat. Kemudian pria itu menyerahkan senjatanya pada Lousia agar Louisa membunuhnya.


Kedua orang tua Louisa tampak terkejut, mereka hanya bisa membisu mendengar cerita Lousia yang sangat detail.


"Apa benar-benar pasrah?" tanya Nyonya Agatha dan Louisa mengangguk pelan.


"Dia melakukan itu karena dia tahu kau tidak menembak, Lou," kata sang Ayah.


"Dia sempat memberi contoh bagaimana menembak," jawab Louisa yang membuat kedua orang tuanya kembali menganga. "Tapi aku tidak menembaknya," lirih Louisa kemudian sambil tertunduk sedih.


"Kamu sudah melakukan hal yang benar, Sayang," kata Nyonya Agatha. "Kau putri kamu yang baik hati, kau tidak boleh jadi pembunuh apapun yang terjadi."


"Ibumu benar," sambung Tuan Bertrand. "Kau sudah melakukan yang benar."


Louisa tersenyum senang karena mendapatkan dukungan dari orang tuanya, apalagi ini membuktikan bahwa sang Ayah benar-benar telah bertobat dan menyesali perbuatannya.


...🦋...


Ethan menatap foto-foto Louisa yang tersimpan di laptopnya.


Jauh sebelum ia bekerja pada keluarga Rae, dia sudah mematai-matai mereka termasuk Louisa. Ada begitu banyak foto gadis itu di laptopnya.


Ethan memegang dadanya yang kembali berdebar kencang, seperti ada gulungan ombak di sana.


Masa-masa kebersamaannya dengan Louisa kembali terbayang dalam benaknya. Bahkan, sekarang pria itu seolah ingin mendengar suara Lousia lagi.


"Ya Tuhan, aku seperti merindukannya," gumam Ethan. "Tidak, aku tidak merindukannya. Aku hanya tidak sengaja mengingatnya."


Ethan mengelak dari rasa rindu itu. Bahkan, kini ia menghapus semua foto-foto Louisa dan segala berkas yang berhubungan dengan keluarga Rae.


...🦋...


Kalian tahu siapa Varian Castanov?

__ADS_1


__ADS_2