Menggoda My Sexy Bodyguard

Menggoda My Sexy Bodyguard
Bab 121 - Awal Dari Akhir


__ADS_3

"Aku tidak mau bercerai, aku hamil!"


Seketika Peter terperangah mendengar pernyataan Louisa, ia menatap gadis kecil di depan nya dengan nanar.


"Benarkah?" lirih nya.


"Iya, maka nya cepat selamatkan Ethan, Uncle, aku tidak mau jadi janda, aku tidak mau anak ku jadi yatim." Louisa menyeka air mata nya dengan kasar, ia masih terus sesegukan sementara Peter masih memutar otak untuk menyelamatkan mereka semua.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Peter pada Louisa, agar gadis itu lebih tenang. Sementara mata Peter menatap anak buah nya, memberi isyarat untuk melakukan sesuatu.


"Aku tidak tahu," jawab Louisa masih dengan suara yang bergetar. "Kandungan ku masih tiga minggu, jadi belum tahu anak nya laki-laki atau perempuan."


"Bukankah kalian berpisah lebih dari empat minggu? Kenapa kandungan mu tiga minggu, apa kau selingkuh?"


"UNCLE PETER!" teriak Louisa marah di iringi isak tangis yang semakin menjadi.


"Jangan bergerak!" titah Peter dengan mode serius.


Seketika Louisa terdiam, bahkan langsung menahan napas apalagi ketika anak buah Peter memegang alat untuk memotong salah satu kabel di rompi nya.


"Uncle?" lirih Louisa panik, ia menatap pria paruh baya di depan nya ini dengan nanar.


"Kau percaya pada kami?" tanya Peter tiba-tiba. "Kami di sini untuk menyelamatkan mu."


Louisa tak menjawab, ia hanya melirik Peter dan anak buah nya itu bergantian.


"Potong kabel yang kuning kemudian yang merah," titah Peter.


Pria itu tak langsung mematuhi perintah Peter, ia justru menatap Peter dan Louisa, tangan nya pun bergetar hebat.


"Kami bergantung pada mu," lirih Peter penuh harap.


Pria itu menguatkan hati dan keyakinan nya, sementara Peter kini kembali menatap Louisa dan berkata, "Jika kau menjadi gadis baik, berhenti menangis dan jangan ketakutan lagi. Aku tidak akan meminta menceraikan mu."


Louisa hanya mengangguk pasrah, ia menahan segala rasa takut yang ada dalam jiwa nya, menahan air mata yang sudah menumpuk di kelopak mata nya.


"Kau istri seorang Don Mafia, ini mungkin bahaya pertama mu dan tidak akan jadi bahaya terakhir mu."


Lagi-lagi Louisa hanya mengangguk, padahal jelas apa yang Peter katakan itu justru menakutkan, bukan menenangkan.

__ADS_1


Sementara anak buah Peter dengan sangat hati-hati memotong kabel sesuai instruksi Peter.


Dua puluh detik tersisa, akhirnya pria itu berhasil melepaskan rompi Louisa. Peter bernapas lega dan dia langsung memeluk Lousia dan membawa nya tiara saat anak buah nya itu melempar rompi tersebut keluar, bersamaan dengan itu bom nya pun meledak.


Louisa menjerit ketakutan, tetapi Peter tetap memeluk nya dengan begitu erat, seolah ingin memberi tahu Lousia bahwa dia akan melindungi nya.


Suara ledakan itu rupa nya menarik perhatian semua orang, tak terkecuali Amber, Dexter dan juga Ethan.


Bahkan, detak jantung Ethan seolah berhenti, darah nya seperti membeku.


Apakah Louisa selamat?


Pertanyaan itu menari dengan liar di benak nya, tetapi kemudian ia menarik napas panjang dan meyakinkan diri nya bahwa Peter sangat dapat di percaya.


Bersamaan dengan itu, beberapa anak buah Dexter kembali datang dan Ethan langsung menghadapi mereka semua dengan mudah, hingga akhirnya kini dia berhadapan langsung dengan Dexter juga Amber.


"Aku kagum dengan kekuatan yang ada pada mu, Don Mayer!" seru Amber sembari mengeluarkan pistol nya. "Tapi aku menyayangkan kebrutalan mu yang bisa dengan mudah membunuh orang bahkan di tempat umum."


Ethan tersenyum miring mendengar pernyataan itu.


"Aku tidak akan menyentuh siapa pun yang tidak mencoba menyentuh ku," desis Ethan. "Tapi aku pastikan akan menghancurkan siapa pun yang mencoba menyentuh ku apalagi orang-orang yang ada di sisi ku. Seperti yang aku lakukan pada ayah mu, aku menyayat leher nya dan memastikan itu sampai ke tenggorokan nya karena dia telah berani merencanakan pembunuhan pada ku dan Louisa!"


