Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 126 - Yang Terjadi


__ADS_3

"Aku mohon bangun, Ethan."


Louisa menyembunyikan wajah nya di dada sang suami yang penuh luka, begitu mengerikan. Bahkan, ia tak bisa membayangkan rasa sakit yang pasti di alami oleh Ethan sekarang.


"Louisa?"


Louisa mendongak, tangis nya semakin pecah melihat Simon dan beberapa orang yang berlari menghampiri nya.


"Uncle Simon, tolong Ethan!" Ia menjerit cemas dan panik.


Simon memeriksa keadaan Ethan, denyut nadi nya begitu lemah, tubuh nya pun begitu dingin seperti es. Simon segera melepaskan pakaian nya kemudian memakaikan nya pada Ethan.


Bersamaan dengan itu, sebuah helikopter datang dan seorang pria juga beberapa orang lain nya datang.


Louisa melihat pria itu, tetapi pandangan nya semakin lama semakin buram dan kesadaran nya semakin melemah. Sayup-sayup dia juga mendengar percakapan orang-orang di sekeliling nya.


"Tuan Castanov, dia kehilangan banyak darah dan harus segera mendapatkan perawatan intensif."


"Bereskan semua kekacauan ini!"


"Kumpulkan mereka semua ke dalam gedung dan bakar tempat itu!"


"Jangan meninggalkan jejak apapun!"


"Aku butuh tubuh wanita itu!"


Samar-samar Louisa juga melihat orang itu membawa suami nya, Louisa ingin memanggil siapapun yang ada di sana tetapi tiba-tiba ia pun kehilangan kesadaran nya.


Entah berapa lama waktu yang berlalu, Louisa kembali membuka mata dan ia berada di ruangan yang serba putih. Ia bertanya-tanya apakah diri nya sudah mati?


Namun, samar-samar ia mendengar suara ibu nya yang berbicara dengan seorang pria.


Louisa mencoba bangkit dari ranjang nya, ia berjalan sempoyongan mencari asal suara itu. Namun, ia menjerit saat melihat seorang Dokter yang membawa pasien yang penuh dengan darah.


Ia tampak begitu ketakutan, bahkan kaki dan tangan nya sampai gemetar. Louisa segera pergi dari tempat itu sembari terus memanggil sang Ibu yang tak kunjung merespon panggilan nya, hingga langkah Louisa terhenti di depan sebuah ruangan khusus.


Louisa mengintip dari kaca pintu dan seketika ia terbelalak melihat Ethan ada di dalam ruangan itu, dalam keadaan yang begitu memprihatinkan dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuh nya.


Perlahan, Louisa masuk ke ruangan itu. Ia mendekati sang suami dengan langkah gontai, suara beep dari monitor seolah membuat ruangan itu semakin mencekam.


"Ethan?" lirih Louisa, air mata kembali tumpah melihat keadaan sang suami.

__ADS_1


"Ethan, apa kau mendengar ku?" Louisa hendak menyentuh wajah sang suami, tetapi tiba-tiba pria di depan nya berubah menjadi Dexter yang membuat Louisa kembali menjerit takut.


"Ethan?"


"Louisa!"


Louisa langsung membuka mata, napas nya memburu dan tubuh nya kembali berkeringat.


Ethan yang ada di sisi nya langsung memeluk Louisa seperti biasa, tak lupa ia mengatakan semua itu hanya mimpi untuk menenangkan sang istri.


"Jangan takut, itu hanya mimpi." Ethan berbisik sembari mengelus rambut Louisa dengan lembut.


"Itu bukan mimpi," tukas Louisa sembari mengeratkan pelukan nya pada sang suami.


Apa yang Louisa lihat dalam tidur nya itu memang bukan mimpi, tapi kenyataan yang terjadi satu tahun yang lalu. Ingatan yang coba ia hapus tetapi justru melekat semakin kuat dalam otak nya.


"Aku sangat takut kehilangan mu." Louisa lebih mengeratkan lagi pelukan nya pada sang suami, ia menghirup aroma Ethan yang selalu ia rindukan. "Jika uncle Simon dan teman mu tidak datang, aku pasti ... pasti sudah kehilangan mu."


Ethan terdiam, ia tidak ingat apa yang terjadi setelah diri nya pingsan. Ia terbangun di rumah sakit tiga minggu setelah insiden itu terjadi.


Namun, Ethan tahu yang menolong nya adalah Varian, teman jauh nya.


Louisa langsung melerai pelukan nya setelah mendengar pernyataan sang suami. "Oh ya? Itu kabar yang bagus," tukas Louisa.


