
"Ayo bercinta sekarang, My girl, nanti aku berikan gaun dan cincin yang cantik untuk mu."
Louisa meringis mendengar rayuan sang suami yang sangat tidak romantis. "Tidak mau, belikan dulu gaun dan cincin nya baru setelah itu kita bercinta," tawar Louisa dan sekarang Ethan yang meringis.
"Tapi aku sudah sangat menginginkan nya," rengek Ethan dengan manja. Bahkan, pria itu kini menyusupkan wajah nya ke ceruk leher Louisa. Mengendus aroma manis sang istri yang seolah menjadi candu baginya.
"Ayolah, My girl."
Louisa terkekeh, entah apa yang sebenarnya sekarang ia rasakan. Antara gemas, kesal dan tentu saja senang dan merasa bangga pada dirinya sendiri.
Ia yang hanya gadis remaja berhasil membuat Don Mafia seperti Ethan merengek manja, siapa yang takkan bangga dengan pencapaian itu?
"Baiklah," jawab Louisa akhirnya yang seketika membuat kedua bola mata Ethan berbinar, bahkan ia langsung mendongak, menatap mata Louisa dengan intens.
"Sungguh? Kau mau?" tanya Ethan dengan semangat, Louisa hanya mengangguk sambil terkekeh kecil.
Ethan langsung berdiri, ia membuka seluruh pakaiannya dengan tergesa-gesa yang membuat Louisa terperangah.
"Apa yang kau lakukan, Ethan?" Louisa bertanya sembari menutup wajahnya menggunakan bantal. Tiba-tiba jantung nya berdebar kencang, aliran darahnya terasa hangat dan pipi nya terasa panas.
Bagaimana tidak? Ethan sudah tak memakai apapun sekarang.
"Bercinta," jawab Ethan dengan tenang nya yang membuat Louisa kembali meringis.
Ethan menarik bantal yang menutupi wajah Louisa, melemparnya dengan sembarangan. Kini, tatapan kedua insan itu bertemu. Louisa yang masih dengan pakaian lengkapnya dan Ethan yang sudah tak memakai apapun. Ah, itu menimbulkan sensasi yang sangat berbeda bagi keduanya.
"Apa harus full naked begini? Ehem ehem ...." Louisa berdeham, entah kenapa suaranya tiba-tiba berubah serak dan tatapannya tak bisa fokus.
"Aku mencintaimu, My girl," ucap Ethan sembari merangkak naik di atas tubuh Louisa, membuat gadis itu menahan napas tanpa sadar.
"Aku tidak akan bisa hidup tanpa mu, Lou." Ethan mendaratkan kecupan hangat di kening sang istri.
__ADS_1
Louisa langsung memejamkan mata, ia menikmati kecupan Ethan yang kini turun ke kedua kelopak mata nya, lanjut ke hidung, beralih ke pipi kanan dan kiri nya kemudian berhenti di permukaan bibir Louisa.
Ethan menyapukan bibir nya di permukaan bibir Louisa dengan lembut nan pelan, seolah menggoda Louisa. Satu tangan Ethan membelai pipi gadisnya, sementara tangan yang lain bergerak menyusup ke balik gaun yang Louisa pakai.
Seketika Louisa melenguh lirih saat tangan panas Ethan menyentuh kulit nya secara langsung. Ciuman Ethan semakin menggebu, menuntut dan dalam. Lenguhan Louisa rupanya memicu hasrat Ethan semakin membara, tangan yang tadinya hanya hanya menyentuh pinggang Louisa kini menjalar naik, menyentuh perut, dan terus naik hingga hampir menyentuh....
"Tunggu!" seru Louisa yang membuat bibir mereka terlepas, Louisa segera menghentikan tangan nakal Ethan.
"Kenapa?" Ethan bertanya dengan suara yang begitu serak, tatapan pria itu semakin gelap nan sayu.
"Aku ... aku malu," lirih Louisa, pipinya sudah memerah seperti tomat, membuat Ethan justru semakin bergairah.
