
"Aku memutuskan tidak akan percaya pada janji mu," kata Louisa sembari menikmati semangkup sup udang favorit nya.
"Kamu hanya meminta ku melakukan satu ronde, tapi aku 'kan tidak berjanji akan melakukan nya satu ronde," dalih Ethan yang membuat Louisa semakin kesal.
"Seperti nya kamu ini tipe pria yang di kasih hati minta jantung," dengus Louisa.
"Aku lebih dari itu, My girl," sahut Ethan sembari berpindah posisi duduk nya. Yang tadi ia duduk di hadapan Louisa, kini dia duduk di sisi istri nya itu.
"Jangan dekat-dekat!" seru Louisa sembari bergeser.
"Aku suami mu, kenapa tidak boleh dekat-dekat?" rengek Ethan dengan manja, bahkan sekarang dia menyenderkan kepala nya di bahu Louisa yang tertutup bathrobe.
"Kau membuat ku hampir pingsan, bodoh!" seru Louisa kesal.
Bagaimana dia tidak kesal? Tadi nya dia sudah sangat berbaik hati pada Ethan dengan mengajak nya bercinta sekali, Lousia melakukan itu karena sangat senang atas apa yang Ethan berikan untuk nya. Namun, Ethan justru tak berhenti hanya dengan satu pelepasan.
Suami nya itu terus melakukan nya setelah beberapa menit memberikan waktu istirahat untuk Louisa.
Seluruh tubuh Louisa kini sudah di penuhi dengan tanda cinta dari Ethan, dari leher, pundak, dada, perut, pinggang bahkan sampai paha nya. Louisa tak habis pikir, bagaimana Ethan bisa meninggalkan bercak merah sebanyak itu di tubuh nya?
Ah, yang membuat Louisa lebih kesal lagi adalah Ethan yang selalu mampu memancing gairah nya naik ke permukaan. Bahkan, Louisa terus mendesaah dan menjerit dengan pasrah di bawah tubuh Ethan.
Meskipun otak nya ingin menolak, bibir nya terus berkata berhenti dan ingin istirahat. Tetapi tubuh mungil justru merespon kebalikan dari itu semua.
Tubuh Louisa menyambut gairah Ethan dengan gairah yang sama, bahkan sorot mata dan raut wajah Louisa juga mengakui bahwa ia sangat menikmati setiap sentuhan Ethan. Baik sentuhan bibir nya, tangan, hingga penyatuan tubuh kedua nya.
Bahkan, Louisa yang tak lagi sanggup berdiri terpaksa mau saat Ethan membawa nya ke kamar mandi kemudian memandikan nya.
__ADS_1
Suami nya itu memang baik karena merawat Louisa, tetapi Louisa juga kesal karena saat di kamar mandi Ethan kembali mencumbu nya. Yeah, meskipun hanya mencumbu dengan bibir tapi tetap saja Louisa merasa lelah.
"Tapi kau tidak pingsan," sahut Ethan. "Kau bahkan terus mendesaah dan aku suka itu," tambah nya yang membuat wajah Louisa memerah, entah karena malu, marah atau ia teringat kembali bagaimana ia mendesaah ketika Ethan memasuki tubuh nya.
"Asal kau tahu, My girl, justru desahaan mu itu yang membuat ku tak bisa menahan diri hingga aku hampir memperkosa mu," ucap Ethan dengan memasang raut wajah polos tanpa dosa, membuat Louisa semakin kesal.
"Lain aku tidak akan mendesaah lagi," gerutu Louisa tetapi bersamaan dengan itu tangan nakal Ethan justru menyelinap masuk ke dalam tubuh Louisa dan menyentuh area yang sangat sensitif. Hingga tanpa sadar Louisa kembali mendesaah.
"Kata nya tidak akan mendesaah lagi," cibir Ethan.
"Dasar kau!" Louisa menggeram kesal, ingin sekali ia mengamuk dan memukuli suami nya itu. Namun, Louisa tahu Ethan justru akan semakin agresif saat di lawan.
Louisa menarik napas panjang, ia mengatur emosi yang menggelora di dada nya.
"Sayang, sebaiknya kau makan," pinta Ethan dengan nada yang sangat lembut.
"Kau harus tetap makan supaya tidak sakit," ujar Louisa. "Biar aku menyuapin mu."
Louisa menyupakan satu sendok sup yang masih hangat itu ke mulut Ethan, dan tentu saja pria itu langsung menganga lebar karena ia sudah sangat lapar.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, baik Ethan mau pun Louisa belum makan apapun sejak tadi malam. Mereka juga melakukan sesuatu yang menguras habis tenaga mereka, jadi sudah pasti pengantin baru itu merasa lapar. Oleh karena itu Ethan memesan berbagai menu makanan, dari makanan berkuah, makanan yang di goreng, di kukus dan sebagai nya. Ethan juga memesan beberapa jenis roti dan kue kering, untuk mereka makan seharian ini karena sudah pasti Ethan dan Louisa takkan bisa keluar kamar. Untuk berdiri saja Louisa merasa tak mampu, apalagi jika harus jalan-jalan keluar.
"Kau pasti lapar, kan?" tebak Louisa.
"Sangat," kekeh Ethan.
"Lalu kenapa kau bilang tidak lapar?"
__ADS_1
Louisa kembali menyuapi Ethan setelah ia menyuapi diri nya sendiri, dan begitu seterusnya.
"Entah lah, aku merasa tak membutuhkan makanan saat melihat wajah mu."
Louisa meringis mendengar pernyataan sang suami yang menurut nya sangat berlebihan itu.
"Dasar Don Mafia buta cinta," gerutu Louisa yang membuat Ethan merengut. "Oh ya, kapan kita akan pulang?"
"Nanti, setelah kita puas di sini," jawab Ethan.
"Aku takut mommy mengkhawatirkan kita, apa tidak sebaiknya kita pulang saja?"
"Tidak, My girl, kita ini masih pengantin baru jadi sudah sewajar nya menghabiskan waktu berdua saja."
"Benar juga." Louisa menggumam sambil terkekeh.
"Kau bahagia menjadi pengantin ku?" tanya Ethan sembari menikmati roti yang ada di hadapan nya.
"Sangat bahagia," jawab Louisa.
"Apa kau sungguh bahagia menjadi pengantin seorang Don Mafia?" tanya Ethan lagi, ia menatap Louisa dengan sayu.
"Siapa pun kamu ...." Louisa menangkup pipi Ethan dengan lembut. "Bagi ku Ethan adalah seorang mantan Bodyguard milik Lou," kekeh Louisa. "Cinta pertama ku, suami ku. Aku akan selalu bahagia selama kau ada bersama ku. Hanya itu."
Ethan terenyuh mendengar ungkapan Louisa, betapa beruntung dia yang di cintai dengan begitu tulus oleh Louisa, gadis yang seharusnya ia bunuh bersama orang tua nya. Sekarang, gadis itu justru menjelma menjadi belahan jiwa nya.
"I Love you, Lou," ucap Ethan sebelum akhir nya ia kembali melumaat bibir sang istri.
__ADS_1