Adu tembak menembak pun kembali harus terjadi, tetapi ketiga orang itu sangat mampu bertahan dengan baik.


Saat ada kesempatan, Ethan menyerang dan kali ini ia berhasil melukai lengan Amber hingga senjata nya terjatuh. Hal itu memancing amarah Dexter, ia menembaki Ethan dengan membabi buta dan hasil nya ia hanya bunga-buang peluru.


Saat Dexter berlindung dan mengisi amunisi, Ethan justru melemparkan sebuah granat ke arah mereka hingga pun terpaksa berlari dan berlindung.


Ethan tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia terus mencoba menyerang hingga Dexter dan Amber terpojok.


Saat Dexter kembali hendak menembak nya, Ethan langsung melemparkan sebilah pisau yang langsung mengenai lengan Dexter.


Saat Ethan hendak mengeksekusi Dexter yang lengah, Amber datang membantu sang kakak. Ia menembak Ethan dan tepat mengenai lengan nya, hingga senjata Ethan pun terjatuh.


Ethan menatap kedua orang itu dengan mata yang memerah, sebelum akhirnya ia pun berniat bertarung dengan sebuah pisau.


"Kau tidak akan bertahan!" seru Dexter percaya diri.


"Aku menantang mu, bertarung dengan jantan jika kau berani!" tantang Ethan.

__ADS_1


Dalam dunia mafia, membunuh musuh dengan mudah adalah bentuk kemurahan hati. Dan tak ada satu pun yang akan melakukan itu, termasuk Dexter. Hingga akhirnya pria itu memilih melawan Ethan juga dengan sebuah pisau, sementara Amber hanya mengawasi mereka, yakin Ethan takkan bertahan dengan semua luka di tubuh nya.


Pertarungan sengit pun kembali terjadi, meski Ethan berhasil di pukul beberapa kali hingga terjatuh, tetapi Ethan tak menunjukkan ketakutan nya atau pun kelemahan nya.


Ia masih terus melawan hingga berhasil membuat Dexter juga terjatuh.


Sementara itu, Peter merasa terharu karena ia berhasil menyelamatkan Louisa. Bahkan, kini ia berhasil menggerakkan tangan nya untuk melindungi Lousia.


Merasa keadaan sudah aman, dua anak buah Peter pun memutuskan untuk membantu Ethan.


Di sisi lain, Simon dan beberapa anak buah nya juga menyusul Peter menggunakan boat.


Yeah, Simon tak bisa lagi menahan diri dengan hanya menunggu kabar dari Peter. Ia juga harus bertindak dan memastikan sendiri bahwa keluarga nya aman.


Sementara Angel berhasil di bawa ke rumah sakit, rompi nya pun berhasil di lepaskan buang ke tempat yang jauh. Simon hanya berharap gadis kecil itu segera mendapatkan penanganan terbaik. Dan ia juga berharap, Louisa pun akan selamat.


Di markas, Ethan masih bergelut sekuat tenaga dengan Dexter. Amber yang sudah merasa tidak sabar pun ingin segera membunuh Ethan, ia segera mengangkat senjata tetapi kedua anak buah Peter datang tepat waktu.


Mereka menembak Amber yang seketika membuat wanita itu terpental dan jatuh pingsan, tetapi tak ada darah yang mengalir di tubuh nya karena ia memakai rompi anti peluru.


Kini, kedua anak buah Ethan membantu Ethan melawan Dexter. Tetapi Dexter cukup tangguh, pria itu berhasil bertahan.


Tak berselang lama, Amber kembali tersadar dan ia langsung menembak kedua anak buah Ethan hingga mereka pun tewas.


"Kau seharusnya sudah mati!" geram Amber yang kembali menekan pelatuk untuk mengakhiri hidup Ethan. Namun, rupa nya amunisi wanita telah habis membuat Ethan terkekeh.


"Bahkan senjata mu pun mengkhianatimu, Amber!" kekeh Ethan.


Amber dan Dexter saling pandang sebelum akhir nya mereka pun bekerja sama untuk mengalahkan Ethan. Perkelahian itu berlangsung sengit dan mereka hampir mengalahkan Ethan, tetapi Ethan justru menentang Amber hingga wanita itu terlempar ke luar jendela.


Kini Dexter yang mengajar Ethan dan ia juga berhasil menendang Ethan hingga terlempar menyusul Amber.


Suara itu terdengar oleh Louisa, tanpa pikir panjang ia segera berlari keluar dan tak peduli pada teriakan Peter yang meminta nya berhenti.


"Lou!"


"Kau bisa mati!"


"Aku mohon berhenti!"

__ADS_1


Louisa seolah tuli, ia terus berlari karena yang ada dalam benak nya saat ini hanya lah Ethan.


__ADS_2