Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 23 - Langkah Selanjutnya


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan, Tommy? Putriku ... putriku ada dalam genggaman musuhku."


Tuan Bertrand tampak begitu frustasi karena apa yang menimpanya, apalagi sampai sekarang istrinya masih tak sadarkan diri.


"Aku sedang berusaha menemukannya, Bertrand, tenanglah!" seru Tommy.


Saat ini ia dan beberapa anak buahnya sedang berusaha melacak dari mana datangnya video mengerikan itu.


"Bagaimana aku bisa tenang? Istriku shock, dan putriku ... Louisa__"


"Aku rasa ini bukan Louisa," sela Tommy. "Lihatlah video ini baik-baik, apakah kau melihat wajah gadis di video ini?"


"Apa maksudmu?" tanya Tuan Bertrand.


"Lihat baik-baik video ini, Bertrand!"


"Apa kau gila?"


Tuan Bertrand tampak marah, membayangkan keadaan Louisa saja sudah membuat dirinya hampir pingsan. Lalu bagaimana bisa dia justru disuruh menyaksikan kembali video laknat itu?


"Ini bukan Louisa, Bertrand. Percayalah!" desak Tommy.


Tuan Bertrand tercengang, ia sangat berharap apa yang dikatakan Tommy benar adanya. Ia pun memberanikan diri menonton kembali video itu dan benar saja, wajah gadis itu memang tidak terlihat.


"Ya Tuhan, jadi itu memang bukan Louisa." Tuan Bertrand bernapas lega, bahkan ia sampai tertawa saking senangnya mengetahui gadis malang itu bukan dirinya.


Mengetahui dirinya hanya digertak membuat Tuan Bertrand murka, apalagi setelah mengetahui bahwa Ethan adalah seorang pengkhianat yang berhasil masuk ke rumahnya dengan begitu mudah.

__ADS_1


"Rupanya Ethan hanya menggertak ku, sialan! Seharusnya aku mencari dia dan menghabisinya bersama kedua orang tuanya."


...🦋...


Ethan tersenyum sinis mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pembunuh kedua orang tuanya itu.


Ethan tak hanya meretas ponsel mereka tetapi juga CCTV di setiap sudut rumah itu telah berhasil ia kuasai. Bahkan, Ethan juga bisa mendengar dengan sangat jelas apa yang mereka bicarakan di sana.


"Mereka semua berkumpul di kuburan mereka, saatnya membumi hanguskan para bajingan itu."


Ethan melepas earphone yang ia pakai, setelah itu ia memanggil Peter dan Simon untuk membicarakan aksi mereka selanjutnya.


"Kau yakin akan menyerang secara langsung?" tanya Simon untuk memastikan.


"Yeah, bukankah seperti itu cara mereka menghabisi keluargaku dan orang-orang kami? Saat kami berkumpul di satu tempat."


"Lalu bagaimana dengan gadis itu?" tanya Peter.


"Apa kali ini kau akan melaksanakannya sesuai rencana, Tuan Mayer? Karena sepertinya kau takkan benar-benar menggunakan dia sebagai senjata," sinis Peter yang membuat raut wajah sang Don mafia itu berubah tajam.


"Apa kau meragukan ku?" desis Ethan. "Aku menunggu 22 tahun untuk menghancurkan mereka dan membuat mereka gila."


"Aku tahu," sahut Peter. "Lalu kenapa kau tidak melempar gadis itu ke anggota The Eagle seperti yang kau rencanakan? Seharusnya kau juga mencongkel mata Louisa dan mengrimkan bola itu ke rumah orang tuanya."


Dada Ethan bergemuruh, darahnya terasa panas mendengar apa yang dikatakan oleh Peter.


"Aku yang membuat keputusan, Peter, kau tidak berhak mempertanyakannya!" Ethan menggeram marah setelah itu pergi meninggalkan Peter dan Simon.

__ADS_1


Benar, Ethan telah merencanakan semuanya dengan sangat baik jauh sebelum dia menjadi Bodyguard Louisa. Melempar Louisa agar diperkosa anggota The Eagle juga sudah ia rencanakan, Ethan ia tahu hal itu akan menjadi pukulan besar untuk kedua orang tuanya.


Namun, entah kenapa Ethan tak sampai hati melakukan hal itu. Bahkan, ia merasa begitu marah ketika Peter mengungkit rencana itu. Apa yang terjadi dengan dirinya?


Ethan mengambil sebuah jarum suntik dan satu botol kecil yang berisi cairan bening.


Ethan membawa kedua benda itu menuju kamar Louisa. "Kau bagian dari mereka," gumam Ethan.


Lagi-lagi Louisa terbangun dari tidurnya saat merasakan keberadaan Ethan. "Hey, Bodyguard. Ada ap__ auhh." Louisa memekik saat tiba-tiba Ethan memasukan jarum suntik ke lengannya.


"Apa yang kau lakukan?" pekik Louisa.


Namun, Ethan hanya memasang wajah datarnya tanpa mau menjawab pertanyaan Louis.


Perlahan, gadis remaja itu merasa pusing dan pandangannya buram. "Ethan, apa kau ...." Louisa mencoba meraih tangan Ethan. "Kau meracuni aku?"


...🦋...


Sudah lebih dari 24 jam Louisa menghilang, kabar yang seharusnya menjadi rahasia ini kini telah bocor pada Antonio tanpa disadari oleh Tuan Bertrand, sebab masih ada satu pengkhianat di rumah itu yang bekerja untuk Antonio.


Tuan Bertrand dan Tommy juga sudah menggeledah kamar Ethan baik yang di kediaman para bodyguard maupun yang di rumah pribadi Rae.


Namun, mereka tak menemukan apapun kecuali hanya selembar cek yang telah Ethan robek.


"Sial!" geram Tuan Bertrand.


Sementara di sisi lain, Antonio yang sudah mendengar kabar itu berseringai licik. Kini dia punya senjata untuk menghancurkan keluarga Rae tanpa mengotori tangannya.

__ADS_1


"Sebarkan video itu ke internet dan jangan lupa cantumkan nama lengkap Louisa Rae di sana!"


...🦋...


__ADS_2