
Sang pemilik tempat Tato menggigil bahkan sampai berkeringat dingin karena kembali kedatangan sang Don mafia yang tadi malam sudah membuat semua orang ketakutan.
Apalagi pria itu memegang pistol dan membawa kedua anak buahnya yang juga terkenal dengan kekejamannya. Namun, pria itu berusaha tetap tegar apalagi ia merasa tak melakukan kesalahan apapun. Yang ia lakukan hanyalah mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ethan.
Sementara Ethan hanya bisa meringis melihat rekaman cctv di tempat itu tadi malam, ia bertindak sangat memalukan karena mabuk dan ia yang benar-benar meminta untuk di Tato nama Lou di pundaknya.
Ethan merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa ia tak bisa mengontrol diri?
"Aku tidak bohong, Tuan Mayer," cicit pria malang itu. "Kau yang datang dan ingin ditato di pundakmu," imbuhnya.
Ethan langsung melemparkan tatapan tajam nya pada pria itu, seperti seekor singa yang siap melahap mangsanya.
"Hapus rekaman itu!" titah Ethan pada Simon.
Setelah itu, ia bergegas pergi membawa perasaan yang semakin berkecamuk.
Louisa benar-benar mengambil alih pikirannya.
"Hey, rahasiakan ini atau aku akan merobek mulut kalian!" ancam Peter pada orang-orang yang ada di tempat itu.
Setelah memastikan tak ada lagi rekaman sang Don mafia yang bertindak memalukan, mereka segera menyusul Ethan ke dalam mobil.
"Haruskah kita kembali ke rumah?" tanya Simon mengingat tadi pagi pria itu mengatakan ingin tidur.
"Kita temui Dokter, aku ingin menghapus namanya," ujar Ethan.
Simon dan Peter saling pandang.
"Cepat atau kepala kalian yang akan meledak!" gertak Ethan.
"Kau seperti seorang wanita yang sedang menstruasi, sensi," sungut Peter yang membuat Simon langsung tertawa geli. Namun, tawanya harus segera terhenti saat Ethan menatapnya dengan sangat tajam.
Kini mobil melaju dengan kecepatan sedang, membelah kota Moscow yang sangat indah itu.
"Aku rasa percuma kau menghapus namanya yang terukir, Tuan Mayer," ujar Simon kemudian. "Selama kau masih menyimpan namanya di hati dan otakmu."
"Jangan sok pintar," desis Ethan.
__ADS_1
"Jangan sok naif," balas Simon. "Kau tahu dengan pasti gadis itu memenuhi hati dan pikiranmu, tapi kau mencoba membohongi dirimu sendiri."
"Lalu apa menurutmu dia harus mengakui cintanya pada putri orang yang telah membunuh orang tuanya?" sinis Peter sambil tersenyum miring.
"Tidak juga," sahut Simon. "Hanya saja aku rasa akan lebih baik jika Tuan Mayer menyadari dan mengakui perasaannya pada dirinya sendiri. Setidaknya itu tidak membuatnya tersiksa seperti ini." Seperti biasa, kata-kata bijak keluar dari mulut Simon.
Sementara Ethan enggan mendengarkan ocehan kedua ajudannya itu, ia menyenderkan punggungnya dan mencoba memejamkan mata.
Namun, Ethan segera membuka matanya saat Tiba-tiba ia kembali melihat bayangan Louisa.
"Ah, Sial!" geram Ethan yang membuat kedua ajudan setianya itu terlonjak kaget.
"Apalagi?" ketus Peter kesal tetapi Ethan enggan menjawab.
...🦋...
Di sisi lain, Jose yang masih menaruh dendam pada Peter karena sudah membunuh adiknya kini merasa mendapatkan angin segar karena sudah mendapatkan target untuk memancing Peter dan Ethan keluar.
Apalagi Roberto kini sudah setuju untuk membantu Jose balas dendam. Bahkan, Sang Pemimpin geng Mafia Octopus itu juga berniat merebut kerajaan Ethan.
"Aku harus membalas kematian adikku," geram Jose. "Peter menembak kepalanya di depan mataku hanya karena dia mencuri satu sendok narkoba, mereka benar-benar tidak punya hati."
