Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 117 -


__ADS_3

Pergulatan dengan lawan yang tak seimbang dan di tempat yang tidak tepat itu berlangsung sengit, semua orang mencoba melukai Ethan. Namun, Ethan berhasil menghindar, bahkan menjadikan kawan mereka sebagai tameng. Tak hanya itu, Ethan berhasil melumpuhkan si sopir hingga kini mobil berjalan dengan ugal-ugalan.


Di dasboard mobil rupanya ada kamera yang tersambung langsung ke ponsel Amber dan Dexter. Dan tanpa rasa bersalah mereka menunjukkan hal itu pada Louisa.


Louisa begitu panik dan cemas, apalagi Ethan sendirian di sana. "Dia tidak akan mati dengan mudah," ujar Louisa yang terlihat penuh percaya diri, meski sebenarnya rasa takut dalam jiwa nya begitu besar.


"Mari kita lihat," sahut Amber. "Jujur saja, aku juga tahu dia tidak akan mudah mati. Yang aku lakukan bukan untuk membunuh nya, tapi untuk menguras tenaga nya.


"Kau benar-benar licik," geram Louisa.


"Oh, bukan begitu, Nyonya Mayer," bantah Amber. "Aku hanya lebih cerdik."


Louisa tak lagi menanggapi ucapan iblis wanita di depan nya ini, ia hanya terus memandang nya dengan tajam.


Sementara itu, Ethan terus melawan hingga akhirnya ia berhasil menendang satu orang di sisi nya kemudian ia melompat dari mobil tepat sebelum mobil menabrak tiang kemudian terbakar.


Ethan dan orang itu menatap mobil yang sudah terbakar, sebelum akhirnya mereka kembali berduel satu lawan satu. Jelas Ethan menang telak, ia berhasil mematahkan leher lawan dengan mudah.


Tak berselang lama, sebuah mobil berhenti di depan nya dan meminta Ethan masuk. Namun, Ethan enggan menanggapi hingga satu pria yang merupakan sopir itu memberikan ponsel nya pada Ethan.


"Kau seperti kucing saja, punya banyak nyawa." Ethan membuang napas kasar, ia tahu yang berbicara dengan nya saat ini adalah Dexter.


"Berhenti main-main jika kau sudah tahu kekuatan ku," geram Ethan.

__ADS_1


"Istri mu menonton pertunjukan tadi, kelihatan nya dia sangat bangga punya suami jagoan seperti diri mu."


Ethan tak menanggapi, hingga kini terdengar suara Amber. "Masuk lah ke mobil itu dan pergi lah ke pelabuhan di utara, aku menunggu."


Tak ada jalan lain, Ethan masuk ke mobil tersebut yang langsung membawa nya ke utara. Jelas daerah itu bukan daerah kekuasaan Albert karena pria daerah kekuasaan pria itu di selatan.


"Berarti Angel ada di selatan."


Mobil berhenti di tengah jalan yang begitu sepi, membuat Ethan sedikit bingung.


"Aku rasa kita harus pergi dengan mobil yang lain," ujar si sopir membukakan pintu untuk Ethan.


Ethan menurut dengan tenang, meski mata nya melirik ke kanan dan ke kiri untuk mengantisipasi serangan yang bisa saja kembali ia alami.


Namun, pria yang di belakang nya mencoba menyerang Ethan. Beruntung Ethan dapat merasakan pergerakan itu sehingga ia bisa menghindar tepat waktu. Bahkan, kini ia berhasil merebut senjata pria itu.


Bersamaan dengan itu, box mobil terbuka dan beberapa pria keluar dari sana. Mereka langsung menembaki Ethan, tetapi dengan cepat Ethan menarik tubuh si sopir dan menjadikannya tameng sementara ia juga juga menembaki mereka.


Pertarungan pun kembali terjadi, dengan lawan yang tak seimbang tetapi di tempat yang luas. Hal ini memudahkan Ethan untuk bergerak.


Di sisi lain, Joel dan beberapa anak buah nya sampai di pelabuhan selatan. Mereka terpaksa menyerang markas Albert, memporak poranda tempat itu demi menemukan Angel. Namun, usaha mereka sia-sia karena ternyata Angel tak ada di sana.


Joel pun segera melapor pada Peter, sementara ponsel Ethan sudah tak lagi aktif.

__ADS_1


Sementara itu, Peter yang mendengar kabar ponsel Ethan tak lagi aktif membuat mereka semakin panik. Apalagi setelah Joel juga memberi tahu bahwa Ethan pergi sendiri.


"Bagaimana bisa dia takut pada ancaman Amber dan benar-benar pergi sendiri?" geram Peter.


"Dia menggunakan Louisa, sudah pasti Ethan tidak akan main-main jika itu menyangkut Louisa," sahut Simon


"Dia menjadi hanya karena seorang gadis." Peter kembali menggerutu, membuat Dante dan Simon hanya bisa saling memandang.


"Jika saja aku membunuh gadis itu sejak lama, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi," tambah nya.


"Istri nya adalah belahan jiwa nya, seseorang akan rela mati ribuan kali demi belahan jiwa nya," sambung Dante. "Tapi sepertinya kau tidak akan mengerti hal itu sampai kau memiliki belahan jiwa mu."


...🦋...


Napas Ethan memburu, tubuh nya sudah bermandikan keringat dan tanga nya telah di penuhi darah para musuh nya yang berhasil ia habisi.


Ethan pun mengambil ponsel sopir itu, kemudian melacak nomor ponsel yang terakhir kali ada di daftar panggilan masuk.


Berbekal ponsel dan beberapa senjata dari musuh nya itu, Ethan melanjutkan perjalanan untuk mengejar Louisa yang kini berlayar ke utara.


Ethan tahu, pulau itu adalah pulau pribadi milik Albert, Pulau tempat mereka memproduksi dagangan haram mereka.


"Mari kita jadikan pulau itu sebagai kuburan kalian semua!"

__ADS_1


__ADS_2