Ethan menatap wajah sang istri yang jauh lebih kurus dari sebelum nya, tetapi tentu saja Louisa tetap begitu cantik di mata nya.


"Maafkan aku," ucap Ethan sembari membelai wajah Louisa. "Aku akan melindungi mu dan tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi lagi."


Louisa tersenyum dan mengangguk mengerti, ia pun kembali memeluk suami nya itu. "Aku tidak bisa melupakan hari itu, saat aku melihat mu tidak berdaya. Rasa nya begitu menakutkan, aku seperti kehilangan separuh jiwa ku."


"Kau melewati hari itu dengan sangat baik, My girl." Ethan memuji sambil tersenyum. "Kau lebih kuat dari yang kau pikirkan."


Louisa tersenyum dan mengangguk. Yeah, ia harus mengakui bahwa ia telah berhasil melewati hari bak neraka itu.


...🦋...


...Satu Tahun Yang Lalu, City Hospital, London....


Louisa membuka mata, sinar yang begitu terang langsung membuat mata nya silau sehingga ia harus kembali menutup mata sebelum akhir nya ia kembali membuka mata secara perlahan.


Samar-samar ia mendengar suara sang Ibu dan beberapa orang di luar, ia pun segera bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan pelan keluar dari kamar rawat nya.

__ADS_1


"Mom?" panggil Louisa lirih.


"Lou," pekik Nyonya Agatha penuh haru saat melihat putri nya. "Oh Tuhan. Akhir nya kau bangun, Sayang." Ia langsung memeluk putri nya itu sambil menangis. "Mommy sangat takut, Sayang."


Louisa tak menanggapi, tatapan nya justru tertuju pada pria asing yang berdiri di sisi Dokter. Pria itu yang sadar Louisa terus menatap nya langsung tersenyum, kemudian ia mengulurkan tangan nya pada Louisa.


"Aku teman suami mu, Lou."


Louisa menyambut uluran tangan pria itu. "Apa kau Tuan Castanov?" cicit Louisa. "Jika aku tidak salah dengar," lirih nya kemudian mengingat ia sempat mendengar nama itu sebelum ia pingsan.


"Yeah, nama ku Varian Castanov, kau bisa memanggil ku Varian." Varian berkata sambil tersenyum tipis, tetapi Louisa tak menanggapi hal itu. Yang ada dalam benak nya saat ini hanya lah Ethan.


"Ethan?" Louisa kembali bertanya lirih.


"Dia baik-baik saja," jawab Varian tetapi tentu saja Louisa tak bisa percaya.


"Mom, aku ingin melihat Ethan," pinta Louisa memelas.


"Nanti, Sayang, sekarang kau harus istirahat." Nyonya Agatha hendak membawa Louisa kembali ke kamar nya.


"Tidak mau, aku ingin melihat Ethan." Louisa mulai menangis, membuat Nyonya Agatha merasa tak tega.


"Ayo, aku temani kau menemui nya!" seru Varian tiba-tiba. Bahkan, pria itu merangkul Louisa kemudian mendudukkan nya di kursi roda.


"Kau baik sekali, terima kasih banyak," ucap Louisa dengan tulus.


Varian tak menanggapi, ia mendorong kursi roda Louisa menuju ruangan tempat Ethan di rawat. Nyonya Agatha pun hanya bisa mengikuti dari belakang, berharap Louisa bersabar dan mampu melewati apa yang terjadi.


Di depan sebuah ruangan, Louisa melihat Peter dan Simon. Kedua pria itu tampak terkejut sekaligus langsung bernapas lega melihat Louisa yang datang.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Peter sembari menatap Louisa dengan cemas.


"Aku sakit," kata Louisa dengan suara yang tercekat. "Kehamilan ku ...."


"Ethan tidak akan menceraikan mu jadi kau bisa hamil lagi nanti," celetuk Peter yang tanpa sadar membuat Louisa tersenyum samar meski kesedihan masih terlihat jelas di mata nya.


"Aku tahu," lirih Louisa.


Varian pun kembali mendorong kursi roda Louisa masuk ke ruang rawat intensif Ethan, dada Louisa terasa begitu sesak melihat keadaan sang suami yang tak berdaya dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuh nya. Bahkan, ada begitu banyak bekas luka di lengan dan dada nya.


"Ethan?" lirih Louisa sembari menggenggam tangan Ethan yang memiliki banyak bekas luka. "Jangan begini, aku takut."

__ADS_1


__ADS_2