"Kenapa malu?" Ethan kembali melanjutkan aksi nakal nya. Bahkan, kini ia mengangkat baju yang Louisa kenakan, hingga menampilkan perut rata Louisa.
Louisa mencoba menahan aksi Ethan, tapi itu percuma karena kini Ethan justru merangkak turun dan menciumi setiap inci perut Louisa.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh gadis berusia 18 tahun itu kecuali melenguh lirih, jari jemarinya menjambak rambut Ethan. Hal kecil yang entah bagaimana menimbulkan sensasi tak biasa dalam jiwa Ethan.
Ia menahan napas saat menatap tubuh mungil sang gadis, begitu cantik, begitu sempurna. Tatapan Ethan begitu dalam, intens, membuat darah Louisa semakin terasa panas. Hawa dingin menyapa kulitnya, tetapi ia juga merasa panas karena gelitikan hasrat dalam jiwanya.
Louisa hanya bisa menahan napas saat tatapan Ethan menyapu seluruh tubuhnya yang kini hanya tertutup di dua bagian terpenting, bagian yang bahkan tak pernah Louisa pandangi dengan liar sebagaimana Ethan memandangnya sekarang.
"Berhenti menatap ku seperti orang kelaparan, Ethan," kata Louisa sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnnya, ia merasa malu, ini kali pertama ada seorang pria yang menatapnya seperti itu. Namun, Ethan langsung menarik selimut itu dan melemparnya dengan asal.
"Ethan!" protes Louisa.
"Jangan menutupinya, My girl, sekarang kau milikku," ujar Ethan dengan suara beratnya.
Ethan kembali merangkak naik ke tubuh Louisa, ia menyentuh setiap inci kulit gadis itu hingga membuat Louisa merasa panas dingin.
Louisa menahan napas saat telapak tangan Ethan kini menyentuh bagian paha Louisa yang begitu sensitif, bahkan kini Louisa mulai merintih lirih dan menggelinjang.
__ADS_1
"Aku akan membukanya," ucap Ethan sembari menyentuh pinggiran kain segitiga yang menutupi mahkota terindah sang istri.
"Ya Tuhan, bisa kah kau melakukan nya tanpa berbicara lebih dulu?" protes Louisa.
"Aku hanya ingin memberi tahu mu, di mana salah nya?" Ethan membalas sambil terkekeh.
Perlahan, ia menurunkan kain segitiga itu tetapi dengan cepat Louisa kembali menahan aksi sang suami.
"Kenapa?" protes Ethan dengan raut wajah yang cemberut, seperti anak-anak yang ingin bermain tetapi disuruh tidur siang oleh ibunya.
"Kita buat perjanjian dulu," kata Louisa yang membuat Ethan langsung melongo.
"Perjanjian apa, My girl?"
...🦋...
"Perjanjian ini tidak boleh di langgar," seru Dexter dengan tegas. "Yang berkhianat, yang tak memenuhinya akan kami habisi!"
Di depannya, ada Orlando, Gonza, dan Martin. Don Mafia dari ketiga organisasi yang kekuatannya menyamai kekuatan organisasi The Eagle.
Mereka bertiga memang menginginkan kerajaan The Eagle sejak Marlon Mayer berkuasa, bahkan mereka sudah melakukan berbagai siasat dan aksi untuk membunuh Marlon, tetapi semua usaha mereka sia-sia hingga akhirnya mereka memutuskan berhenti.
Namun, kini Dexter dan Amber datang membawa tawaran yang sangat menggiurkan.
"Aku tidak pernah mengkhianati kawan," seru Martin sambil tersenyum miring. "Dan aku pasti akan memenggal kepala lawan."
"Lalu apa rencana kita?" tanya Gonza. "Pastikan rencana kita matang dan rapi, karena Ethan Mayer adalah cucu Marlon Mayer, sebelum pria tua itu masti pasti dia sudah mewariskan semua kekuatan dan kecerdikannya pada anak muda itu."
Dexter dan Amber tersenyum sinis mendengar ucapan Gonza.
"Kami pastikan kali ini The Eagle akan musnah, dan kita ambil alih kerajaan, kekuasaan dan kekuatan mereka."
__ADS_1