Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 56 - Ucapan Selamat Tinggal


__ADS_3

Saat pagi menjelang, Louisa dan Nyonya Agatha segera disuguhkan sarapan yang kesukaan Louisa atas perintah Ethan. Namun, Louisa tampak enggan menikamati hidangan itu.


Entah kenapa, rasanya sangat berat pergi jauh dari Ethan meski ia tahu pria itu selalu membawa masalah dalam hidupnya.


"Kenapa tidak makan, Lou?" tanya Nyonya Agatha yang melihat Louisa hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Aku tidak lapa, Mom," jawab Louisa.


"Kenapa, Sayang? Kamu mau makan yang lain?"


Louisa hanya menggeleng pelan.


"Mom, apa bisa jika suatu hari nanti kita kembali ke sini untuk melihat makam Daddy?" tanya Louisa kemudian.


"Tentu saja, Sayang, kita harus sering mengunjungi Daddy karena itu bisa mengobati rindu kita," pungkas Nyonya Agatha.


"Lalu setelah ini kita harus bagaimana, Mom? Kita harus menyambung hidup, bukan? Dan meskipun kita beberapa kali pergi ke Spain, tapi kita tidak punya kenalan di sana yang bisa membantu kita."


"Sayang, itu akan menjadi urusan Mommy, okay? Mommy janji akan memberikan yang terbaik untukmu."


"Aku juga bisa bekerja."


"Tidak, kau harus tetap sekolah bagaimana semestinya."


Louisa yang enggan berdebat hanya bisa mengangguk pasrah, meski dalam hati ia sudah bertekad akan mencari pekerjaan meskipun hanya paruh waktu.


Sementara di sisi lain, Ethan pun sedang sarapan ditemani Simon.


Berbeda dengan Peter yang memiliki pemikiran cukup keras bahkan tak mengerti dalam urusan hati, Simon justru sangat bijak dalam menanggapi hal seperti itu.


"Nikahi dia saat semua masalah ini selesai."


"Uhuk ... uhuk..." Ethan langsung tersedak saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Simon.


"Apa kau gila?" pekik Ethan.


"Aku bisa melihat ada hati yang sudah terkoneksi," kekeh Simon.


"Apa kau pikir ini aliran listrik?"


Ethan hanya bisa geleng-geleng kepala, tak habis pikir dengan ada yang ada dalam otak Simon.


"Lebih dahsyat dari aliran listrik," kata Simon. Kini raut wajah pria paruh baya itu tampak serius, ia menatap Ethan dan berkata, "Menikahlah, Ethan. Jalani kehidupan seperti orang pada umumnya. Nikahi wanita yang cantik, miliki anak-anak yang lucu. Hidupmu akan sangat indah."

__ADS_1


Ethan terdiam, ia teringat dengan apa yang sering dikatakan oleh sang Ibu bahwa suatu hari nanti Ethan akan bertanggung jawab setelah menikahi wanita yang cantik, tentu yang dicintai olehnya.


"Apa semua yang dibutuhkan oleh Louisa sudah ada?" tanya Ethan untuk mengalihkan topik, Simon yang menyadari hal itu hanya terkekeh dan mengangguk.


"Semuanya?" tanya Ethan sekali lagi untuk memastikan.


"Yeah, tenang saja."


Ethan mengangguk mengerti, tetapi sorot mata pria itu tampak berbeda saat ini. Ia merasa sangat berat melepaskan Louisa pergi, bahkan dadanya terasa sesak hanya karena memikirkan ia takkan dapat melihat wajah Louisa lagi.


Haruskah ia meminta gadis itu tinggal?


...🦋...


Saat hari sudah siang, Louisa dan Nyonya Agatha sudah bersiap untuk pergi. Mereka mengenakan pakaian yang disiapkan oleh orang-orang Ethan.


"Semua pelayan Ethan laki-laki," celetuk Nyonya Agatha sembari mengikat rambutnya.


Sementara Louisa justru terdiam melamun.


Dia akan pergi ke tempat yang jauh, entah apakah ada kemungkinan atau tidak suatu hari nanti ia akan bertemu kembali dengan Ethan.


Memikirkan semua itu membuat Louisa seperti kehilangan semangat dalam hidupnya.


"Kau akan menculik siapa, Lou?" tanyanya.


"Bukan siapa-siapa, Mom," jawab Louisa lesu.


Tak berselang lama, Peter datang dan hal itu kembali menimbulkan ketakutan pada Nyonya Agatha.


Meskipun kini pria itu membantunya atas perintah Ethan, dan juga tak mungkin menyakitinya, tetapi trauma tetap ada mengingat kekejaman Peter.


"Ambil ini!" Peter menyerahkan sebuah amplop besar pada Louisa. "Semua yang kalian butuhkan ada di sana, jangan lupa identitas baru kalian."


Louisa mengeluarkan kartu identitasnya dan ia hanya melotot terkejut melihat nama yang sudah disiapkan oleh siapa. "Kenapa namaku Princess Walter?" pekik Louisa. "Apa kau pikir aku lahir dari air?" sungutnya yang membuat Peter tampak kesal.


"Walter, gadis kecil. Bukan water," desis Peter.


"Ini terlihat lucu," kekeh Louisa yang juga merasa kesal.


"Sudah lah, Lou, lagi pula ini identitas sementara kita," bisik Nyonya Agatha.


"Cepat keluar, sudah saatnya kalian pergi!" seru Peter dingin.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan Ethan," kata Louisa.


"Tidak boleh, tuan Mayer sedang beristirahat," cegah Peter.


"Kau tidak berhak melarangku!" balas Louisa setelah itu ia pergi ke kamar Ethan.


Kini Peter menatap Nyonya Agatha dengan tajam, membuat wanita itu langsung berlari keluar dari kamar.


"Dasar aneh!" gerutu Peter.


Sementara itu, Ethan menatap pintu kamarnya tanpa berkedip.


Ia sedang menunggu kedatangan Louisa sejak tadi pagi, tetapi gadis itu tak kunjung datang.


"Apa dia tidak akan mengucapkan selamat tinggal padaku?" gumam Ethan. "Apa dia akan pergi begitu saja? Bagaimana bisa? Dasar setan kecil tidak tahu terima—"


Ucapan Ethan terhenti saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Dan pria itu menahan napas saat melihat gadis yang ditunggu akhirnya menampakan diri.


"Hai," sapa Louisa.


"Hem," sahut Ethan yang berusaha bersikap biasa saja.


"Aku mau pergi," kata Louisa sembari mendekati Ethan.


"Okay," jawab Ethan yang membuat Louisa melongo.


Hanya itu? Pikir Louisa.


"Terimakasih untuk semua masalah yang kau bawa dalam hidupku," kekeh Louisa sembari mengulurkan tangannya pada Ethan.


"Sama-sama," jawab Ethan tenang sembari menyambut uluran tangan Louisa.


"Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal dan semoga kita tidak bertemu lagi."


Deg


Hati Ethan terkesiap mendengar kata-kata itu sekarang, ia seolah tak bisa menerimanya.


"Hem, aku juga berharap begitu." Tentu saja hanya bibirnya yang berkata demikian, bertolak belakang dengan harapan hatinya.


Louisa mengangguk, ia hendak pergi tetapi tiba-tiba Ethan menarik tangannya dan langsung meraup bibir Louisa.


Pegerakan itu sangat cepat, membuat Louisa tak punya waktu untuk menolak atau menyadari apa yang dilakukan Ethan hingga tiba-tiba ia merasakan bibir Ethan di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2