"Kita akan memancing mereka keluar dengan menggunakan gadis itu," tandas Roberto.
"Tapi apa ini akan berhasil?" tanya ajudan Roberto yang bernama Joel, sang ajudan itu tampak meragukan rencana Jose dan Roberto apalagi selama ini Ethan terkenal tak memiliki kelemahan. "Pria itu tidak memiliki kelemahan apapun, bukan? Oleh sebab itu sampai sekarang tak ada yang bisa mengalahkannya sementara dia terus mengalahkan semua orang," kata Joel.
"Kau benar, awalnya dia memang tidak punya kelemahan tapi sekarang dia punya," pungkas Jose. "Lihatlah gadis itu, namanya Louisa Rae, putri Bertrand Rae."
"Yeah, aku tahu siapa mereka," sahut Joel. "Lalu apa hubungannya dengan Ethan Mayer?"
"Bertrand Rae membunuh kedua orang tua Ethan 22 tahun yang lalu," seru Jose sembari menunjukan beberapa berkas yang sudah ia kumpulkan selama ini. "Kemudian ia Ethan menuntut balas dendam berpura-pura menjadi Bodyguard Nona Rae. Kita tahu Ethan tak pernah mengenal ampun terhadap siapapun yang menjadi targetnya. Namun, dia melepaskan keluarga Bertrand Rae begitu saja. Apalagi yang menjadi alasannya kalau bukan karena dia perduli dan mungkin sudah jatuh cinta pada Nona Rae. "
"Penjelasanmu tidak masuk akal," bantah Joel. Sementara Tuan Roberto hanya diam dan mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Jose.
Sebab, ini memang kali pertama Ethan melepaskan targetnya hidup-hidup.
"Ini masuk akal, lihatlah ini!"
__ADS_1
Jose menunjukkan foto yang diam-diam dia ambil saat mengikuti Louisa, di mana Louisa hampir dilecehkan oleh seniornya dan Ethan datang sebagai penyelamat.
"Aku tidak mendengar apa yang Ethan katakan pada gadis itu karena jarak kami cukup jauh," kata Jose. "Aku tidak berani membuntutinya dengan jarak dekat, tapi satu hal yang pasti, dia tidak akan terima gadis itu disakiti."
"Dendam yang pudar karena cinta," kekeh Tuan Roberto. "Kalau begitu awasi gadis itu baik-baik, dan saat waktunya tiba, eksekusi rencana kita dengan baik. Jika Ethan memang mencintainya, maka dia pasti datang untuk menyelamatkannya."
"Tapi aku dengar dia sudah di Rusia sekarang," kata Joel.
"Rusia masih di atas bumi ini, Joel," tandas Tuan Roberto. "Bahkan, seseorang bisa kembali dari dunia kematian demi cintanya."
...🦋...
Sementara di sisi lain, Ethan kini sudah siap menghapus nama Lou dari pundaknya. Bahkan, Dokter dan beberapa perawat sudah menyiapkan semua peralatannya.
"Ini akan sedikit sakit, tahan sebentar," ujar Dokter itu.
Ethan merespon, baginya rasa sakit karena menghapus Tato tak seberapa dibanding sakit karena terkena peluru atau sayatan pisau.
Namun, saat Dokter itu sudah hendak menghapus Tato itu menggunakan laser, tiba-tiba Ethan mencegahnya.
"Ada apa, Tuan Mayer?" tanya sang Dokter.
"Aku tidak ingin menghapusnya," jawab Ethan yang seketika membuat semua orang mengernyit bingung.
"Tapi kenapa?"
Bukannya menjawab, Ethan memakai kembali pakaiannya setelah itu ia pergi dari ruangan itu.
"Hey, apa sudah selesai? Cepat sekali," kata Simon.
"Sudah selesai dihapus atau tidak jadi dihapus?" tanya Peter.
Namun, Ethan memilih bungkam seperti orang tuli.
"Tidak jadi dihapus," gumam Simon sok tahu seperti biasa.
"Virus cinta akhirnya menyerang hati sang Don mafia," kekeh Peter mengejek.
__ADS_1